Surah Ar-Rahman merupakan salah satu surah yang paling indah dalam Al-Qur'an. Keagungan surah ini tidak hanya terletak pada pengulangan ayat "Fa biayyi ala'i rabbikuma tukadzdzibaan", melainkan juga pada ketegasan janji Allah SWT mengenai balasan bagi setiap hamba-Nya yang berbuat kebaikan.
Salah satu ayat yang menjadi puncak pesan keadilan dan kasih sayang Allah SWT terdapat pada ayat ke-60. Bagaimanakah tafsir Surah Ar-Rahman ayat 60 dan apa saja pesan mendalam di baliknya terkait balasan kebaikan?
Sebelum membedah tafsir ayatnya, Surah Ar-Rahman memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Surah yang terdiri dari 78 ayat ini menggambarkan kasih sayang dan rahmat Allah SWT yang tiada batas bagi seluruh makhluk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barangsiapa yang membaca Surah Ar-Rahman setiap hari maka akan mendapat syafaat di hari kiamat, wafat dengan kedudukan syahid, menjadi petunjuk tentang jodoh, meningkatkan iman dan takwa, menenangkan hati yang gelisah, menjaga hubungan baik antar sesama, dan membawa keberkahan hidup.
Tafsir Surah Ar-Rahman Ayat 60
Lafaz Surah Ar-Rahman ayat 60 berbunyi:
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
Hal jaza'ul-ihsani illal-ihsan.
Artinya: "Adakah balasan kebaikan selain kebaikan (pula)?"
Mengutip Tafsir Kemenag RI, melalui ayat ini Allah SWT mengungkapkan bahwa tidak ada balasan untuk amal dan perbuatan baik kecuali berupa kebaikan pula.
Allah SWT menegaskan tentang amal baik dalam firman-Nya Surah Yunus ayat 26:
لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ ۗوَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّةٌ ۗاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Artinya: "Bagi orang-orang yang berbuat baik (ada pahala) yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Wajah-wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula diliputi) kehinaan. Mereka itulah para penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya."
Dalam hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersada bahwa Allah SWT menjanjikan balasan nikmat surga bagi mereka yang berbuat baik.
Pesan Balasan Berbuat Amal Baik
Perlu detikers perhatikan bahwa sekecil apapun perbuatan yang dilakukan, pasti akan mendapat balasan dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam Al-Qur'an Surah Az-Zalzalah ayat 7-8:
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
Artinya: "Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-ya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya."
Imam An-Nawawi dalam syarah kitab Arba'in menjelaskan ada beberapa macam amal berdasarkan bentuk balasan yang akan diterima, yakni:
Dua amalan yang memastikan. Dalam hal ini merupakan iman dan kufur. Barangsiapa yang meninggal masih dalam keadaan beriman dan tidak menyekutukan-Nya, maka akan masuk ke dalam surga.
Amalan yang dilakukan mendapat balasan yang sepadan. Yang dimaksud dalam hal ini adalah keburukan. Bila seseorang melakukan satu kejelekan, maka akan mendapat balasan satu kali. Bila melakukannya dua kali, maka mendapat balasannya dua kali.
Amalan yang baru diniatkan sudah mendapat satu kebaikan. Saat seseorang sudah memiliki keinginan untuk melakukan suatu kebaikan, kemudian membatalkannya karena suatu alasan, ia tetap mendapat balasan satu kebaikan.
Amalan yang dibalas sepuluh kali lipat. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 160 yang artinya, "Barang siapa yang datang dengan membawa satu kebaikan maka baginya sepuluh kali lipat kebaikan tersebut."
Amalan yang dibalas 700 kali lipat. Dalam hal ini, amalan yang dimaksud adalah menginfakkan hartanya di jalan Allah.
Amalan yang pahalanya hanya diketahui oleh Allah SWT. Amalan ini adalah puasa. Imam muslim meriwayatkan sebuah hadits di mana Allah SWT berfirman yang artinya, "Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.
Amalan yang Pahalanya Tetap Mengalir Meski Telah Meninggal
Di antara balasan kebaikan yang amat agung adalah amalan yang pahalanya terus mengalir sebagai bentuk investasi akhirat, meskipun pelakunya telah berpulang ke rahmatullah.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda "Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya." (HR. Muslim)
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad SAW bersabda ada 7 jenis amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun sang pemilik amal telah meninggal dunia.
7 amal tersebut adalah:
Orang yang mengajarkan ilmu
Orang yang mengalirkan (mengeruk atau meluaskan) sungai
Orang yang menggali sumur
Orang yang menanam pohon kurma
Orang yang membangun masjid
Orang yang mewariskan mushaf
Orang yang meninggalkan anak keturunannya yang memintakan ampunan baginya sepeninggal kematiannya.
(lus/lus)
