Hadits tentang Maulid Nabi Muhammad SAW, Adakah Dalil Khusus Peringatan Maulid?

Hadits tentang Maulid Nabi Muhammad SAW, Adakah Dalil Khusus Peringatan Maulid?

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 18 Agu 2026 17:00 WIB
The inscription Muhammad ,wooden , carved. Architecture in Islam.
Foto: iStock
Jakarta -

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW umumnya diisi dengan pembacaan shalawat, kajian sirah Nabi, membaca Al-Qur'an, bersedekah, hingga berbagai tradisi keagamaan di masyarakat.

Adakah hadits yang secara khusus memerintahkan umat Islam untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW?

Tidak terdapat hadits sahih yang secara eksplisit memerintahkan umat Islam untuk mengadakan perayaan Maulid Nabi pada tanggal tertentu. Meski demikian, terdapat sejumlah hadits yang berbicara tentang kelahiran Nabi, kecintaan kepada Rasulullah SAW, membaca shalawat, serta amalan yang dilakukan beliau pada hari kelahirannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadits Nabi tentang Hari Kelahirannya

Salah satu hadits yang paling sering dikaitkan dengan Maulid Nabi adalah hadits tentang puasa Senin.

ADVERTISEMENT

Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa pada hari Senin. Beliau menjawab:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ - أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

Artinya: "Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku." (HR Muslim)

Hadits tersebut diriwayatkan dari Abu Qatadah al-Anshari RA. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan alasan beliau berpuasa pada hari Senin, salah satunya karena hari itu merupakan hari kelahiran beliau.

Hadits tentang Mencintai Nabi Muhammad SAW

Pembahasan Maulid Nabi juga erat kaitannya dengan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dikutip dari buku Fikih di Medsos: Antara Teks, Konteks, dan Akal Sehat karya M. Nadi el-Madani dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Artinya:"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits tentang Bershalawat kepada Nabi SAW

Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam QS Al-Ahzab ayat 56.

Adapun dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

Artinya: "Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR Muslim)

Hadits tentang Meneladani Rasulullah SAW

Maulid Nabi SAW juga dapat menjadi cara untuk mengingat kembali akhlak Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Artinya: "Sungguh, pada diri Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu." (QS Al-Ahzab: 21)

Ayat tersebut bukan hadits, tetapi menjadi salah satu landasan penting dalam pembahasan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Aisyah RA ketika ditanya mengenai akhlak Rasulullah SAW menjawab:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

Artinya: "Akhlak beliau adalah Al-Qur'an." (HR Muslim)

Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Mengutip buku Fiqh Ibadah: Pendekatan Kontekstual di Era Modern karya Bagus Ramadi dan Hasbiah Tunnaim Harahap, merujuk buku As-Suyuthi dalam Al-Hawi lil Fatawi menyebutkan:

"Hukum asal peringatan maulid adalah bid'ah yang belum pernah dinukil dari kaum Salaf saleh yang hidup pada tiga abad pertama, tetapi demikian peringatan maulid mengandung kebaikan dan lawannya, jadi barang siapa dalam peringatan maulid berusaha melakukan hal-hal yang baik saja dan menjauhi lawannya (hal-hal yang buruk), maka itu adalah bid'ah hasanah."

Al-Hafidz Ibn Hajar juga mengatakan: "Dan telah nyata bagiku dasar pengambilan peringatan Maulid di atas dalil yang tsabit (Shahih)."

Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani dalam Mafahim Yajibu An-Tushahha mengatakan:

"Bahwa sesungguhnya mengadakan maulid Nabi SAW merupakan suatu tradisi dari tradisi-tradisi yang baik, yang mengandung banyak manfaat dan faidah yang kembali kepada manusia, sebab adanya karunia yang besar. Oleh karena itu dianjurkan dalam syara' dengan serangkaian pelaksanaannya."

Jika ditarik benang merah dari pendapat para ulama di atas, dapat disimpulkan bahwa perayaan maulid Nabi SAW hanya formatnya yang baru, sedangkan isinya merupakan ibadah-ibadah yang telah diatur dalam Al-Qur'an dan hadits.

Wallahu a'lam.



(dvs/inf)
Maulid Nabi

Maulid Nabi

135 konten
Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi satu hari besar Islam yang jatuh pada September 2024. Peristiwa penting dalam sejarah Islam ini dilakukan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads