Surah Ad-Dhuha Diturunkan untuk Hibur dan Lapangkan Hati Nabi Muhammad

Surah Ad-Dhuha Diturunkan untuk Hibur dan Lapangkan Hati Nabi Muhammad

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Rabu, 12 Agu 2026 12:30 WIB
Ilustrasi membaca Al-quran (quran).
Ilustrasi ayat Al-Qur'an. Foto: Freepik
Jakarta -

Sebagaimana surah-surah Al-Qur'an lainnya, Surah Ad-Dhuha juga memiliki sebab turunnya atau asbabun nuzul. Surah ke-93 dalam Al-Qur'an yang terdiri atas 11 ayat ini mengisahkan masa-masa kesedihan dan kegundahan Nabi Muhammad SAW selama beberapa waktu.

Asbabun Nuzul Surah Ad-Dhuha

Sebab diturunkannya Surah Ad-Dhuha merujuk pada peristiwa terhentinya wahyu atau fatratul wahyi selama beberapa waktu. Pada saat itu, Malaikat Jibril tak kunjung datang menemui Rasulullah SAW membawa firman Allah SWT.

Asy-Syaikhani dan lainnya meriwayatkan dari Jundub sebagaimana disebutkan dalam buku Asbabun Nuzul Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al-Qur'an karya Imam As-Suyuthi, dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW merasakan sakit sehingga tidak mampu bangun selama sekitar satu atau dua malam. Kemudian datanglah seorang perempuan kepada beliau dan berkata,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wahai Muhammad, aku berpandangan bahwa setanmu (yang dimaksud adalah Malaikat Jibril) telah meninggalkanmu." Maka Allah menurunkan ayat, "Demi waktu dhuha (matahari sepenggalan naik) dan demi waktu malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkanmu dan tiada (pula) benci kepadamu, dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan."

Turunnya Ad-Dhuha Membuat Rasulullah SAW Gembira

Ketika Surah Ad-Dhuha turun, dikisahkan bahwa Rasulullah SAW merasakan kegembiraan. Kembali merujuk pada buku Asbabun Nuzul Sebab-Sebab Turunnya Ayat Al-Qur'an karya Imam As-Suyuthi, disebutkan Al-Hakim, Al-Baihaqi dalam Ad-Dala'il, Ath-Thabarani, dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas sebagai berikut:

ADVERTISEMENT

"Diperlihatkan kepada Rasulullah SAW tentang apa yang terbuka untuk umatnya, terbunuhnya orang kafir satu demi satu, dan kota demi kota. Maka hal itu membuat beliau gembira. Maka Allah menurunkan ayat, 'Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.'"

Bacaan Lengkap Surah Ad-Dhuha

وَالضُّحٰىۙ ۝١

Latin: wadl-dhuḫâ

Artinya: "Demi waktu dhuha (matahari sepenggalan naik)"

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ۝٢

Latin: wal-laili idzâ sajâ

Artinya: "dan demi waktu malam apabila telah sunyi,"

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ۝٣

Latin: mâ wadda'aka rabbuka wa mâ qalâ

Artinya: "Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu."

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ۝٤

Latin: wa lal-âkhiratu khairul laka minal-ûlâ

Artinya: "Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia)."

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ۝٥

Latin: wa lasaufa yu'thîka rabbuka fa tardlâ

Artinya: "Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida."

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ ۝٦

Latin: a lam yajidka yatîman fa âwâ

Artinya: "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);"

وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ ۝٧

Latin: wa wajadaka dlâllan fa hadâ

Artinya: "mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);"

وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ ۝٨

Latin: wa wajadaka 'â'ilan fa aghnâ

Artinya: "dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?"

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ ۝٩

Latin: fa ammal-yatîma fa lâ taq-har

Artinya: "Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang."

وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ ۝١٠

Latin: wa ammas-sâ'ila fa lâ tan-har

Artinya: Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik."

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْࣖ ۝١١

Latin: wa ammâ bini'mati rabbika fa ḫaddits

Artinya: "Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur)."

Keutamaan Surah Ad-Dhuha

Surah Ad-Dhuha diturunkan untuk menghibur kegundahan dan menghadirkan kelapangan hati Rasulullah SAW. Dalam Anwarut Tanzil wal Asrarut Ta'wil, Al-Baidhawi mencantumkan riwayat dari Nabi Muhammad SAW:

"Siapa saja membaca surah ad-Dhuha maka Allah akan menjadikanya orang yang ridhai oleh Nabi untuk diberikan syafaat kepadanya 10 kebaikan, Allah mencatat kebaikan untuknya sebanyak anak yatim dan orang yang meminta-minta."

Riwayat tersebut menerangkan keutamaan membaca Surah Ad-Dhuha, berupa keridaan Nabi Muhammad SAW untuk memberikan syafaat serta dicatatkan kebaikan.



(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads