17 Hari Jelang Muktamar, Begini Kesiapan Tambakberas Sambut Muktamirin

17 Hari Jelang Muktamar, Begini Kesiapan Tambakberas Sambut Muktamirin

Lusiana Mustinda - detikHikmah
Senin, 10 Agu 2026 18:30 WIB
Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus dikebut. Memasuki 17 hari sebelum pelaksanaan, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, turun langsung memastikan kesiapan tempat tinggal para muktamirin.
Foto: PBNU
Jakarta -

Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus dikebut. Memasuki 17 hari sebelum pelaksanaan, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, turun langsung memastikan kesiapan tempat tinggal para muktamirin.

Menurut keterangan tertulis yang diterima detikHikmah pada Senin (10/8/2026), Gus Ipul mengecek kesiapan kamar peserta Muktamar NU di Tower 5 Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA). Ia didampingi Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq.

Tak hanya melakukan pengecekan, Gus Ipul juga ikut turun tangan menyiapkan kamar. Ia bersama Gus Rozaq menempelkan stiker pembagian kamar bagi muktamirin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya juga terlihat merapikan kasur yang disusun di sejumlah ruang kelas kampus. Cover kasur dan sarung bantal dipasang satu per satu sebagai bagian dari persiapan menyambut para peserta Muktamar NU.

Usai memastikan kesiapan kamar, Gus Ipul memimpin apel panitia yang akan bertugas melayani para muktamirin. Ia kemudian berdiskusi bersama jajaran panitia lokal untuk memastikan seluruh kebutuhan Muktamar NU telah dipersiapkan dengan baik.

ADVERTISEMENT

Bagi Gus Ipul, Muktamar ke-35 NU memiliki makna khusus. Sebab, muktamar kali ini digelar di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang memiliki hubungan erat dengan sejarah para pendiri NU.

"Kita kembali ke pangkuan muassis. Karena itu, mari kerahkan seluruh kemampuan kita. Kita berharap dari muktamar ini mendapatkan keberkahan," kata Gus Ipul.

Ia mengapresiasi kerja keras panitia lokal yang mempersiapkan Muktamar NU dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, lokasi Muktamar NU baru ditetapkan sekitar 50 hari sebelum acara berlangsung.

Kini, waktu persiapan semakin dekat dengan hari pelaksanaan. "Sekarang tinggal 17 hari lagi. Tetapi karena kerja sama dan kerja keras seluruh panitia, hari ini kita optimistis, insyaallah kita sangat siap," ujarnya.

Muktamar ke-35 NU akan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. PBNU juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk membuka Muktamar pada 27 Agustus.

"Insyaallah presiden datang untuk membuka muktamar pada tanggal 27 Agustus," tutur Gus Ipul.

Bersamaan dengan persiapan muktamar, Gus Ipul juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jombang, khususnya warga yang tinggal di sekitar pesantren dan lokasi kegiatan. Kedatangan muktamirin serta warga NU dari berbagai daerah diperkirakan membuat aktivitas dan mobilitas di Jombang meningkat selama muktamar berlangsung.

"PBNU memohon maaf jika nanti selama penyelenggaraan muktamar ada pengalihan lalu lintas atau mungkin menimbulkan kemacetan. Kami mohon maaf kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar pesantren," kata Gus Ipul.

Ia memperkirakan bukan hanya peserta resmi muktamar yang akan hadir. Warga NU dari berbagai daerah juga diprediksi datang ke Jombang untuk ikut menyemarakkan forum tertinggi lima tahunan NU tersebut.

Gus Ipul pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu persiapan muktamar, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Jombang, hingga masyarakat sekitar pesantren.

"Kami berterima kasih kepada kepolisian, pemerintah daerah, gubernur, bupati, dan terutama masyarakat di sekitar pesantren yang sejak awal ikut membantu dan mendukung persiapan muktamar," ujarnya.

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq mengajak seluruh panitia memaknai kesempatan menjadi tuan rumah muktamar sebagai momentum untuk berkhidmat kepada para kiai dan ulama.

Menurutnya, menjadi tuan rumah muktamar di Tambakberas merupakan kesempatan yang sangat berharga dan belum tentu kembali dalam waktu dekat.

"Seratus tahun lagi belum tentu muktamar kembali ke Tambakberas. Maka dari itu, mari kita serius melayani para ulama. Niatnya ditata, niat yang ikhlas," kata Gus Rozaq.

Ia menilai Muktamar ke-35 NU akan membuat Tambakberas menjadi perhatian warga Nahdliyin dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri.

"Seluruh dunia akan memandang Tambakberas. Karena itu, mari kita tunjukkan pelayanan terbaik kita kepada para kiai, ulama, dan seluruh muktamirin," pungkasnya.



(lus/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads