20 Negara Muslim Bahas Hukuman Kolektif untuk Israel

20 Negara Muslim Bahas Hukuman Kolektif untuk Israel

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 06 Agu 2026 14:45 WIB
Turkeys Foreign Minister Hakan Fidan speaks during a press conference following the inaugural meeting of the Balkans Peace Platform, a Turkish-led initiative aimed at fostering dialogue and cooperation across the Western Balkans, in Istanbul, Turkey, July 26, 2025. REUTERS/Murad Sezer/File Photo Purchase Licensing Rights
Menlu Turki Hakan Fidan. Foto: REUTERS/Murad Sezer/File Photo Purchase Licensing Rights
Jakarta -

Tak kurang dari 20 negara muslim membahas hukuman kolektif terhadap Israel terkait pelanggaran terbarunya di masjid Al Aqsa baru-baru ini. Melalui pertemuan tingkat menteri yang digelar di Amman, Yordania, Rabu (5/8/2026) ditekankan bahwa krisis regional tidak boleh mengalihkan perhatian internasional dari perkembangan situasi di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Keterangan tersebut dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Turki yaitu Hakan Fidan. Usai pertemuan, ia berbicara kepada wartawan dan menyatakan para Menlu yang hadir secara khusus fokus membahas pelanggaran terbaru Israel yang menyasar Masjid Al Aqsa.

"Hari ini, kami menghadiri pertemuan yang sungguh bersejarah di Amman. Terjadi pertukaran pandangan yang serius. Negara-negara terkemuka di dunia Islam menyampaikan kekhawatiran sekaligus kemarahan mereka, sembari membahas langkah-langkah praktis, diplomatik, dan langkah lainnya yang perlu diambil," ujarnya dilansir dari situs TRT World, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penuturannya, perang yang sedang berlangsug di Teluk, dampak regional dan global akibat penutupan Selat Hormuz serta pergeseran perhatian internasional yang diakibatkannya tidak mengalihkan fokus utama para menlu yang hadir untuk membahas isu Palestina, Masjid Al Aqsa, Gaza hingga Tepi barat.

"Sebab kami tahu bahwa jika perhatian kita teralihkan ke satu isu saja, Israel akan lebih muda melakukan apa yang sedang mereka lakukan di Gaza, di Masjid Al Aqsa, terkait isu Yerusalem dan di Tepi Barat," sambung Fidan.

ADVERTISEMENT

Menlu turki itu menegaskan kembali peran historis dan hukum Yordania sebagai penjaga situs-situs suci di Yerusalem Timur dan menyatakan Turki memandang Masjid Al Aqsa sebagai salah satu situs suci miliknya sendiri.

"Presiden kami (Erdogan), pemerintah kami, negara kami dan masyarakat kami memandang Masjid Al Aqsa sebagai salah satu tempat suci kami sendiri. Setiap pelanggaran yang ditujukan terhadapnya, dianggap sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai bangsa kami," tegas Fidan.

Dia menambahkan Turki dan Yordania telah menyampaikan pesan solidaritas terkait Yerusalem dan Al Aqsa dalam pertemuan tersebut.



(aeb/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads