Perbedaan Idgham Bilaghunnah dan Idgham Bighunnah

Perbedaan Idgham Bilaghunnah dan Idgham Bighunnah

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 06 Agu 2026 11:45 WIB
Ilustrasi membaca Al-Quran
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Ilmu tajwid menjadi salah satu ilmu yang penting dipelajari oleh setiap muslim agar dapat membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Salah satu hukum tajwid yang sering dijumpai saat membaca Al-Qur'an adalah idgham, yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu idgham bighunnah dan idgham bilaghunnah.

Meski sama-sama termasuk hukum bacaan nun sukun (نْ) atau tanwin (ــًــٍــٌ), keduanya memiliki cara membaca yang berbeda. Perbedaan utama terletak pada ada atau tidaknya dengung (ghunnah) ketika huruf dibaca.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Idgham dalam Ilmu Tajwid

Dikutip dari buku Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an karya Dr. Taubatan Nasuha, M.Pd., secara bahasa, idgham berarti memasukkan atau meleburkan. Dalam istilah ilmu tajwid, idgham adalah memasukkan bunyi nun sukun atau tanwin ke dalam huruf setelahnya sehingga dibaca menyatu.

Hukum idgham berlaku apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari enam huruf idgham, yaitu:

ADVERTISEMENT

ي، ر، م، ل، و، ن (Ya, Ra, Mim, Lam, Wau, Nun).

Keenam huruf tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yakni idgham bighunnah dan idgham bilaghunnah.

Apa Itu Idgham Bighunnah?

Idgham bighunnah adalah hukum bacaan ketika nun sukun atau tanwin bertemu salah satu dari empat huruf berikut:

ي (ya), ن (nun), م (mim), و (wau).

Kata bighunnah berarti "dengan dengung". Karena itu, bacaan nun sukun atau tanwin dilebur ke huruf setelahnya sambil didengungkan selama kurang lebih dua harakat.

Huruf Idgham Bighunnah

Huruf-hurufnya mudah diingat melalui lafaz:

يَنْمُو(Yanmu)

yang terdiri atas:

Ya (ي)
Nun (ن)
Mim (م)
Wau (و)

Cara Membaca

- Nun sukun atau tanwin dilebur ke huruf berikutnya.
- Dibaca dengan dengung (ghunnah).
- Lama dengung sekitar dua harakat.

Contoh Idgham Bighunnah

1. مِنْ وَرَائِهِمْ

Dibaca: miw warā'ihim (nun melebur ke huruf wau dengan dengung).

2. غَفُورٌ وَدُودٌ

Tanwin bertemu wau sehingga dibaca dengan dengung.

3. مَنْ يَقُولُ

Nun sukun bertemu ya, dibaca melebur dengan dengung.

4. هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Perlu diperhatikan bahwa apabila tanwin bertemu lam dalam satu contoh seperti ini, yang berlaku adalah idgham bilaghunnah. Contoh ini tidak termasuk bighunnah.

Apa Itu Idgham Bilaghunnah?

Idgham bilaghunnah adalah hukum bacaan ketika nun sukun atau tanwin bertemu salah satu dari dua huruf berikut:

Lam (ل)
Ra (ر)

Kata bilaghunnah berarti "tanpa dengung". Artinya, bacaan nun sukun atau tanwin langsung dilebur ke huruf lam atau ra tanpa suara dengung.

Cara Membaca

- Nun sukun atau tanwin dilebur ke huruf berikutnya.
- Tidak didengungkan.
- Dibaca langsung dengan jelas mengikuti bunyi huruf lam atau ra.

Contoh Idgham Bilaghunnah

1. مِنْ رَبِّهِمْ

Nun sukun bertemu ra sehingga dibaca melebur tanpa dengung.

2. مِنْ لَدُنْهُ

Nun sukun bertemu lam.

3. غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Tanwin bertemu ra.

4. هُدًى لِّلنَّاسِ

Tanwin bertemu lam sehingga dibaca tanpa dengung.

Kapan Hukum Idgham Berlaku?

Merujuk buku Ilmu Tajwid: Teori dan Praktik dalam Pembelajaran Al-Qur'an karya Dr. Rita Aryani, M.M., hukum idgham berlaku apabila memenuhi syarat berikut:

1. Ada nun sukun (نْ) atau tanwin.
2. Bertemu salah satu huruf idgham.
3. Pertemuan terjadi pada dua kata yang berbeda.

Apabila nun sukun dan huruf idgham berada dalam satu kata, maka umumnya tidak dibaca idgham, melainkan berlaku hukum izhar mutlak. Contohnya terdapat pada kata:

الدُّنْيَا
بُنْيَان
صِنْوَان
قِنْوَان

Pada kata-kata tersebut, bunyi nun tetap dibaca jelas dan tidak dilebur.

Cara Mudah Mengingat Perbedaannya

Agar lebih mudah menghafal, gunakan cara berikut:

Idgham Bighunnah = yanmu (يَنْمُو) → ada dengung.
Idgham Bilaghunnah = Lam dan Ra → tanpa dengung.

Semakin sering membaca Al-Qur'an sambil memperhatikan hukum tajwid, semakin mudah pula membedakan kedua jenis idgham tersebut.



(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads