Doa merupakan senjata paling ampuh yang dimiliki seorang muslim ketika daya dan upaya sudah semaksimal mungkin dikerahkan. Menengadahkan kedua tangan dan memohon penuh kesabaran menjadi bentuk paling pasrah seorang makhluk yang hanya bergantung kepada Sang Maha Kuasa.
Allah SWT menjanjikan akan mengabulkan setiap permohonan hamba-Nya yang berdoa. firman-Nya dalam surah Ghafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina."
Tidak jarang rasa gelisah dan putus asa menghampiri ketika doa yang dipanjatkan belum membuahkan hasil. Keterlambatan ini bukan semata karena Allah SWT abai pada permohonan hamba-Nya, tetapi ada penghalang terkabulnya doa yang berasal dari perbuatan manusia itu sendiri.
Hal-hal yang Menjadi Penghalang Terkabulnya Doa
Penghalang terkabulnya doa berasal dari perilaku seorang hamba yang menghambat terangkatnya doa menuju hadirat Ilahi. Berdasarkan buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah karya Muhammad Syafie, berikut lima perbuatan yang menjadi penghalang utama terkabulnya doa:
Menggunakan dan Menikmati Harta Haram
Merujuk buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan karya Deni Lesmana, harta haram selain berbuah dosa juga menjadi alasan penghalang terkabulnya doa. Janganlah seorang hamba begitu mencintai hal yang bersifat duniawi seperti harta.
Menghalalkan segala cara dengan mencari harta hasil riba, korupsi, penipuan, maupun manipulasi hak orang lain menjadi dinding tebal yang menjadi penghalang doa.
Terus-Menerus Berbuat Maksiat Tanpa Tobat
Perilaku maksiat yang dikerjakan secara sadar tanpa diiringi penyesalan dan istigfar akan menggelapkan hati nurani. Sebagaimana ketakwaan yang dapat memudahkan urusan, kemaksiatan menjadi sebab dipersulitnya segala urusan.
Hati yang tertutup hitam dosa sulit menghadirkan kekhusyukan dan ketulusan batin yang menjadi syarat utama mustajabnya sebuah doa. Sebagaimana Rasulullah bersabda,
"Seorang mukmin jika berbuat satu dosa,maka ternodalah hatinya dengan senoktah warna hitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali puttih bersih." (HR. Tirmidzi)
Mengonsumsi Makanan dan Minuman Haram
Merujuk buku Formulasi Doa Mustajab karya Wahyu Agam, apa yang masuk ke dalam perut menjadi daging dan darah yang memengaruhi kepekaan rohani. Allah SWT telah mengatur begitu banyak kebaikan, salah satunya dengan mengharamkan makanan dan minuman yang zatnya dapat berbahaya bagi kesehatan.
Rasulullah SAW mengisahkan seorang lelaki berambut masai dan berdebu yang menengadahkan tangan ke langit sembari berdoa memanggil Rabbnya, namun doanya ditolak lantaran apa yang ia makan dan minum serta pakaian yang dikenakannya berasal dari perkara haram.
Berbuat Zalim kepada Orang Lain
Masih dalam sumber yang sama, bentuk kezaliman dengan merampas hak orang lain atau mencemarkan nama baik, dan menindas pihak yang lemah dapat mengundang kemurkaan Allah SWT. Sementara orang yang terzalimi doanya langsung menembus arasy tanpa perantara, doa dari sang pelaku kezaliman justru tertahan selama ia belum meminta maaf dan mengembalikan hak orang yang disakitinya.
Memutus Tali Silaturahmi
Memutus tali silaturahmi juga dapat menjadi penghalang terkabulnya doa. Menyambung tali silaturahmi merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Sebagaimana Rasulullah SAW sampaikan bahwa keutamaan menyambung tali silaturahmi adalah dimudahkan rezeki dan dipanjangkan umur.
Bagi orang yang menyimpan dendam, enggan bertegur sapa, dan sengaja meretakkan hubungan persaudaraan merupakan dosa besar. Rasulullah SAW menegaskan bahwa rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang di dalamnya terdapat orang yang memutus tali kekerabatan.
Selain lima penghalang tersebut, ada pula beberapa hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan secara langsung. Hal ini dijelaskan dalam buku Kumpulan Lengkap Doa Sehari-Hari karya Annisa Salsabila:
- Berdoa untuk sesuatu yang tidak baik
- Hati kosong dan tidak serius
- Meninggalkan serta lalai dalam melakukan perbuatan baik
- Digantikan dengan sesuatu yang lebih baik
- Ditunda waktunya
Wallahu a'lam.
