Sebelum membaca Al-Qur'an, setiap muslim dianjurkan untuk memahami ilmu tajwid agar setiap huruf dilafalkan sesuai makhraj dan sifatnya. Tajwid bukan sekadar memperindah bacaan, tetapi juga menjadi pedoman agar ayat-ayat Al-Qur'an dibaca dengan benar sehingga maknanya tidak berubah.
Dalam hadits dijelaskan, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik kamu sekalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur'an." (HR Bukhari)
Karena itu, mempelajari hukum tajwid merupakan bagian penting dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur'an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk buku Belajar Tajwid untuk Pemula karya Zaki Zamani dijelaskan, menurut bahasa, tajwid berarti "memperbaiki" atau "membuat baik". Sedangkan secara istilah, tajwid diartikan membaca Al-Qur'an dengan memenuhi hak-hak setiap huruf, baik dari segi makhraj ataupun sifatnya, memenuhi hak-hak setiap hukum bacaan yang timbul akibat pertemuan huruf-huruf tersebut.
Dalam ilmu tajwid terdapat berbagai hukum bacaan yang mengatur cara melafalkan huruf ketika bertemu dengan huruf lain. Beberapa di antaranya berkaitan dengan nun sukun dan tanwin, mim sukun, idgham, qalqalah, hingga mad.
Berikut 15 hukum tajwid yang wajib diketahui beserta pengertian, cara membaca, dan contohnya.
15 Hukum Tajwid
1. Izhar
Mengutip buku Pintar Membaca Al-Quran Tanpa Guru karya H. Subhan Nur, Lc, izhar secara bahasa berarti "jelas". Hukum ini berlaku ketika nun sukun (نْ) atau tanwin bertemu dengan salah satu dari enam huruf, yaitu hamzah (ء), ha (هـ), ha (ح), kha (خ), ain (ع), dan ghain (غ).
Pada kondisi ini, nun sukun atau tanwin dibaca dengan jelas tanpa dengung.
Contoh:
مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ
Arab latin: Mā agnā 'an-hu (QS Al Lahab ayat 2).
2. Iqlab
Iqlab berarti mengganti bunyi suatu huruf menjadi huruf lain. Hukum ini terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ba (ب). Cara membacanya ialah mengubah bunyi nun menjadi mim mati yang dibaca samar disertai dengung. Tanda iqlab biasanya ditandai dengan mim kecil pada mushaf.
Contoh:
مِنْۢ بَعْدِ
Arab latin: mimm ba'di (QS Al Bayyinah ayat 4).
3. Ikhfa
Ikhfa berarti menyamarkan bacaan. Hukum ini berlaku apabila nun sukun atau tanwin bertemu salah satu dari 15 huruf ikhfa, sehingga bunyinya dibaca samar dengan dengung selama sekitar dua hingga tiga harakat.
Contoh:
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ
Arab latin: Laqad khalaqnal-ingsāna (QS At Tin ayat 4).
4. Idgham Bilaghunnah
Idgham bilaghunnah berlaku ketika nun sukun atau tanwin bertemu huruf lam (ل) atau ra (ر). Bacaan dilebur ke huruf berikutnya tanpa dengung.
Contoh:
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ
Arab latin: Wa lam yakul lahụ (QS Al Ikhlas ayat 4).
5. Idgham Bighunnah
Hukum ini berlaku apabila nun sukun atau tanwin bertemu salah satu dari empat huruf, yaitu ya (ي), nun (ن), mim (م), dan wau (و). Cara membacanya adalah meleburkan bacaan disertai dengung.
Contoh:
أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ
Arab latin: Abī lahabiw wa tabb (QS Al Lahab ayat 1).
6. Ikhfa Syafawi
Ikhfa syafawi termasuk hukum mim sukun. Hukum ini berlaku ketika mim mati bertemu huruf ba (ب). Cara membacanya adalah dengan bibir tertutup, suara samar, dan disertai dengungan.
Contoh:
تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ
Arab latin: Tarmīhim biḥijāratim (QS Al Fil ayat 4).
7. Izhar Syafawi
Izhar syafawi berlaku saat mim sukun bertemu seluruh huruf hijaiyah selain mim dan ba. Mim mati dibaca jelas dengan kedua bibir tertutup sempurna.
Contoh:
أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
Arab latin: An'amta 'alaihim (QS Al Fatihah ayat 7).
8. Idgham Mimi
Idgham mimi atau idgham mutamasilain berlaku apabila mim sukun bertemu huruf mim. Bacaan dilebur menjadi mim bertasydid dan dibaca dengan dengung.
Contoh:
ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ
Arab latin: Allażī aṭ'amahum min jụ'iw (QS Quraisy ayat 4).
9. Idgham Mutamathilain
Idgham mutamathilain terjadi ketika dua huruf yang memiliki makhraj dan sifat sama bertemu. Cara membacanya ialah meleburkan huruf pertama ke huruf kedua sehingga terdengar seperti satu huruf bertasydid.
Contoh:
بَل لَّا تُكْرِمُ
Arab latin: bal lā tukrimụ (QS Al Fajr ayat 17).
10. Idgham Mutaqaribain
Hukum ini berlaku ketika dua huruf yang makhraj dan sifatnya hampir sama bertemu, seperti lam dengan ra atau kaf dengan qaf. Bacaan dilebur sesuai kaidah tajwid.
Contoh:
فَقُل رَّبُّكُمْ
Arab latin: Fa qur rabbukum (QS Al An'am ayat 147).
11. Idgham Mutajanisain
Idgham mutajanisain terjadi apabila dua huruf yang memiliki makhraj sama namun sifat berbeda bertemu dalam satu kalimat. Bacaan huruf pertama dilebur ke huruf berikutnya.
Contoh:
فَلَمَّا اَثْقَلَتْ دَعَوَ اللهَ رَبَّهُمَا
Arab latin: Fa lammā aṡqalad da'awallāha rabbahumā (QS Al A'raf ayat 189).
12. Qalqalah Sughra
Qalqalah adalah hukum bacaan yang menghasilkan bunyi pantulan pada huruf ba, jim, dal, tha, dan qaf ketika berada dalam kondisi tertentu. Qalqalah dibagi menjadi dua jenis yakni qalqalah sughra dan qalqalah kubra.
Qalqalah sughra terjadi apabila huruf qalqalah berada di tengah ayat sehingga pantulannya terdengar ringan.
Contoh:
رَزَقْنَٰهُمْ
Arab latin: razaqnāhum (QS Al Baqarah ayat 3).
13. Qalqalah Kubra
Terjadi ketika huruf qalqalah berada di akhir ayat atau dibaca waqaf sehingga pantulannya lebih kuat.
Contoh:
وَٱلْيَوْمِ ٱلْمَوْعُودِ
Arab latin: Wal-yaumil-mau'ụd (QS Al Buruj ayat 2).
14. Mad Thabi'i
Mad thabi'i atau mad asli merupakan bacaan panjang dasar dalam ilmu tajwid. Hukum ini berlaku pada alif setelah fathah, ya sukun setelah kasrah, atau wau sukun setelah dammah. Bacaan dipanjangkan sesuai ketentuan mad asli.
Contoh:
بِّ ٱلنَّاسِ
Arab latin: Birabbin-nās (QS An Nas ayat 1).
15. Mad Far'i
Mad far'i merupakan bacaan panjang yang melebihi mad asli karena adanya hamzah atau sukun. Panjang bacaan disesuaikan dengan jenis mad yang terdapat pada ayat.
Contoh:
ءَآللَّهُ خَيْرٌ
Arab latin: Allāhu khairun (QS An Naml ayat 59).

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
MUI Minta Pembayaran Zakat Diakui sebagai Pajak
1,7 Juta Muslim Italia Alami Diskriminasi, Sulit Membangun Masjid dan Pemakaman