Serangan bermotivasi kebencian di Rahma Islamic Center atau Pusat Islam Rahma di Winnipeg, Manitoba, Kanada sedang diselidiki oleh polisi setempat. Dikatakan, terdengar bunyi tembakan yang dilepaskan di gedung pada Rabu (29/7/2026) malam saat komunitas muslim sedang berada di dalam masjid.
Melalui pernyataan resminya yang dikutip Anadolu, Rahma Islamic Center menyebut dua orang menembak ke tempat tersebut dari sebuah kendaraan sebelum menggunakan senjata lain untuk memecahkan kaca gedung tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untungnya mereka tidak dapat memasuki tempat tersebut dan tidak ada yang terluka." tulis pernyataan pusat tersebut.
Orang-orang yang diyakini sebagai penyerang itu meneriakan hinaan rasial kepada para anggota komunitas yang sedang berkumpul di dalam Rahma Islamic Center.
"Serangan ini sangat mengguncang para sukarelawan, komunitas, anak-anak dan staf kami. Pusat kami ada untuk menyediakan tempat komunitas, rasa memiliki dan kedamaian," demikian bunyi pernyataan dari pusat tersebut.
Kepolisian Winnipeg sendiri menerima laporan kerusakan properti sekitar pukul 23.30 pada Rabu (29/7) waktu setempat.
"Beberapa jendela pecah dengan kerugian diperkirakan lebih dari $3.000 - atau sekitar $2.140 dalam dolar AS -," kata Konstabel Claude Chancy kepada media lokal.
Polisi juga menerima laporan sebelumnya tentang kendaraan yang melewati Pusat Islam Rahma sedangkan penumpangnya meneriakkan hinaan rasial kepada orang-orang di luar kendaraan tersebut. Unit kejahatan besar dan koordinator kejahatan kebencian departemen kepolisian sedang menyelidikinya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang diidentifikasi dan penangkapan juga belum dilakukan. Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengecam penembakan tersebut dan mengatakan dalam sebuah unggahan di platform media sosial AS terkait hal ini.
"Saya sangat terganggu mengetahui adanya tembakan yang dilepaskan di Pusat Islam Rahma di Winnipeg tadi malam. Tindakan Islamofobia yang penuh kekerasan ini mengerikan dan tidak memiliki tempat di Kanada," katanya menyatakan dukungan penuh kepada penegak hukum setempat untuk menemukan pelaku.
Menteri Keamanan Publik Kanada, Gary Anandasangaree juga mengutuk kejadian tersebut dan menyebutnya sebagai serangan yang sangat mengganggu.
"Islamofobia dan kebencian tidak memiliki tempat di Kanada da kita harus mengecamnya ketika kita melihatnya. Kami sendiri bersama komunitas muslim di Winnipeg dan di seluruh Kanada." tulisnya dalam unggahan di X.
Dewan Nasional Muslim Kanada mengatakan rekaman keamanan menunjukkan dua orang mendekati pusat tersebut dengan salah satu dari mereka tampak memukul dinding bangunan itu menggunakan benda tumpul. Lubang peluru juga ditemukan di jendela gedung.
(aeb/lus)

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam