Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan sekitar 100 ribu umat akan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, yang juga Ketua Pelaksana Zikir dan Doa Kebangsaan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk mengawali bulan kemerdekaan dengan doa dan zikir demi kebaikan bangsa.
"Doa adalah kekuatan moral bangsa. Ketika masyarakat berkumpul dalam satu majelis untuk berzikir dan bershalawat, kita sedang memperkuat persaudaraan sekaligus memohon agar Indonesia senantiasa diberi kedamaian, keadilan, dan kemakmuran," ujar Abu Rokhmad, seperti dikutip dari laman Kemenag, Kamis (30/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Abu Rokhmad, semangat itu tercermin dari antusiasme masyarakat yang diperkirakan akan memadati kawasan Monas. Sekitar 100 ribu peserta diproyeksikan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai elemen masyarakat melalui jaringan Kementerian Agama, mulai dari penyuluh agama, penghulu, pengurus masjid, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan Islam, komunitas pencinta selawat, hingga masyarakat umum.
"Kami berharap masyarakat datang bersama keluarga, sahabat, dan komunitasnya. Dari Monas kita panjatkan doa terbaik untuk Indonesia agar tetap berdaulat, adil, dan makmur. Semoga ikhtiar ini menjadi energi positif bagi bangsa dalam mengisi kemerdekaan," ungkapnya.
Selain menjadi wadah doa bersama bagi puluhan ribu umat, Zikir dan Doa Kebangsaan juga akan diisi dengan paduan suara, khataman Al-Qur'an, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, serta tilawah Al-Qur'an oleh Muhammad Zian Fahrezi.
Agar kegiatan berlangsung lancar, Abu Rokhmad memastikan seluruh persiapan terus dimatangkan melalui koordinasi lintas satuan kerja Kementerian Agama bersama berbagai instansi. Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai kebutuhan untuk peserta, termasuk pengamanan, layanan kesehatan, dan dukungan komunikasi publik agar acara berlangsung dengan tertib, aman dan khusyuk.
(inf/lus)
