Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengundang masyarakat, terutama yang berada di kawasan Jabodetabek, untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Rangkaian acara akan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari selawat kebangsaan hingga doa bersama lintas agama.
"Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026," ujar Menag, dikutip dari laman resmi Kemenag, Kamis (30/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara akan berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 21.30 WIB. Sementara itu, gerbang Monas dibuka lebih awal, yakni pukul 15.00 WIB melalui pintu masuk dengan security door di sisi utara dan selatan kawasan Monas.
Bagi peserta yang tidak memperoleh tempat di area utama, panitia telah menyiapkan layar LED di sejumlah titik agar seluruh masyarakat tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan.
Susunan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan
Adapun rangkaian kegiatan yang telah disiapkan, yaitu:
- Paduan suara dan khataman Al-Qur'an
- Salat Magrib berjemaah
- Penampilan hadrah
- Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf
- Tilawah Al-Qur'an oleh Muhammad Zian Fahrezi
- Doa bersama lintas agama untuk Indonesia
Dalam sesi doa bersama, perwakilan tokoh dari enam agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, akan memimpin doa untuk Indonesia agar menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
Imbauan bagi Masyarakat yang Hadir
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini, panitia mengimbau peserta mengenakan pakaian putih, membawa perlengkapan salat yang praktis, serta menghindari membawa barang secara berlebihan.
Selain itu, demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, peserta tidak diperbolehkan membawa bayi atau balita, benda tajam, senjata api, petasan, maupun barang berbahaya lainnya.
Untuk menunjang kebutuhan peserta selama acara berlangsung, panitia juga menyediakan fasilitas pendukung berupa ratusan toilet serta area wudhu yang dilengkapi sekitar 1.000-1.500 keran air.
Kemenag berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan antarumat beragama serta menumbuhkan semangat persatuan dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.
(inf/lus)

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam