Siapa yang Dimaksud Ulil Amri dalam Surat An-Nisa Ayat 59?

Siapa yang Dimaksud Ulil Amri dalam Surat An-Nisa Ayat 59?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 30 Jul 2026 11:15 WIB
Wanita membaca Al-Quran.
Ilustrasi membaca Al-Qur'an (Foto: RDNE Stock Project/Pexels)
Jakarta -

Surat An-Nisa ayat 59 berisi tentang perintah taat dan patuh kepada Allah SWT, rasul-Nya serta Ulil Amri. An-Nisa sendiri merupakan surat ke-4 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 176 ayat.

Penamaan An-Nisa karena di dalamnya banyak menjelaskan tentang hukum fikih wanita. Walau demikian, beberapa kandungannya juga berisi ketaatan kepada Allah SWT dan sebagainya.

Berikut bacaan disertai tafsir pada surat An-Nisa ayat 59.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surat An-Nisa Ayat 59: Arab, Latin dan Artinya

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

ADVERTISEMENT

Yā ayyuhallażīna āmanū aṭī'ullāha wa aṭī'ur-rasụla wa ulil-amri mingkum, fa in tanāza'tum fī syai`in fa ruddụhu ilallāhi war-rasụli ing kuntum tu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhir, żālika khairuw wa aḥsanu ta`wīlā

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."

Tafsir Surat An-Nisa Ayat 59

Menurut Tafsir Kementerian Agama (Kemenag RI), surat An-Nisa ayat 59 berisi tentang perintah agar umat Islam taat dan patuh kepada Allah SWT, rasul-Nya, dan orang-orang yang memegang kekuasaan (Ulil Amri).

Demi terciptanya penetapan hukum yang adil dan bisa dijalankan dengan baik, maka perlu ketaatan terhadap siapa penetap hukum tersebut. Melalui surat An-Nisa ayat 59, Allah SWT memerintahkan kaum muslimin menaati putusan hukum yang secara hierarkis dimulai dari penetapan hukum Allah SWT.

"Taatilah perintah-perintah Allah dalam Al-Qur'an, dan taatilah pula perintah-perintah Rasul Muhammad, dan juga ketetapan-ketetapan yang dikeluarkan oleh Ulil Amri pemegang kekuasaan di antara kamu selama ketetapan-ketetapan itu tidak melanggar ketentuan Allah dan rasul-Nya," demikian bunyi tafsir surat An-Nisa ayat 59 dalam Tafsir Kemenag RI.

Kemudian, apabila muslim berbeda pendapat tentang suatu masalah yang tidak bisa dipertemukan maka kembalikanlah kepada nilai-nilai dan jiwa firman Allah SWT yaitu Al-Qur'an dan nilai-nilai serta jiwa tuntunan rasul dalam bentuk sunnahnya.

Siapa yang Dimaksud Ulil Amri pada An Nisa Ayat 59?

Masih dari Tafsir Kemenag RI, patuh terhadap ketentuan yang telah ditetapkan Ulil Amri dalam surat An-Nisa ayat 59 maksudnya orang-orang yag memegang kekuasaan di antara mereka. Jika mereka telah sepakat dalam satu hal, maka umat Islam berkewajiban melaksanakannya dengan syarat keputusan mereka tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadits.

Jika bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadits, maka tidak wajib ditaati atau dilaksanakan. Bahkan, wajib untuk ditentang karena tidak dibenarkan taat dan patuh pada sesuatu yang merupakan dosa atau maksiat kepada Allah SWT.

Menurut Tafsir At-Thabari susunan Abu Jafar Muhammad bin Jarir at-Thabari yang dinukil dari NU Online, ahli ta'wil berbeda pandangan tentang Ulil Amri. Satu kelompok ulama menyebut yang dimaksud dengan Ulil Amri adalah umara.

Namun, sebagian ulama menyebut ulil amri itu ahlil ilmi wal fiqh (mereka yang memiliki ilmu dan pengetahuan akan fiqih). Imam al-Mawardi dalam kitab Tafsir al-Mawardi menjelaskan ulil amri memiliki empat makna, yaitu:

1. Umara (pemimpin)

Umara disebut dengan pemimpin yang konotasinya untuk pemimpin keduniaan. Hal ini merujuk pada pendapat Ibn Abbas, as-Sady, dan, Abu Hurairah serta Ibn Zaid dengan melihat asbabun-nuzul (sebab turunnya ayat).

2. Ulama dan Fuqaha

Ulama dan fuqaha merujuk pada pendapat dari Jabir bin Abdullah, al-Hasan, Atha, dan Abi al-Aliyah.

3. Sahabat Rasulullah

Ulil Amri dinisbahkan khusus kepada sahabat-sahabat Rasulullah.

4. Dua Sahabat Rasulullah SAW

Terdapat 2 orang sahabat Rasulullah yaitu Abu Bakar dan Umar Ibnul Khattab.

Wallahu a'lam.



(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads