Lebih dari 4.200 pemukim Israel dan anggota kelompok sayap kanan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Kamis (24/7) saat peringatan Tisha B'Av, hari berkabung umat Yahudi untuk mengenang hancurnya dua Bait Suci Yahudi kuno yang diyakini pernah berdiri di lokasi tersebut.
Dilansir Al Jazeera, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir juga memasuki kompleks tersebut dengan pengawalan ketat polisi. Pemerintah Palestina di Yerusalem mencatat hingga Kamis siang sebanyak 4.288 warga Israel telah memasuki Masjid Al-Aqsa. Jumlah itu diperkirakan masih bertambah hingga sekitar 5.000 orang, melampaui peringatan Tisha B'Av pada tahun-tahun sebelumnya.
Di saat yang sama, pasukan Israel perketat penjagaan di seluruh pintu masuk Masjid Al-Aqsa dan membatasi akses warga Palestina. Menurut laporan Anadolu Ajansı, hanya sedikit warga Palestina yang berhasil melaksanakan salat Subuh sebelum aparat Israel menyerang sejumlah jemaah dan warga lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegubernuran Yerusalem juga menyebut para pemukim Israel melakukan ritual Talmud di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa, seperti bersujud, melantunkan doa, dan bernyanyi dengan suara keras.
Selain itu, Kegubernuran Yerusalem mengecam masuknya Ben-Gvir ke Masjid Al-Aqsa dan menyebut tindakan tersebut sebagai "eskalasi berbahaya" serta pelanggaran terhadap status historis dan hukum di kawasan itu.
Kegubernuran Yerusalem juga menegaskan bahwa kompleks Masjid Al-Aqsa merupakan tempat ibadah yang sepenuhnya diperuntukkan bagi umat Islam serta mendesak masyarakat internasional segera mengambil tindakan.
Israel telah menduduki Yerusalem Timur sejak Perang Arab-Israel 1967 dan mencaplok seluruh wilayah Yerusalem pada 1980. Langkah tersebut hingga kini tidak diakui oleh masyarakat internasional.
