Data terbaru yang dirilis mitra pemerintah untuk memantau kebencian terhadap muslim menunjukkan bahwa serangan terhadap masjid di Inggris terjadi setiap lima hari.
Dilansir dari situs Independent pada Kamis (23/7/2026), pemerintah pada awal tahun ini meningkatkan anggaran keamanan masjid menjadi 40 juta pound sterling. Inisiatif ini memungkinkan masjid mengajukan pendanaan untuk pemasangan CCTV, alarm, pagar, dan personel keamanan.
Organisasi British Muslim Trust (BMT) mencatat 70 serangan di tempat ibadah muslim seluruh negeri dalam 12 bulan menjelang Juli. Insiden-insiden tersebut berkisar dari vandalisme hingga intimidasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Organisasi tersebut juga menyoroti maraknya pelecehan bernuansa agama di media daring. BMT menyebut komunitas yang membagikan informasi mengenai serangan terhadap masjid di media sosial sering menerima ancaman pembunuhan dan intimidasi lainnya.
Kepala Eksekutif BMT, Akeela Ahmed, mengatakan sejumlah masjid harus menunggu hingga berbulan-bulan untuk menerima dana bantuan keamanan setelah mengalami serangan akibat lambatnya proses pencairan.
Karena itu, dia mengusulkan agar dana keamanan masjid senilai 40 juta pound sterling dialihkan dari Kementerian Dalam Negeri kepada pemerintah daerah, misalnya melalui otoritas wali kota, agar penyalurannya dapat berlangsung lebih cepat. Pemerintah menyatakan pihaknya berupaya memproses semua permohonan secepat mungkin.
Di luar data BMT, sejumlah insiden lain turut menjadi sorotan. Salah satunya adalah replika masjid yang diletakkan di atas api unggun di Irlandia Utara hingga memicu kecaman dari berbagai pihak. Sementara itu, pada awal bulan ini, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun juga diadili atas dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan terorisme sayap kanan ekstrem. Polisi mengungkap adanya dugaan rencana untuk menargetkan dua masjid di Sutton, London selatan.
Dikutip dari The Guardian, British Muslim Trust (BMT) memperingatkan bahwa intensitas serangan terhadap masjid terus meningkat. Organisasi tersebut juga mendesak pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi situasi tersebut.
London, Greater Manchester, dan West Midlands menjadi tiga wilayah dengan jumlah serangan terbanyak. Dalam 12 bulan terakhir, tercatat sembilan serangan terhadap masjid di London. Sementara itu, satu masjid di Birmingham mengalami tiga kali serangan pada periode yang sama.
Data dari Kementerian Dalam Negeri menunjukkan kejahatan kebencian anti-Muslim di Inggris dan Wales meningkat sebesar 19 persen dalam 12 bulan hingga Maret 2025.
"Sebuah masjid rentan semata-mata karena itu adalah masjid. Saat ini, mereka menunggu berbulan-bulan sambil hidup dalam ketakutan akan serangan lain karena penundaan tersebut. Dalam banyak kasus, polisi bahkan tidak menanggapi insiden tingkat rendah, membuat orang-orang takut dan rentan," ujar Ahmed.
Bulan lalu, studi yang dilakukan British Muslim Trust dan British Future menunjukkan bahwa satu dari enam warga Inggris menganggap pertumbuhan populasi muslim sebagai ancaman bagi budaya Inggris. Temuan ini memicu kekhawatiran bahwa sikap bermusuhan terhadap muslim mulai dinormalisasi.
"Muslim di Inggris menghadapi tingkat kejahatan kebencian agama yang mengerikan. Sangat penting bahwa mereka tidak hanya aman tetapi juga merasa aman," ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri.

Komentar Terbanyak
MUI Minta Koruptor Segera Tobat agar Tidak Menyesal
Kongres Umat Islam VIII Bahas Hukuman Mati Koruptor, Tambang, hingga LGBT
MUI Minta Pembayaran Zakat Diakui sebagai Pajak