×
Ad

Bulan Safar Jatuh pada Bulan Apa di Tahun 2026?

Lusiana Mustinda - detikHikmah
Rabu, 15 Jul 2026 12:30 WIB
Foto: Gemini AI Ilustrasi bulan Safar.
Jakarta -

Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Pada tahun 2026, awal bulan Safar 1448 Hijriah diperkirakan jatuh pada pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus 2026, meski terdapat sedikit perbedaan penetapan antara pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

Kalender Kementerian Agama dan Nahdlatul Ulama menunjukkan bahwa 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026. Sementara itu, Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menetapkan 1 Safar 1448 Hijriah pada Rabu, 15 Juli 2026.

Berikut jadwal bulan Safar 1448 Hijriah menurut pemerintah, NU, dan Muhammadiyah:

1. Versi Pemerintah

1 Safar 1448 Hijriah: Kamis, 16 Juli 2026
29 Safar 1448 Hijriah: Kamis, 13 Agustus 2026

2. Versi Nahdlatul Ulama

1 Safar 1448 Hijriah: Kamis, 16 Juli 2026
29 Safar 1448 Hijriah: Kamis, 13 Agustus 2026

3. Versi Muhammadiyah

1 Safar 1448 Hijriah: Rabu, 15 Juli 2026
30 Safar 1448 Hijriah: Kamis, 13 Agustus 2026

Perbedaan tersebut terjadi karena Muhammadiyah menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sedangkan pemerintah dan NU menggunakan metode penetapan kalender Hijriah yang berbeda.

Apa Arti Bulan Safar?

Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Islam yang menggunakan sistem qamariyah, yakni peredaran bulan mengelilingi Bumi. Secara bahasa, kata "Safar" berarti "kosong".

Menurut buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriah karya Ida Fitri Shohibah, bulan ini dinamakan Safar karena pada masa Arab dahulu banyak orang meninggalkan rumah mereka untuk bepergian atau berperang, sehingga permukiman menjadi kosong.

Dalam sejarahnya, masyarakat Arab pada masa jahiliah memiliki keyakinan bahwa bulan Safar membawa kesialan. Mereka meyakini bahwa berbagai musibah dan bencana lebih banyak terjadi pada bulan ini, bahkan sebagian menganggap tidak baik melaksanakan pernikahan, khitan, atau hajat lainnya selama bulan Safar.

Namun, keyakinan tersebut tidak dibenarkan dalam Islam. Rasulullah SAW secara tegas membantah anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan sial.

Beliau bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

Artinya: "Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada burung hamah (yang membawa kesialan), dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR Bukhari No. 5707)

Sejumlah riwayat juga menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menikah dengan Sayyidah Khadijah RA pada bulan Safar. Begitu pula Sayyidina Ali RA dan Sayyidah Fatimah Az-Zahra RA yang disebut melangsungkan pernikahan pada bulan yang sama. Hal ini menjadi salah satu penegasan bahwa tidak ada larangan maupun kesialan yang melekat pada bulan Safar.

Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Setelah bulan ini berakhir, umat Islam akan memasuki bulan Rabiul Awal yang dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, bulan Safar 2026 diperkirakan berlangsung mulai 15 atau 16 Juli hingga 13 Agustus 2026, bergantung pada metode penanggalan Hijriah yang digunakan.



Simak Video "Video: Cak Imin-Nusron Wahid Bicara soal Konsolidasi Jelang Muktamar NU"

(lus/kri)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork