- Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Safar 2026 Versi Muhammadiyah Versi Pemerintah dan NU
- Niat Puasa Ayyamul Bidh
- Keutamaan Puasa AyyamulBidh 1. Mendapat Pahala Seperti Puasa Sepanjang Tahun 2. Meneladani Sunah Rasulullah SAW 3. Melatih Ketakwaan dan Pengendalian Diri 4. Membiasakan Istikamah Beribadah 5. Menumbuhkan Kepedulian kepada Sesama
Puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dikerjakan setiap pertengahan bulan Hijriah, tepatnya pada 13, 14, dan 15.
Memasuki bulan Safar 1448 Hijriah, jadwal pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh berbeda antara Muhammadiyah dengan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Lantas, kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Safar 2026? Berikut rincian tanggalnya berdasarkan kalender Hijriah Muhammadiyah, NU, dan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Safar 2026
Memasuki bulan Safar 1448 Hijriah, umat Islam kembali dapat menjalankan salah satu ibadah sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW, yakni puasa Ayyamul Bidh.
Jadwal Ayyamul Bidh Safar 2026 berbeda antara Muhammadiyah dengan pemerintah dan NU karena perbedaan penetapan awal bulan. Berikut jadwal lengkapnya.
Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah menetapkan 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada Rabu 15 Juli 2026. Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh versi Muhammdiyah adalah sebagai berikut.
- 13 Safar 1448 Hijriah: Senin 27 Juli 2026
- 14 Safar 1448 Hijriah: Selasa 28 Juli 2026
- 15 Safar 1448 Hijriah: Rabu 29 Juli 2026
Versi Pemerintah dan NU
Sementara itu, menurut Kalender Hijriah Kemenag, pemerintah menetapkan 1 Safar 1448 Hijriah pada Kamis 16 Juli 2026, sama dengan NU. Oleh karena itu, jadwal puasa Ayyamul Bidh versi NU dan pemerintah sebagai berikut.
- 13 Safar 1448 H: Selasa 28 Juli 2026
- 14 Safar 1448 H: Rabu 29 Juli 2026
- 15 Safar 1448 H: Kamis 30 Juli 2026
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Sebelum menjalankan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam dianjurkan membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah. Berikut lafaz niat puasa Ayyamul Bidh lengkap Arab, Latin, dan artinya.
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ§ΩΩΨ¨ΩΩΩΨΆΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih, sunah karena Allah Ta'ala.
Sebagaimana puasa sunnah pada umumnya, niat puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan sejak malam hari. Namun, jika belum sempat berniat pada malam hari, niat masih diperbolehkan pada siang hari sebelum matahari tergelincir (zawal), selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Keutamaan Puasa AyyamulBidh
Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunah yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya secara rutin karena memiliki berbagai keutamaan. Berikut beberapa keutamaan puasa Ayyamul Bidh dirangkum dari laman Baznas.
1. Mendapat Pahala Seperti Puasa Sepanjang Tahun
Keutamaan utama puasa Ayyamul Bidh adalah pahalanya yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda puasa tiga hari setiap bulan nilainya seperti puasa sepanjang tahun. Hal ini karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat, sehingga puasa tiga hari setiap bulan setara dengan pahala puasa satu bulan penuh.
2. Meneladani Sunah Rasulullah SAW
Puasa Ayyamul Bidh termasuk amalan yang rutin dianjurkan Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA, Nabi SAW berpesan agar tidak meninggalkan tiga amalan, yakni salat witir sebelum tidur, salat duha, dan puasa tiga hari setiap bulan.
3. Melatih Ketakwaan dan Pengendalian Diri
Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, puasa Ayyamul Bidh juga melatih seorang muslim untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, serta menjauhi perbuatan yang dilarang. Kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
4. Membiasakan Istikamah Beribadah
Karena dilaksanakan setiap bulan, puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan yang dapat melatih konsistensi dalam beribadah. Meski hanya berlangsung selama tiga hari, jika dilakukan secara rutin akan menjadi kebiasaan baik yang mendatangkan pahala berkelanjutan.
5. Menumbuhkan Kepedulian kepada Sesama
Saat berpuasa, seseorang akan merasakan lapar dan haus sehingga lebih mudah memahami kondisi orang yang kekurangan. Oleh karena itu, puasa Ayyamul Bidh juga menjadi momentum yang baik untuk memperbanyak sedekah dan berbagi kepada sesama agar nilai ibadah semakin sempurna.
