Dunia tinju tidak hanya melahirkan atlet-atlet hebat dengan prestasi gemilang di atas ring, tetapi juga menyimpan kisah perjalanan spiritual yang menginspirasi. Sejumlah petinju kelas dunia memilih memeluk Islam setelah melalui berbagai fase kehidupan, mulai dari pencarian makna hidup, masa sulit, hingga pengalaman yang mengubah pandangan mereka.
Menariknya, keputusan menjadi mualaf tidak menghalangi karier mereka sebagai atlet profesional. Bahkan, beberapa di antaranya justru mampu mempertahankan bahkan menambah koleksi gelar juara dunia setelah memeluk Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dunia tinju sebenarnya telah banyak lahir petinju muslim sejak kecil, seperti Naseem Hamed, Amir Khan, dan Hasim Rahman. Namun, ada pula petinju yang mengenal Islam di tengah perjalanan hidupnya.
Dilansir dari CNN Indonesia dan berbagai sumber lainnya, berikut lima petinju dunia yang memutuskan menjadi mualaf.
1. Muhammad Ali
Muhammad Ali merupakan salah satu petinju terbesar sepanjang sejarah. Lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr., ia dikenal bukan hanya karena kemampuan luar biasanya di atas ring, tetapi juga keberaniannya memperjuangkan prinsip dan keyakinannya.
Ali memeluk Islam pada tahun 1964, tidak lama setelah mengalahkan Sonny Liston dan merebut gelar juara dunia kelas berat. Setelah masuk Islam, ia mengganti namanya dari Cassius Clay menjadi Muhammad Ali sebagai simbol identitas barunya.
Keputusan tersebut sempat menuai kontroversi, tetapi Ali tetap teguh mempertahankan keyakinannya. Ia kemudian menjadi ikon dunia, baik sebagai atlet maupun sebagai tokoh kemanusiaan yang aktif menyuarakan perdamaian, kesetaraan, dan kebebasan beragama.
2. Mike Tyson
Mike Tyson dikenal sebagai salah satu petinju kelas berat paling ditakuti sepanjang masa. Julukan "The Iron Mike" melekat karena gaya bertarungnya yang agresif dan kekuatan pukulannya yang luar biasa.
Namun kehidupan Tyson tidak selalu berjalan mulus. Pada tahun 1992, ia menjalani hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus pemerkosaan.
Selama berada di penjara, Tyson mulai mempelajari Islam. Dari proses tersebut, ia memutuskan memeluk agama Islam dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Sepanjang karier profesionalnya, Tyson mencatat rekor 58 pertandingan dengan 50 kemenangan, termasuk 44 kemenangan melalui knockout (KO). Ia juga pernah menjadi juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah saat berusia 20 tahun.
3. Bernard Hopkins
Perjalanan hidup Bernard Hopkins menjadi salah satu kisah inspiratif di dunia olahraga.
Saat masih remaja, Hopkins harus menjalani hukuman penjara selama lima tahun akibat berbagai tindak kriminal. Pengalaman tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya.
Selama menjalani hukuman, ia mulai mendalami agama dan setelah bebas pada usia 18 tahun memutuskan memeluk Islam. Sejak saat itu, Hopkins bertekad meninggalkan kehidupan lamanya dan fokus meniti karier sebagai petinju profesional.
Debut profesionalnya pada tahun 1988 memang berakhir dengan kekalahan. Namun setelah itu, Hopkins menjelma menjadi salah satu petinju terbaik di kelas menengah. Ia bahkan mencatat rentetan kemenangan panjang dan sukses menyatukan beberapa gelar juara dunia.
4. Devin Haney
Devin Haney mengumumkan dirinya telah memeluk Islam pada April 2021. Keputusan tersebut disampaikannya sekitar satu bulan sebelum mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan WBC melawan Jorge Linares.
Haney mengaku menemukan ketenangan dan kedisiplinan dalam ajaran Islam. Ia juga beberapa kali membagikan aktivitas ibadahnya melalui media sosial.
Karier Haney tetap berjalan cemerlang setelah menjadi mualaf. Ia berhasil mempertahankan status sebagai salah satu petinju terbaik di kelas ringan sebelum kemudian naik ke kelas ringan super.
5. Gervonta Davis
Nama Gervonta Davis menjadi salah satu petinju terbaru yang memutuskan memeluk Islam.
Petinju berjulukan "Tank" itu resmi menjadi mualaf pada 24 Desember 2023. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di sebuah masjid di Maryland dengan bimbingan Imam Hassan Somali dan disaksikan sejumlah sahabatnya.
Momen tersebut mendapat perhatian luas dari para penggemar tinju di berbagai negara.
Saat memeluk Islam, Davis telah dikenal sebagai salah satu petinju paling berbahaya di kelas ringan berkat kekuatan pukulannya yang menghasilkan banyak kemenangan KO.
Karier profesionalnya terus berlanjut dengan prestasi yang tetap mengesankan, membuktikan bahwa keputusan menjadi mualaf tidak mengurangi dedikasinya sebagai atlet elite dunia.
(dvs/inf)

Komentar Terbanyak
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM