Lamine Yamal Tegaskan Dirinya Muslim dan Kecam Aksi Anti-Islam

Lamine Yamal Tegaskan Dirinya Muslim dan Kecam Aksi Anti-Islam

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 03 Apr 2026 11:00 WIB
Lamine Yamal Tegaskan Dirinya Muslim dan Kecam Aksi Anti-Islam
Lamine Yamal Foto: Gongora/NurPhoto via Getty Images
Jakarta -

Pemain FC Barcelona dan tim nasional Timnas Spanyol, Lamine Yamal secara terbuka menyatakan dirinya sebagai seorang muslim. Ia juga mengecam aksi diskriminatif atas seruan anti-Islam dalam laga uji coba antara Spanyol melawan Mesir di Stadion RCDE, Rabu (1/4) dini hari WIB.

Di usia yang masih sangat muda, Yamal tidak ragu menunjukkan jati dirinya. Ia bahkan pernah menegaskan secara langsung melalui instagram pribadinya @lamineyamal dengan pernyataan singkat namun penuh makna, "Saya Muslim, Alhamdulillah."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap tindakan diskriminasi agama yang terjadi dalam pertandingan persahabatan antara Spanyol dan Mesir. Sikap ini memperlihatkan keberanian sekaligus komitmennya dalam membela nilai-nilai yang ia yakini.

Postingan ini seolah ditujukan untuk menjawab insiden yang bermula dari nyanyian provokatif yang berbunyi, "Siapa yang tidak melompat, dia adalah Muslim."

ADVERTISEMENT

Dalam keterangan fotonya, Yamal lebih lanjut mengatakan, "Kemarin di stadion terdengar nyanyian tersebut. Saya tahu itu ditujukan untuk tim lawan dan bukan serangan pribadi terhadap saya. Namun, sebagai seorang muslim, itu tetap tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi," tulis Yamal.

"Sepak bola harus dinikmati dan didukung, bukan untuk menghina orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini," sambung Yamal.

Latar Belakang Keluarga dan Warisan Keislaman

Dilansir dari The Islamic Information, Jumat (3/4/2026) Yamal memiliki nama lengkap Lamine Yamal Nasraoui Ebana. Ia lahir pada 13 Juli 2007 di Esplugues de Llobregat, wilayah metropolitan Barcelona.

Dari sisi keluarga, Yamal memiliki latar belakang yang kaya akan budaya dan tradisi. Ayahnya berasal dari Larache, Maroko, sebuah negara dengan mayoritas penduduk muslim. Sementara itu, ibunya berasal dari Bata, Guinea Ekuatorial.

Pengaruh Islam dalam kehidupan Yamal tidak lepas dari peran keluarganya, terutama sang nenek yang juga berasal dari Maroko. Ia dilaporkan memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak kecil. Bahkan, Yamal diajarkan doa-doa khusus yang ia amalkan hingga kini, termasuk saat hendak memasuki lapangan pertandingan.

Meski tumbuh di lingkungan Rocafonda, Mataró, kawasan multikultural yang dihuni berbagai latar belakang etnis dan budaya, identitas keislaman tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupannya.

Berbeda dengan sebagian atlet yang memilih menyimpan keyakinan secara pribadi, Lamine Yamal justru menunjukkan ekspresi keimanannya secara terbuka. Hal ini terlihat dari berbagai momen di dalam maupun di luar lapangan.

Salah satu yang paling mencolok adalah selebrasi golnya. Setelah mencetak gol, Yamal kerap mengangkat kedua tangannya dengan telapak terbuka sebagai bentuk doa dan rasa syukur kepada Allah SWT. Gestur ini bukan sekadar simbol, tetapi mencerminkan hubungan spiritual yang ia jaga dalam setiap langkah kariernya.

Selain itu, ia juga aktif menyuarakan identitasnya melalui media sosial. Yamal tidak hanya membagikan keyakinannya, tetapi juga bersikap tegas terhadap isu diskriminasi agama. Hal ini menunjukkan bahwa baginya, iman bukan hanya urusan pribadi, melainkan juga nilai yang perlu diperjuangkan.

Komitmennya terhadap ajaran Islam juga terlihat saat bulan Ramadan. Pada tahun 2024, ia tercatat sebagai salah satu pesepak bola muslim yang tetap menjalankan ibadah puasa di tengah jadwal latihan bersama tim nasional Spanyol.

Di luar itu, Yamal juga mengungkapkan kedekatannya dengan masjid sebagai tempat yang memberikan ketenangan dan kedamaian. Bagi dirinya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang untuk menjaga keseimbangan batin di tengah tekanan dunia olahraga.




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads