Ayat Perang Badar Dibacakan Saat Delegasi Saudi Hadiri Pemakaman Khamenei

Ayat Perang Badar Dibacakan Saat Delegasi Saudi Hadiri Pemakaman Khamenei

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Minggu, 05 Jul 2026 17:00 WIB
Delegasi berbagai negara menghadiri prosesi pemakaman Ali Khamenei
Delegasi berbagai negara menghadiri prosesi pemakaman Ali Khamenei. Foto: Reuters
Jakarta -

Delegasi Arab Saudi menjadi salah satu tamu asing yang hadir dalam prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Grand Mosalla, Teheran pada Jumat (3/7). Ada satu momen yang menarik perhatian saat delegasi Saudi maju untuk memberikan penghormatan terakhir di depan peti jenazah Khamenei.

Saat itu, terdengar lantunan ayat Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 13. Ayat tersebut dikenal berkaitan dengan Perang Badar, yakni pertempuran besar pertama dalam sejarah Islam ketika pasukan Muslim yang jumlahnya lebih sedikit mampu mengalahkan pasukan yang lebih besar atas pertolongan Allah SWT.

Pembacaan ayat itu kemudian memunculkan berbagai tafsir. Mengutip Middle East Eye pada Minggu (5/7/2026), sebagian orang menilai pemilihan ayat tersebut bukan kebetulan, melainkan memiliki pesan simbolis yang kuat. Ayat itu dapat dibaca sebagai pengingat atas kemenangan awal umat Islam, sekaligus memori sejarah yang menghubungkan kawasan Iran dan Arab Saudi dalam warisan peradaban Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dalam konteks politik saat ini, maknanya menjadi lebih sensitif. Iran disebut berupaya menampilkan diri sebagai pihak yang mampu bertahan menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel. Di sisi lain, Arab Saudi selama perang disebut tetap menjaga kedekatan dengan Amerika Serikat, meski posisinya tidak selalu disampaikan secara terbuka.

Karena itu, pembacaan ayat Perang Badar di hadapan delegasi Saudi dinilai memiliki pesan berlapis. Di satu sisi, ayat itu bisa dipahami sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Islam. Namun di sisi lain, ayat tersebut juga dapat dimaknai sebagai sindiran halus terhadap negara-negara yang dianggap tidak berdiri bersama Iran dalam konflik tersebut.

ADVERTISEMENT

Arab Saudi bukan satu-satunya negara yang hadir dalam pemakaman Khamenei. Lebih dari 30 delegasi asing dilaporkan datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran para pejabat dari berbagai negara itu menjadi panggung diplomatik tersendiri bagi Iran untuk menunjukkan bahwa negara tersebut tidak sepenuhnya terisolasi, meski mendapat tekanan dari AS dan Israel.

Khamenei meninggal dunia pada usia 86 tahun dalam serangan gabungan Israel-AS yang menargetkan kediamannya di pusat Teheran pada 28 Februari. Serangan itu juga disebut menewaskan sejumlah anggota keluarganya.

Jenazah Khamenei disemayamkan selama tiga hari di Grand Mosalla Teheran, kompleks ibadah besar yang kerap digunakan untuk acara kenegaraan penting di Iran. Prosesi pemakaman tersebut bukan hanya bernuansa keagamaan, tetapi juga sarat pesan politik.

Bagi pemerintah Iran, pemakaman Khamenei menjadi momen untuk menunjukkan persatuan nasional, memperkuat dukungan internal, dan memberi pesan kepada sekutu maupun lawan bahwa Teheran masih berdiri setelah konflik besar. Simbol, slogan, serta pilihan ayat yang dibacakan dalam prosesi itu pun tampak dirancang untuk mempertegas narasi perlawanan tersebut.

Isi Surah Ali Imrah Ayat 13

Surah Ali Imran ayat 13 sendiri berbunyi:

قَدْ كَانَ لَكُمْ اٰيَةٌ فِيْ فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۗفِئَةٌ تُقَاتِلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَاُخْرٰى كَافِرَةٌ يَّرَوْنَهُمْ مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۗوَاللّٰهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّاُولِى الْاَبْصَارِ

Artinya: "Sungguh, telah ada tanda bagimu pada dua golongan yang bertemu dalam pertempuran. Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain kafir, yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan."

Dalam Tafsir Ringkas Kemenag, ayat ini merujuk pada Perang Badar pada tahun kedua Hijriah. Ayat tersebut menjelaskan bagaimana kaum Muslimin yang jumlahnya lebih sedikit mendapat pertolongan Allah hingga mampu mengalahkan lawan yang lebih besar.




(inf/dvs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads