Seorang yang telah berhaji tentu berharap mendapatkan predikat haji mabrur, yaitu haji yang diterima oleh Allah SWT dan membawa perubahan positif dalam kehidupan. Untuk itu, dianjurkan untuk mengerjakan amalan sunnah setelah pulang haji.
Para ulama menjelaskan bahwa salah satu tanda haji mabrur adalah adanya perubahan perilaku menjadi lebih baik serta meningkatnya ketaatan kepada Allah SWT.
Baca juga: Doa Pulang Haji agar Mabrur |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari buku Haji Mabrur: Investasi Akhirat Sepanjang Hayat karya Dr. A. Akbar, M.Ag, dijelaskan ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk terus dilakukan setelah menunaikan ibadah haji.
Amalan Sunnah Setelah Pulang Haji
1. Memperbanyak Bersyukur kepada Allah SWT
Amalan pertama yang dianjurkan setelah haji adalah memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT. Tidak semua orang memperoleh kesempatan menjadi tamu Allah di Baitullah. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya senantiasa mensyukuri nikmat tersebut.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
2. Menjaga Salat Lima Waktu Secara Istiqamah
Selama berada di Tanah Suci, banyak jamaah terbiasa melaksanakan salat berjamaah tepat waktu dan memperbanyak ibadah di masjid. Kebiasaan baik ini seharusnya tetap dipertahankan setelah kembali ke rumah.
Salat merupakan tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Karena itu, menjaga salat wajib secara istiqamah menjadi salah satu tanda bahwa ibadah haji memberikan pengaruh positif dalam kehidupan seseorang.
Dalam hadits dari 'Abdullah bin 'Amr, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ
Artinya: "Siapa yang menjaga salat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan bersama Qorun, Fir'aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf." (HR. Ahmad)
3. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Salah satu kebiasaan baik yang sering dilakukan jamaah selama di Tanah Suci adalah memperbanyak tilawah Al-Qur'an.
Bahkan, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.
Dari Abdullah ibn Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf." (HR. At-Tirmidzi)
Rasulullah SAW juga bersabda, "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR. al-Baihaqi).
4. Memperbanyak Sedekah dan Berbagi Kebaikan
Haji mengajarkan nilai pengorbanan, kepedulian, dan solidaritas terhadap sesama Muslim. Karena itu, sepulang dari Tanah Suci, seorang yang telah haji dianjurkan memperbanyak sedekah dan membantu orang yang membutuhkan.
5. Menjaga Akhlak dan Perilaku yang Baik
Kemabruran haji tidak hanya terlihat dari banyaknya ibadah, tetapi juga dari perubahan akhlak seseorang.
Seorang muslim yang baru pulang haji hendaknya lebih menjaga lisan, menjauhi perbuatan maksiat, menghindari pertengkaran, serta memperlakukan sesama dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Tirmidzi)
6. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Setelah menunaikan haji, umat Islam dianjurkan untuk terus memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW. Shalawat merupakan bentuk kecintaan kepada Nabi SAW sekaligus sarana memperoleh rahmat dari Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim)
7. Menjaga Silaturahmi
Sepulang haji, seorang muslim juga dianjurkan mempererat hubungan dengan keluarga, tetangga, sahabat, dan masyarakat sekitar. Ibadah haji mengajarkan persaudaraan dan persatuan umat Islam tanpa memandang suku, bangsa, maupun status sosial.
Menjaga silaturahmi termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena dapat mendatangkan keberkahan umur dan rezeki.
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)
(dvs/inf)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?
Indonesia Tak Dapat Award Penyelenggara Haji Terbaik 2026, Begini Kata Wamenhaj
Mengapa Indonesia Tak Dapat Labbaytum Award, Penyelenggara Haji Terbaik 2026 dari Saudi?