Setelah Meninggal dan Kiamat, ke Mana Manusia Akan Pergi?

Setelah Meninggal dan Kiamat, ke Mana Manusia Akan Pergi?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 05 Jun 2026 05:45 WIB
Ilustrasi muslim ziarah kubur.
Ilustrasi makam (Foto: Freepik)
Jakarta -

Setelah meninggal dunia dan kiamat, manusia akan memasuki alam barzakh. Alam ini jadi pembatas antara dunia dan akhirat.

Dijelaskan dalam buku Rahasia Selamat dari Siksa Kubur yang disusun Junaidi Ahmad secara bahasa alam barzakh berarti batas, dingin, atau jarak antara dua hal yang menghalangi keduanya bertemu secara langsung.

Menurut buku Panduan Praktis Agar Selamat di Alam Kubur tulisan Ustaz Manshur El-Mubarok, jenazah orang yang beriman di dunia akan diberi kelapangan kubur. Bahkan, mereka akan diterangi agar tidak merasa pengap dan gelap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, manusia yang durhaka dan banyak berbuat maksiat semasa hidupnya akan mendapat siksaan dan kesengsaran. Kemudian ada juga manusia yang dibiarkan tanpa kenikmatan dan siksaan.

Orang-orang seperti itu diibaratkan seperti tertidur dan akan bangun ketika kiamat tiba. Kondisi ini diperuntukkan bagi mereka yang dosanya tidak sebesar kelompok sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Bagaimana Kondisi Manusia di Alam Barzakh?

Masih dari sumber yang sama, Allah SWT memerintahkan para jenazah untuk tidur sampai kiamat nanti. Ketika hari akhir tiba, barulah mereka dibangkitkan dengan kondisi yang bermacam-macam.

Orang musyrik akan dihimpit oleh tanah kubur sampai kiamat tiba. Terkait kondisi manusia di alam barzakh diterangkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

"Ketika mayat atau salah satu dari kalian telah dikubur, ia akan didatangi oleh dua malaikat berkulit hitam dan bermata biru. Yang satu bernama Munkar dan yang satunya lagi bernama Nakir. Mereka bertanya: 'Apa yang kamu katakan tentang orang ini?' la menjawab dengan benar: 'Dia adalah hamba sekaligus rasul utusan Allah. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba sekaligus rasul utusan-Nya.'

Kedua malaikat tersebut berkata: 'Kami tahu bahwa kamu akan menjawab seperti itu.' Setelah itu, kuburnya dilapangkan seluas 70 hasta dikali 70 hasta dan diberi penerangan cahaya. Malaikat Munkar dan Nakir berkata: 'Tidurlah.' la berkata: 'Aku ingin pulang kepada keluargaku untuk menyampaikan kabar gembira ini kepada mereka.'

Malaikat Munkar dan Nakir berkata: 'Tidurlah seperti pengantin baru yang hanya mau dibangunkan oleh anggota keluarganya yang tercinta sampai Allah membangkitkannya kembali dari tempat tidurnya tersebut. Sebaliknya, dengan orang munafik. Ketika ditanya apakah ia mengenal Nabi Muhammad, ia akan menjawab: 'Aku tidak tahu. Aku hanya mengenalnya seperti yang dikatakan orang-orang.'

Malaikat Munkar dan Nakir berkata: 'Kami sudah tahu bahwa kamu akan menjawab seperti itu.' Lalu, mereka menyuruh bumi untuk mengimpitnya sehingga tulang-tulang rusuknya remuk. Dan, ia terus tersiksa sampai Allah membangkitkannya dari tempatnya tersebut." (HR Tirmidzi)

6 Tahapan yang Dilalui Manusia Setelah Kiamat

Berikut sejumlah tahapan manusia setelah kiamat yang dinukil dari buku Kekalkah Kita di Alam Akhirat? karya Rizem Aizid.

1. Hari Kebangkitan

Tahapan pertama adalah hari kebangkitan atau Yaumul Ba'ats. Semua manusia yang sudah meninggal dunia dari zaman Nabi Adam AS sampai mereka yang hidup terakhir kali akan dibangkitkan. Hari kebangkitan terjadi setelah malaikat meniupkan sangkakala untuk kedua kalinya.

Terkait hal tersebut dijelaskan dalam surah Yasin ayat 51,

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

Artinya: "Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka."

2. Hari berkumpulnya Seluruh Manusia

Lalu tahapan kedua adalah Yaumul Mahsyar, berkumpulnya seluruh manusia sejak zaman Nabi Adam AS hingga umat akhir zaman di Padang Mahsyar. Semuanya akan menerima catatan amal semasa hidup.

Melalui surah Az-Zumar ayat 69, Allah SWT berfirman:

وَأَشْرَقَتِ ٱلْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ ٱلْكِتَٰبُ وَجِا۟ىٓءَ بِٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Artinya: "Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan."

3. Hari Perhitungan

Tahapan ketiga adalah hari perhitungan atau Yaumul Hisab. Setelah menerima catatan amal, seluruh perbuatan baik dan buruk mereka dihitung.

Seluruh anggota tubuh bersaksi seperti firman Allah SWT dalam surah An Nur ayat 24.

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Artinya: "Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."

4. Hari Penimbangan

Yaumul Mizan atau hari penimbangan berbeda dengan hari perhitungan. Pada momen ini, semua amalan manusia ditimbang dengan seadil-adilnya. Jika timbangan baik lebih berat, maka mereka akan meraih surga.

Sebaliknya, apabila yang berat amal keburukan berarti kesengsaraan menanti mereka. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Anbiya ayat 47:

وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ

Artinya: "Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan."

5. Hari Melewati Jembatan

Tahapan selanjutnya adalah hari melewati jembatan atau Yaumul Sirat. Manusia nantinya akan berjalan melewati jembatan yang akan mengantar mereka ke surga atau neraka.

Menurut buku Konsep Mayoritas Ahlussunnah wal Jamaah susuna Idik Saeful Bahri, jembatan itu disebut sebagai Shiratal Mustaqim. Wujud jembatan itu sangat halus dan tajam.

Allah SW berfirman dalam surah Maryam ayat 71:

وَاِنْ مِّنْكُمْ اِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا ۚ

Artinya: "Tidak ada seorang pun di antaramu yang tidak melewatinya (sirat di atas neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah ketentuan yang sudah ditetapkan."

6. Hari Pembalasan

Selanjutnya adalah hari pembalasan atau Yaumul Jaza. Pada tahapan terakhir ini, manusia menerima balasan dari amal perbuatannya semasa hidup di dunia. Yakni ditempatkan di surga atau neraka.

Sebagaimana tertuang dalam surah Al-Jatsiyah ayat 28:

وَتَرَىٰ كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً ۚ كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَىٰٓ إِلَىٰ كِتَٰبِهَا ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: "Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan."

Wallahu a'lam.




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads