Rezeki yang berkah adalah harta halal yang didapatkan dengan cara yang baik. Rezeki berkah membawa kebaikan serta ketenangan, berbeda dengan rezeki yang tidak berkah.
Dalam pandangan Islam, rezeki tidak hanya diukur dari banyak atau sedikitnya harta yang dimiliki. Ada hal yang jauh lebih penting, yaitu keberkahan. Sebab, harta yang melimpah belum tentu membawa ketenangan, sementara rezeki yang sederhana bisa menghadirkan kebahagiaan dan ketenteraman hidup jika penuh berkah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberkahan berarti kebaikan yang terus bertambah dan membawa manfaat. Karena itu, seorang muslim tidak hanya dianjurkan mencari rezeki sebanyak-banyaknya, tetapi juga memastikan bahwa rezeki tersebut halal dan diberkahi oleh Allah SWT.
Dikutip dari buku Agar Harta Berkah dan Bertambah karya Didin Hafidhuddin, rezeki yang berkah dan tidak berkah dapat dilihat dan diamati. Salah satu ciri rezeki yang berkah adalah yang selalu bertambah.
Sebaliknya, ada rezeki yang tampak besar secara materi, tetapi justru jauh dari keberkahan. Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ini bisa terlihat dari berbagai tanda dan dampaknya.
Memahami Makna Rezeki dalam Islam
Rezeki dalam Islam memiliki makna luas. Tidak hanya berupa uang atau harta benda, tetapi juga kesehatan, keluarga, ketenangan hati, ilmu, hingga waktu yang bermanfaat.
Dalam Al-Qur'an surah Hud ayat 6, Allah SWT berfirman,
۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
Artinya: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)."
Ciri Rezeki yang Tidak Berkah
Berikut beberapa tanda rezeki yang tidak membawa keberkahan menurut ajaran Islam.
1. Harta Banyak tetapi Hati Tidak Tenang
Mengutip buku Saatnya Mewujudkan Impian karya Iqro' Firdaus, salah satu tanda paling jelas dari rezeki yang tidak berkah adalah hilangnya ketenangan batin. Seseorang mungkin memiliki penghasilan besar, rumah mewah, atau usaha yang berkembang, tetapi hidupnya dipenuhi kecemasan dan kegelisahan.
Dalam Islam, ketenangan hati adalah bagian dari nikmat terbesar. Jika harta justru membuat seseorang stres, penuh ketakutan, dan jauh dari rasa syukur, maka itu bisa menjadi pertanda keberkahan telah berkurang.
2. Sulit Bersyukur dan Selalu Merasa Kurang
Rezeki yang berkah biasanya melahirkan rasa cukup dan syukur. Sebaliknya, rezeki yang tidak berkah sering membuat seseorang terus merasa kurang meski sudah memiliki banyak hal.
Muhammad Arham dalam bukunya yang berjudul Setetes Embun Hikmah menjelaskan sifat tamak dan tidak pernah puas membuat seseorang selalu mengejar dunia tanpa batas. Akibatnya, hidup terasa berat dan penuh ambisi yang melelahkan.
Padahal, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah hati yang merasa cukup." (HR Bukhari dan Muslim)
3. Rezeki Didapat dari Cara Haram
Dalam Islam, cara memperoleh rezeki sangat menentukan keberkahannya. Harta yang berasal dari penipuan, riba, korupsi, suap, atau mengambil hak orang lain tidak akan membawa kebaikan.
Meski tampak menguntungkan di dunia, rezeki semacam ini justru dapat menjadi sumber masalah dan kesempitan hidup.
4. Mudah Habis untuk Hal yang Tidak Bermanfaat
Ciri lain dari rezeki yang tidak berkah adalah harta cepat habis tanpa manfaat yang jelas. Penghasilan besar sering kali tidak terasa karena terus keluar untuk hal sia-sia, kerusakan, atau kebutuhan yang tidak penting.
5. Menjauh dari Ibadah dan Keluarga
Rezeki seharusnya membantu seseorang semakin dekat kepada Allah SWT. Namun, jika pekerjaan atau harta justru membuat lalai dari salat, sulit beribadah, dan mengabaikan keluarga, maka hal itu patut diwaspadai.
6. Tidak Membawa Manfaat bagi Orang Lain
Harta yang berkah biasanya memberi manfaat, baik bagi keluarga, kerabat, maupun orang yang membutuhkan. Sebaliknya, rezeki yang tidak berkah cenderung membuat seseorang semakin pelit, egois, dan enggan berbagi.
Padahal, sedekah dan membantu sesama justru menjadi jalan bertambahnya keberkahan.
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026