6 Rukun Iman: Penjelasan dan Urutannya

6 Rukun Iman: Penjelasan dan Urutannya

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Senin, 04 Mei 2026 06:30 WIB
6 Rukun Iman: Penjelasan dan Urutannya
Foto: RDNE Stock Project/Pexels
Jakarta -

6 rukun iman adalah dasar keyakinan yang harus diyakini oleh setiap umat Islam. Rukun iman mencakup enam perkara pokok yang menjadi fondasi dalam memahami ajaran Islam secara menyeluruh.

Rukun iman dijelaskan sebagai pedoman utama dalam membentuk kepercayaan seorang Muslim. Keenam rukun ini memiliki urutan yang telah disepakati dan masing-masing mengandung makna yang penting dalam kehidupan beragama.

Rukun Iman dan Penjelasannya

Dijelaskan dalam buku Bebas Tes Surga Atau Neraka oleh Muh. Akbar Nasrulah, berikut penjelasan mengenai 6 rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap muslim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Iman kepada Allah SWT

Sebagai seorang Muslim, seseorang wajib meyakini bahwa Allah SWT Maha Esa dan tidak memiliki sekutu. Keyakinan ini menjadi dasar utama dalam ajaran Islam.

Allah SWT merupakan Zat Yang Maha Sempurna tanpa kekurangan sedikit pun, serta Pencipta seluruh makhluk dari ketiadaan.

ADVERTISEMENT

Dalam rangka mengimani-Nya, seorang hamba perlu memahami sifat-sifat wajib bagi Allah SWT, di antaranya lima sifat berikut:

  • Wujud: Allah SWT benar-benar ada, dibuktikan dengan adanya seluruh ciptaan-Nya.
  • Qidam: Dia tidak memiliki permulaan dan tidak didahului oleh ketiadaan.
  • Baqa: Allah SWT kekal keberadaannya dan tidak ada akhirnya.
  • Mukholafatu lil hawaditsi: berbeda dari ciptaan-Nya
  • Qiyamuhu binafsihi: berdiri sendiri/tidak memerlukan bantuan siapa pun

2. Iman kepada Malaikat

Rukun iman berikutnya adalah meyakini keberadaan malaikat. Malaikat merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang diciptakan dari cahaya dan senantiasa menjalankan setiap perintah-Nya.

Secara umum, malaikat yang dikenal antara lain Malaikat Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar dan Nakir, Raqib dan Atid, Malik, serta Ridwan.

3. Iman kepada Kitab

Umat Islam juga diwajibkan meyakini adanya kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dari Allah SWT bagi umat manusia. Kitab-kitab tersebut meliputi Zabur, Taurat, Injil, serta Al-Qur'an.

Bukti adanya kitab-kitab lain sudah tercantum dalam Al-Qur'an, sebagaimana dalam surah Al-Mu'minun ayat 49, yang bunyinya:

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ

Artinya: "Sungguh Kami benar-benar telah menganugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk."

4. Iman kepada Rasul

Rukun iman berikutnya adalah meyakini bahwa Allah SWT mengutus manusia-manusia pilihan yang disebut rasul untuk menyampaikan ajaran-Nya, agar umat manusia terhindar dari kesesatan dan kembali ke jalan yang benar. Iman kepada rasul ini merupakan rukun iman yang keempat.

Rasulullah SAW bersabda,

قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيْمَانِ، قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخر، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَقَرِهِ قَالَ: صَدَقْتَ.

Artinya: "Malaikat Jibril berkata, 'Ceritakanlah kepadaku tentang iman! Nabi menjawab, 'Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, Hari Kiamat, serta ketentuan baik dan buruk dari Allah.' Jibril kemudian berkata, 'Kamu benar!" (HR Muslim)

5. Iman kepada Hari Akhir

Masih merujuk pada sumber yang sama, rukun iman yang kelima adalah meyakini adanya hari akhir. Hari tersebut merupakan saat kehancuran seluruh alam semesta sekaligus waktu ketika setiap manusia dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya selama hidup di dunia.

Iman kepada hari akhir terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 4 yang bunyinya,

وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ

Artinya: "dan mereka yang beriman pada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat."

6. Iman kepada Qada dan Qadar

Meyakini takdir Allah SWT juga termasuk salah satu rukun iman dalam Islam. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Qamar ayat 49 berikut ini,

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

Artinya: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran."

Qada merupakan ketetapan Allah SWT yang telah ditentukan sejak sebelum penciptaan alam semesta (zaman azali). Sementara itu, qadar adalah bentuk realisasi dari ketetapan tersebut yang kemudian dikenal sebagai takdir.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads