Memahami rukun haji dan urutannya merupakan hal penting bagi setiap jemaah. Hal ini dilakukan agar ibadah dapat berjalan secara sempurna dan memperoleh pahala yang utuh.
Allah SWT telah berfirman mengenai kewajiban haji dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 97:
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam."
Alasan Rukun Haji Tidak Bisa Diganti Dam
Dijelaskan dalam buku Manajemen Komunikasi Haji dan Umrah di Indonesia karya Abdul Rasyid, rukun adalah unsur pokok dalam ibadah haji yang wajib dilaksanakan. Jika salah satu dari rukun ditinggalkan, maka hajinya tidak sah dan tidak bisa digantikan dengan dam (denda).
Dengan begitu, umat Islam yang meninggalkan salah satu dari rukun haji, harus mengulangi rangkaian ibadah dari awal di tahun berikutnya. Lantas, apa saja rukun dalam ibadah haji?
Rukun Haji
Secara umum, rukun haji ada enam. Dinukil dari buku Fiqih karya Udin Wahyudin dkk, berikut penjelasan selengkapnya:
1. Ihram
Ihram menjadi rukun haji pertama. Pada waktu ini, jemaah berniat untuk ibadah karena Allah dan mengenakan pakaian ihram sebagai penanda masuk ibadah haji.
2. Wukuf di Arafah
Wukuf artinya berdiam diri di padang Arafah dengan menggunakan pakaian ihram, sambil memperbanyak zikir dan mengucapkan kalimat talbiyah. Jemaah haji wajib hadir di Padang Arafah pada 9 Zulhijah dan tidak bisa diwakilkan oleh orang lain.
3. Tawaf Ifadah
Tawaf ifadah dilakukan dengan cara mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Ibadah ini tidak bisa diwakilkan oleh orang lain, jika seseorang terkendala karena uzur syar'i, maka dapat dilakukan dengan cara digendong atau menggunakan kursi roda.
4. Sai
Sai dilakukan dengan cara berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ibadah ini dilakukan sambil memperbanyak zikir, membaca ayat Al-Qur'an, dan doa.
5. Tahallul
Tahallul artinya mencukur atau menggunting rambut paling sedikit tiga helai. Ibadah ini dilakukan oleh seluruh jemaah baik laki-laki maupun perempuan setelah menyelesaikan rangkaian haji.
6. Tertib
Maksud tertib adalah setiap rukun haji harus dilaksanakan pada waktu, tempat, dan urutan yang benar dan sesuai dengan ketentuan syariat.
Perbedaan Rukun Haji Menurut 4 Mazhab
Dijelaskan dalam buku Dialog Lintas Mazhab karya Asmaji Muchtar, menurut mazhab Maliki dan Hanbali, rukun haji ada empat, yaitu ihram, tawaf ifadah, sai, dan wukuf di Arafah.
Sedangkan menurut mazhab Hanafi, rukun haji hanya ada dua, yaitu wukuf di Arafah dan tawaf ifadah. Sementara itu, menurut mazhab Syafi'i, rukun haji ada enam, yaitu ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sai, tahallul, dan tertib.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Apakah Haji Bisa Tidak Mabrur? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Jemaah
Pendapat Hukum Austria Sebut Larangan Jilbab Tak Sesuai dengan Konstitusi
Cara Titip Doa ke Orang yang Naik Haji, Ini Adabnya