Selat Gibraltar yang memisahkan Benua Eropa dan Afrika memiliki sejarah penting dalam Islam. Nama selat ini disebut berasal dari salah satu panglima terkenal Islam era Umayyah.
Nama Gibraltar berasal dari bahasa Arab, yaitu Jabal Thariq yang berarti Gunung Thariq. Dijelaskan dalam buku Selayang Pandang Dinasti Umayyah karya Rizem Aizid, nama Jabal Thariq merujuk pada kisah penaklukan Andalusia oleh pasukan muslim, yang saat itu dipimpin oleh Thariq bin Ziyad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kemenangan dan jasanya, nama Thariq kemudian dijadikan nama dari sebuah bukit yang berada di bibir pantai Semenanjung Iberia, yaitu Jabal Thariq. Di bukit inilah, Thariq bin Ziyad melancarkan serangan ke Andalusia.
Lantas, seperti apa penaklukan Andalusia oleh pasukan muslim saat itu? Simak kisah selengkapnya berikut ini.
Kisah Thariq bin Ziyad Menaklukkan Andalusia
Disebutkan dalam buku Sejarah Pendidikan Islam dari Masa ke Masa karya Deri Wanto, Andalusia ditaklukkan umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik, salah seorang khalifah dari Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus, pada 705-715 M.
Terdapat tiga nama yang disebut-sebut paling berjasa dalam penaklukan Andalusia, yaitu Musa bin Nushair, Thariq bin Malik, dan Thariq bin Ziyad. Dari ketiga nama tersebut, Thariq bin Ziyad lah yang sering terdengar, karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata.
Dijelaskan dalam buku Sejarah dan Kebudayaan Islam karya Abdussalam dkk, pada awal abad ke-8 M, wilayah Iberia (Semenanjung Spanyol dan Portugal) dikuasai oleh kerajaan Kristen Visigoth yang sedang mengalami kemunduran secara internal.
Raja Visigoth, Roderick, menghadapi perlawanan dari kelompok bangsawan lokal dan pewaris sah tahta yang merasa dikhianati. Dalam situasi yang tidak stabil ini, salah satu kelompok bangsawan Visigoth yang bernama Julian (Gubernur Ceuta di Afrika Utara) menghubungi gubernur muslim di Ifriqiya (Afrika Utara), Musa bin Nushair, dan meminta bantuan untuk menggulingkan Roderick.
Melihat kesempatan strategis untuk memperluas wilayah Islam, Musa bin Nushair mengirim seorang panglima kepercayaannya, Thariq bin Ziyad untuk memimpin pasukan ekspedisi kecil menyeberangi Selat Gibraltar.
Pada 711 M, Thariq bin Ziyad dan sekitar 7.000 pasukannya yang mayoritas berasal dari suku Berber Afrika Utara, mendarat di sebuah bukit berbatu di Selatan Spanyol yang kemudian dikenal sebagai Jabal Thariq, yang dalam bahasa Latin disebut Gibraltar.
Setelah mendarat, pasukan Thariq segera bergerak cepat ke pedalaman hingga berhadapan langsung dengan tentara Raja Roderick. Dalam pertempuran hebat tersebut, pasukan Visigoth kalah telak, sementara Roderick sendiri dilaporkan tewas di medan perang.
Pasukan muslim membakar kapal-kapal pasukan Visigoth. Thariq bin Ziyad berpidato kepada pasukannya bahwa mereka tidak memiliki pilihan selain menang atau mati, karena laut berada di belakang mereka dan musuh berada di depan.
Kemenangan ini membuka jalan bagi pasukan muslim untuk melanjutkan ekspansi ke wilayah-wilayah lain di Semenanjung Iberia.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Apakah Haji Bisa Tidak Mabrur? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Jemaah
Pendapat Hukum Austria Sebut Larangan Jilbab Tak Sesuai dengan Konstitusi
Cara Titip Doa ke Orang yang Naik Haji, Ini Adabnya