Keutamaan Salat di Masjid Nabawi yang Didirikan Rasulullah, Berikut Sejarahnya

Keutamaan Salat di Masjid Nabawi yang Didirikan Rasulullah, Berikut Sejarahnya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 28 Apr 2026 05:45 WIB
Keutamaan Salat di Masjid Nabawi yang Didirikan Rasulullah, Berikut Sejarahnya
Masjid Nabawi. Foto: (Haris/detikcom)
Jakarta -

Masjid Nabawi adalah tempat suci yang didirikan langsung oleh Rasulullah SAW di pusat kota Madinah. Bagi umat Islam, salat di Masjid Nabawi bukan sekadar menjalankan ibadah saja, terdapat keutamaan bagi siapa saja yang melaksanakan salat di dalamnya.

Keutamaan tersebut telah dijanjikan melalui sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits.

Lantas, apa saja keutamaan salat di Masjid Nabawi? Simak ulasan mengenai keutamaan salat di Masjid Nabawi beserta sejarah berdirinya yang dirangkum detikHikmah berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan Salat di Masjid Nabawi

Dinukil dari buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, berikut beberapa hadits yang menjelaskan tentang keutamaan salat di Masjid Nabawi dibanding masjid-masjid lainnya:

Jabir RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ADVERTISEMENT

صَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ مِائَةُ أَلْفِ صَلَاةِ، وَصَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي أَلْفُ صَلَاةِ، وَفِي بَيْتِ الْمَقْدِسَ خَمْسُمِائَةِ صَلَاةِ

Artinya: "Melaksanakan salat di Masjidil Haram (pahalanya) sebanding dengan seratus ribu kali salat (di masjid yang lain), salat di masjidku (Masjid Nabawi) pahalanya sebanding dengan seribu kali salat (di masjid yang lain), sedang salat di Baitul Maqdis pahalanya sebanding dengan lima ratus kali salat (di masjid yang lain)." (HR Thabrani dan Baihaqi)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

صَلاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِي مَا سِوَاهُ مِنَ الْمَسَاجِدِ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ، وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةٍ فِي مَسْجِدِي هَذَا بمائة صلاة.

Artinya: "Salat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali lipat daripada salat yang dikerjakan di masjid-masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram. Salat di Masjidil Haram (pahalanya) seratus kali lipat (dibandingkan dengan) salat yang dikerjakan di masjidku ini." (HR Ahmad)

Dalam riwayat selanjutnya, Rasulullah SAW bersabda:

لَا تُشَدُّ الرِّجَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى

Artinya: "Kendaraan pembawa barang (dan orangnya) tidak perlu diistirahatkan kecuali untuk masuk ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha." (HR Bukhari)

Sejarah Berdirinya Masjid Nabawi

Dinukil dari Buku Tuntunan Manasik Haji terbitan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, sejarah berdirinya Masjid Nabawi bermula ketika Rasulullah SAW masuk ke Madinah. Saat itu, masyarakat Anshar menyambut serta menawarkan rumah untuk beristirahat kepada beliau.

Namun, Rasulullah SAW menjawab dengan bijaksana, "Biarkanlah unta ini berjalan karena ia diperintah Allah SWT." Setelah sampai di hadapan rumah Abu Ayyub al-Anshari, unta tersebut berhenti, kemudian Nabi dipersilahkan oleh Abu Ayyub untuk tinggal di rumahnya.

Setelah beberapa bulan tinggal di rumah Abu Ayyub, Rasulullah SAW mendirikan masjid di atas sebidang tanah, yang sebagiannya milik As'ad bin Zurarah yang diberikan sebagai wakaf. Sementara sebagian lainnya, dibeli dari anak yatim bernama Sahal dan Suhali, anak dari Amir bin Amarah di bawah asuhan Mu'az bin Atrah.

Ketika membangun masjid, Rasulullah SAW meletakkan batu pertama kemudian kedua, ketiga, keempat, dan kelima masing-masing oleh sahabat Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali.

Setelah itu, masjid ini dikerjakan secara gotong royong hingga selesai. Pagarnya dibuat dari batu tanah setinggi kurang lebih 2 meter. Tiang-tiangnya dari batang kurma, atap dari pelepah daun kurma, halaman ditutup dengan batu-batu kecil, kiblat menghadap Baitul Maqdis, karena saat itu perintah Allah untuk kiblat menghadap Ka'bah belum turun.

Pintunya terdiri dari tiga buah, yaitu pintu kanan, pintu kiri, dan pintu belakang. Panjang masjid sekitar 70 hasta, lebar 60 hasta. Dengan demikian, masjid ini dibangun secara sederhana tanpa adanya hiasan.

Masjid Nabawi dibangun pada tahun pertama Hijriah. Di sekitar masjid dibangun tempat keluarga Rasulullah SAW, sementara di sebelah timurnya dibangun rumah Siti Aisyah yang kemudian menjadi tempat pemakaman Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads