×
Ad

Sosok yang Belum Pernah Salat Tapi Masuk Surga, Siapa Dia?

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Senin, 06 Apr 2026 06:30 WIB
Ilustrasi sosok yang belum pernah salat tapi masuk surga. Foto: Vector_Corp/Freepik
Jakarta -

Salat merupakan tiang agama sekaligus amalan pertama yang akan dihisab di akhirat kelak. Namun, dalam sejarah Islam, terdapat sebuah kisah menakjubkan tentang sosok pria yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW, padahal belum pernah salat sekalipun.

Sosok tersebut adalah Amr bin Tsabit bin Waqsy atau lebih dikenal dengan julukan Al-Ushairim. Kisahnya di sela-sela perang Uhud, menjadi pengingat bagi umat Islam semua tentang luasnya rahmat Allah SWT.

Lantas, bagaimana kisah keislamannya yang sangat singkat namun berbuah surga tersebut? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Mengenal Al-Ushairim: Sosok yang Mendapat Hidayah di Detik Terakhir

Diceritakan dalam Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri yang diterjemahkan oleh Kathur Suhardi, Al-Ushairim berkali-kali diajak untuk memeluk agama Islam, namun berkali-kali pula ia menolak ajakan tersebut.

Suatu hari, Al-Ushairim datang bersama sahabatnya. Saat itu, Nabi Muhammad SAW bersama pasukannya sedang berada di Uhud untuk persiapan perang. Ia kemudian bertanya, "Dimanakah Sa'ad bin Mu'adz?" Mereka menjawab, "Di Uhud." Al-Ushairim bertanya lagi, "Dimanakah anak-anak saudaranya?" Mereka menjawab, "Di Uhud." Al-Ushairim kembali bertanya mengenai keberadaan kaumnya, mereka pun menjawab, "Di Uhud."

Keberanian di Medan Uhud dan Pembuktian Iman

Sesaat sebelum berlangsungnya Perang Uhud, Al-Ushairim mendapat hidayah dari Allah SWT. Ia pun memantapkan hati untuk memeluk agama Islam dan segera bergegas menyusul Rasulullah SAW.

Sambil menunggangi kudanya, Al-Ushairim bergabung bersama pasukan muslim lainnya yang sedang berperang. Saat melihat Al-Ushairim, kaum muslim berkata, "Tinggalkanlah kami wahai Amr!"

Al-Ushairim menyahut, "Aku sudah beriman." Tanpa ragu, Al-Ushairim bertempur habis-habisan hingga mengalami luka serius, sementara keberadaannya saat itu luput dari pengawasan pasukan muslim lainnya.

Kesaksian Rasulullah SAW: Beramal Sedikit Berpahala Besar

Setelah perang berakhir, orang-orang dari keluarga besar Bani Abdul Asyhal mulai menyisir medan perang untuk mencari pasukan muslim. Saat itulah, mereka menemukan Ushairim dalam kondisi kritis dengan sebuah tombak kecil yang masih tertancap di tubuhnya.

Lantas mereka berkata, "Demi Allah, ini pasti Al-Ushairim. Saat kami meninggalkannya, ia masih menolak perintah kami (untuk masuk Islam)."

"Apa yang membuatmu seperti ini? Apakah karena engkau merasa kasihan pada kaummu ataukah karena kecintaan pada Islam?" lanjut mereka bertanya.

Al-Ushairim menjawab, "Karena suka pada Islam. Setelah menyatakan ISlam pada rasul-Nya, aku kemudian ikut berperang bersama Rasulullah SAW hingga aku mendapatkan musibah seperti yang kalian lihat saat ini."

Tak lama setelah itu, Al-Ushairim wafat, dan keluarga besar Bani Abdul Asyhal segera menceritakan peristiwa tersebut kepada Rasulullah SAW.

Lantas Rasulullah SAW bersabda, "Ia termasuk penghuni surga." Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW mengatakan, "Ia sedikit berbuat, akan tetapi diberi balasan." (HR Bukhari)

Abu Hurairah RA berkata, "Tetapi ia sama sekali belum pernah salat sampai akhirnya mati syahid."

Kontras Kisah Quzaman: Berjuang Hebat Namun Berujung Neraka

Diantara orang-orang yang terluka lainnya, mereka juga menemukan Quzaman, yang bertempur dengan hebat layaknya seorang pahlawan perang. DIa membunuh tujuh hingga delapan kaum musyrik dengan tangannya sendiri.

Orang-orang dari keluarga Bani Abdul Asyhal menemukan Quzaman dalam keadaan sedang menahan rasa sakit karena luka yang dideritanya. Lantas, mereka membawanya ke perkampungan Bani Zhafir.

Saat itu, orang-orang muslim berusaha menghiburnya, namun ia menjawab, "Demi Allah, aku ikut berperang hanya karena pertimbangan kaumku. Kalau tidak karena itu, aku tak akan sudi berperang."

Karena merasa tidak tahan dekan luka yang dideritanya, maka ia pun memutuskan untuk bunuh diri. Setelah mendengar kabarnya, Rasulullah SAW bersabda, "Jika dia berkata seperti itu, maka dia termasuk penghuni neraka."

Demikianlah perbedaan nasib akhir antara mereka yang bertempur demi membela kesukuannya dengan mereka yang tulus berjuang demi meninggikan agama Allah, meski keduanya berada di barisan yang sama bersama Rasulullah SAW dan para sahabat.

Wallahu'alam.



Simak Video "Yamaha NMAX: Saksi Perjuangan 3 Generasi"

(lus/lus)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork