Utsman bin Mazh'un merupakan figur sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal luas berkat kedalaman takwa dan kesalehannya. Perjalanan hidup beliau sering kali diangkat sebagai inspirasi bagi umat Islam mengenai cara sungguh-sungguh dalam menjaga kedekatan spiritual dengan Allah SWT.
Sebagai sahabat Rasulullah SAW, ia dikenal sangat tekun beribadah dan berupaya terus meningkatkan kualitas imannya melalui berbagai amal saleh. Meskipun memiliki semangat ibadah yang luar biasa, Utsman bin Mazh'un sempat ditegur langsung oleh Rasulullah SAW. Beliau dinasihati untuk beribadah secara proporsional dan tidak melampaui batas kewajaran.
Kisah Utsman bin Mazh'un yang Ditegur Rasulullah
Sosok bernama lengkap Utsman bin Mazh'un bin Hubaib bin Wahab bin Hudzafah bin Jumah bin Amr bin Husyaish bin Ka'ab Al-Jumahi ini merupakan bagian dari golongan Muhajirin. Dalam catatan sejarah, ia digambarkan sebagai pribadi yang memiliki semangat ibadah yang sangat besar, hingga cara ibadahnya cenderung terlihat berlebihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utsman bin Mazh'un memiliki dedikasi yang luar biasa dalam beribadah, di mana ia mengabdikan hampir seluruh waktunya demi meraih rida dan kedekatan dengan Allah SWT. Keseriusannya dalam membangun hubungan spiritual tersebut bahkan membuatnya cenderung mengabaikan beberapa urusan duniawi di luar ibadah.
Merujuk pada Tafsir Al-Azhar jilid 3 karya Hamka, dikisahkan bahwa Utsman bin Mazh'un sempat memohon izin kepada Rasulullah SAW untuk memisahkan diri dari istrinya. Hal ini ia lakukan demi ambisinya untuk mendedikasikan seluruh hidup dan waktunya hanya untuk menyembah Allah SWT.
أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَوْ أَذِنْتَ لِي فَطَلَّقْتُ خَوْلَةَ، وَتَرَهَّبْتُ وَاخْتَصَيْتُ وَحَرَّمْتُ اللَّحْمَ، وَلَا أَنَامُ بِلَيْلٍ أَبَدًا، وَلَا أُفْطِرُ بِنَهَارٍ أَبَدً
Artinya: "Utsman berkata (meminta izin) kepada Nabi SAW: "Jika Engkau mengizinkan, Aku akan mentalak Khaulah. Aku akan menjadi rahib (tidak menikah), aku akan mengosongkan diriku, mengharamkan daging, tidak tidur di malam hari (untuk beribadah) dan tidak makan di siang hari (berpuasa) selamanya."
Bukannya memberikan apresiasi, Nabi Muhammad SAW justru melarang keinginan Utsman. Beliau menegaskan bahwa perilaku semacam itu menyimpang dari sunnahnya dan bukanlah praktik yang dibenarkan dalam ajaran Islam.
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِنْ سُنَّتِي النِّكَاحَ وَلَا رَهْبَانِيَّةَ فِي الْإِسْلَامِ إِنَّمَا رَهْبَانِيَّةُ أُمَّتِي الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَخِصَاءُ أُمَّتِي الصَّوْمُ وَلَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ. وَمِنْ سُنَّتِي أَنَامُ وَأَقُومُ وَأُفْطِرُ وَأَصُومُ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي
Artinya: "Nabi Muhammad SAW berkata: "termasuk sunnahku adalah menikah, tidak ada ke-rahiban (dengan tidak menikah) di dalam Islam, ke-rahiban di dalam umatku ialah berjihad di jalan Allah, pengosongan umatku dengan berpuasa, janganlah kalian mengharamkan hal-hal baik yang telah Allah halalkan untuk kalian, di antara sunnahku ialah tidur, bangun, berbuka dan berpuasa. Barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku tidak termasuk bagian kaumku".
Setelah mendapatkan penjelasan dari Rasulullah SAW, Utsman bin Mazh'un pun memahami nasihat tersebut dan kembali menjalani kehidupan rumah tangganya seperti semula. Utsman bin Mazh'un akhirnya kembali ke dekapan istrinya dengan cara pandang yang baru, yakni menyelaraskan pengabdian spiritual dengan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga.
Dikisahkan, pada suatu hari istrinya, Khaulah, bertemu dengan Aisyah RA dengan wajah yang tampak berseri-seri. Kebahagiaan itu terlihat jelas karena ia telah kembali hidup bersama suaminya setelah sebelumnya sempat berpisah akibat kesungguhan Utsman dalam beribadah.
Dari kisah ini, dapat dipahami bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, tanggung jawab keluarga, serta hak diri sendiri agar kehidupan berjalan harmonis. Riwayat Utsman bin Mazh'un mengajarkan kita betapa krusialnya sikap terbuka dalam menerima masukan. Hal ini menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk terus berbenah diri agar praktik ibadah mereka senantiasa selaras dengan tuntunan Rasulullah SAW.
(hnh/inf)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud