Kapan Rasulullah SAW Mandi Junub? Ini Waktu yang Dianjurkan

Kapan Rasulullah SAW Mandi Junub? Ini Waktu yang Dianjurkan

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Sabtu, 04 Apr 2026 19:00 WIB
Kapan Rasulullah SAW Mandi Junub? Ini Waktu yang Dianjurkan
Ilustrasi mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ekaterina79
Jakarta -

Mandi junub dapat umat Islam lakukan setelah mengalami hadats besar. Beberapa hal yang menyebabkan seseorang mandi wajib antara lain, mengeluarkan mani secara sengaja, hubungan suami istri, haid, nifas, dan lain sebagainya.

Namun, apakah mandi junub harus dilakukan sesegera mungkin? Apakah ada waktu tertentu yang dianjurkan dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW?

Kapan Rasulullah SAW Mandi Junub?

Pada dasarnya mandi junub harus dilakukan sesegera mungkin dan sebelum melaksanakan ibadah yang mensyaratkan suci, seperti salat. Namun, terdapat waktu yang dianjurkan dan dilakukan langsung oleh Rasulullah SAW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika merujuk dalam beberapa hadits shahih, Rasulullah SAW melakukan mandi junub pada permulaan dan penghujung malam. Selain itu, Rasulullah juga pernah melakukan mandi wajib saat tiba waktu fajar.

Dinukil dari buku Sunan An-Nasa'i karya Abu Abdurrahman Ahmad (Imam An-Nasa'i) dan dari kitab Mukhtasar Shahih al-Bukhari karya Imam Zainuddin bin Ahmad al-Lathif az-Zubaidi yang diterjemahkan oleh Irwan Kurniawan dan Nasrulloh, berikut waktu mandi junub yang pernah dilakukan Rasulullah SAW:

ADVERTISEMENT

1. Pada Permulaan dan Penghujung Malam

Rasulullah SAW pernah melakukan mandi junub pada waktu permulaan malam dan penghujung malam. Hal ini bersandar pada sebuah hadits shahih:

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِي، قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ بُرْدٍ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ نُسَيِّ، عَنْ غُضَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ ، فَسَأَلْتُهَا؛ قُلْتُ : أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَغْتَسِلُ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ أَوْ مِنْ آخِرِهِ؟ قَالَتْ : كُلَّ ذَلِكَ؛ رُبَّمَا اغْتَسَلَ مِنْ أَوَّلِهِ، وَرُبَّمَا اغْتَسَلَ مِنْ آخِرِهِ، قُلْتُ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً

Artinya: "Yahya bin Habib bin Arabiy mengabarkan bahwa Hammad mengatakan dari Burdin dari Ubadah bin Nusaiy dari Ghudaif bin Harits yang berkata, 'Saya datang menemui Aisyah RA, lalu bertanya kepadanya, 'Apakah Rasulullah mandi pada permulaan malam atau akhir malam?' Aisyah menjawab, 'Pada kedua waktu itu. Terkadang beliau mandi di permulaan malam dan terkadang di akhir malam.' Saya lalu berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kelonggaran dalam masalah ini'." (HR Muslim)

2. Saat Waktu Fajar

Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah mandi junub pada waktu fajar setelah menggauli istrinya pada malam hari, kemudian beliau mandi junub dan berpuasa.

عَنْ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ رَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبْ مِنْ أَهْلِهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

Artinya: "Dari Aisyah RA dan Umm Salamah RA: Suatu ketika, Rasulullah SAW bangun di pagi hari dalam keadaan junub setelah mencampuri istrinya. Sesudah itu, Nabi SAW mandi dan berpuasa." (HR Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Mandi Junub

Dijelaskan dalam buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq, mandi junub sesuai dengan syariat tidak akan terpenuhi jika tidak memenuhi dua hal, yaitu membaca niat dan membasuh seluruh anggota tubuh.

Secara hakikat, mandi junub cukup dilakukan dengan cara membasuh seluruh anggota tubuh dengan menggunakan air. Meski begitu, umat Islam yang hendak melakukan mandi wajib, dapat mencontoh cara mandi junub yang dilakukan Rasulullah SAW. Berikut tata cara selengkapnya:

  1. Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali
  2. Membasuh kemaluan
  3. Berwudhu secara sempurna seperti ketika akan salat
  4. Menyiramkan air ke kepala sebanyak tiga kali, dengan menyela-nyela rambut agar membasahi pangkal rambut.
  5. Menyiramkan air ke seluruh tubuh dengan mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan. Kemudian dilanjut dengan bagian tubuh sebelah kiri. Dianjurkan juga untuk membersihkan ketiak, telinga, pusar, jari kaki, dan menggosok bagian tubuh yang dapat dijangkau tangan.

Bacaan Niat Mandi Junub Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Dinukil dari buku Panduan Salat Lengkap dan Praktis karya Ahmad Sultoni, berikut bacaan niat mandi junub, Arab, latin, dan artinya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf'il hadasil akbari fardhal lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar wajib karena Allah Ta'ala."




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads