Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Catat Batas Waktunya!

Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Catat Batas Waktunya!

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Selasa, 31 Mar 2026 13:15 WIB
Ilustrasi Puasa Syawal 6 Hari
Ilustrasi Puasa Syawal Foto: Khats Cassim/Pexels
Jakarta -

Puasa Syawal merupakan amalan sunnah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal sebagai kelanjutan ibadah setelah Hari Raya Idulfitri. Ibadah ini tidak hanya bernilai sunnah, tetapi juga memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadits Rasulullah SAW.

Salah satu hadits yang menerangkan keutamaan puasa Syawal diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al-Ansari. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ (رواه مسلم)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latin: 'An Abi Ayyub Al-Anshari radiyallahu 'anhu qala anna Rasulallahi shallallahu 'alaihi wa sallama qala man shama Ramadhana tsumma atba'ahu sittan min Syawwalin kana ka shiyamid-dahr (HR. Muslim).

Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim).

ADVERTISEMENT

Batas Waktu Puasa Syawal 2026

Puasa Syawal hanya bisa dilaksanakan dalam rentang bulan Syawal. Artinya, ibadah ini dimulai setelah Hari Raya Idulfitri, tepatnya sejak tanggal 2 Syawal hingga berakhirnya bulan tersebut.

Hal ini karena pada tanggal 1 Syawal, umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa lantaran merupakan hari raya Idulfitri. Oleh sebab itu, pelaksanaan puasa Syawal baru dapat dimulai pada hari berikutnya.

Dari ketentuan tersebut, dapat dipahami bahwa batas waktu puasa Syawal sepenuhnya mengikuti berakhirnya bulan Syawal dalam kalender Hijriah. Dengan kata lain, selama bulan Syawal masih berlangsung, kesempatan untuk menunaikan puasa enam hari ini masih terbuka.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Dengan demikian, puasa Syawal dapat mulai dilaksanakan sejak 2 Syawal atau 22 Maret 2026. Sementara itu, akhir bulan Syawal diperkirakan jatuh pada 18 April 2026. Artinya, batas akhir pelaksanaan puasa Syawal 2026 adalah hingga tanggal tersebut.

Selama periode tersebut, umat Islam dapat menjalankan puasa enam hari, baik secara berturut-turut maupun tidak, sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Pelaksanaan dan Tata Cara Puasa Syawal

Pelaksanaan puasa Syawal tidak diwajibkan dilakukan secara berurutan. Umat Islam tetap dapat menunaikannya secara terpisah selama masih berada dalam bulan Syawal.

Meski demikian, sebagian ulama menganjurkan agar puasa ini dikerjakan lebih awal setelah Idulfitri. Tujuannya adalah untuk menjaga konsistensi ibadah serta menghindari kemungkinan terlewat hingga akhir bulan.

Dalam buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII karya H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah dijelaskan bahwa tata cara puasa Syawal pada dasarnya tidak berbeda dengan puasa pada umumnya.

Seseorang yang menjalankannya dianjurkan untuk diawali dengan niat, kemudian menahan diri dari makan, minum, serta segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Apabila belum sempat berniat pada malam hari, puasa sunnah seperti puasa Syawal masih memperbolehkan niat dilakukan pada pagi hari sebelum masuk waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Saat waktu Maghrib tiba, umat Islam dianjurkan untuk segera berbuka. Hal ini termasuk bagian dari sunnah yang dianjurkan dalam pelaksanaan ibadah puasa.

Niat Puasa Syawal

Sebelum melaksanakan puasa Syawal, dianjurkan untuk membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah. Berikut bacaan niat puasa Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي شَهْرِ الشَّوَّالِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin fi syahrisy-syawwali sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads