Apakah Jam 6 Masih Bisa Sholat Subuh? Berikut Batas Waktu Menurut Syariat

Apakah Jam 6 Masih Bisa Sholat Subuh? Berikut Batas Waktu Menurut Syariat

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Senin, 30 Mar 2026 20:45 WIB
Bangun tidur kesiangan
Foto: Getty Images/Kate Aedon
Jakarta -

Sholat Subuh adalah ibadah wajib yang memiliki tantangan tersendiri karena dikerjakan saat fajar. Namun, tak jarang rasa ngantuk atau kelelahan membuat seseorang tak sengaja bangun kesiangan hingga matahari terbit.

Lantas, kapan sebenarnya batas waktu sholat Subuh? Jika terbangun pukul 6 pagi dan matahari sudah mulai menampakkan diri, apakah sholat masih sah atau justru terhitung sebagai dosa? Berikut penjelasan selengkapnya.

Batas Waktu Sholat Subuh

Dijelaskan dalam buku Berkah Sholat Subuh Berjamaah oleh Ustadz Fahrur Mu'is, waktu sholat merupakan persoalan yang sifatnya baku dan telah ditentukan dalam Al-Qur'an dan sunnah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 103:

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

ADVERTISEMENT

Fa iżā qaḍaitumuṣ-ṣalāta fażkurullāha qiyāmaw wa qu'ūdaw wa 'alā junūbikum, fa iżaṭma'nantum fa aqīmuṣ-ṣalāh(ta), innaṣ-ṣalāta kānat 'alal-mu'minīna kitābam mauqūtā(n).

Artinya: "Apabila kamu telah menyelesaikan sholat, berdzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah sholat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya sholat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin."

Lantas, kapan batas waktu pelaksanaan sholat Subuh sesuai syariat? Waktu sholat Subuh dijelaskan secara detail dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda:

وَوَقْتُ صَلَاةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ

Artinya: "Waktu sholat Subuh adalah dari terbit fajar sampai terbit matahari." (HR Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصُّبْحِ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الصُّبْحَ

Artinya: "Siapa yang mendapatkan satu rakaat sholat Subuh sebelum terbit matahari, maka ia telah mendapati sholat Subuh." (HR Bukhari)

Dapat disimpulkan, bahwa waktu sholat Subuh dimulai sejak fajar shodiq hingga terbitnya matahari. Siapa yang sholat Subuh sebelum masuk waktunya, maka sholatnya tidak sah. Kemudian, siapa yang mengerjakan satu rakaat sholat Subuh sebelum matahari terbit, maka ia telah dianggap sholat Subuh.

Hal ini bersandar pada hadits Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa mendapatkan satu rakaat sholat Subuh sebelum matahari terbit, berarti dia telah mendapatkan sholat Subuh (secara penuh). Dan barangsiapa mendapatkan satu rakaat Ashar sebelum matahari terbenam, berarti dia telah mendapatkan sholat Ashar sepenuhnya." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas dinukil dari buku Panduan Shalat Lengkap oleh Sa'id bin Ali bin Wahaf Al-Qathani.

Lantas, bagaimana hukumnya jika umat Islam mengerjakan sholat Subuh jam 6 pagi, apakah masih bisa? Berikut penjelasannya.

Hukum Sholat Subuh Jam 6 Apakah Masih Bisa?

Orang yang mengerjakan sholat Subuh jam 6 pagi, maka diperbolehkan dan wajib untuk menggantinya (qadha) sholat tersebut, jika tertidur atau lupa untuk mengerjakannya.

Dinukil dari Shalatul Mu'min karya Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthani, orang yang lupa mengerjakan sholat, maka wajib untuk melaksanakan sholat tersebut ketika telah teringat. Hal ini bersandar pada hadits Anas RA, dari Rasulullah SAW, ia bersabda:

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ

Artinya: "Barangsiapa yang lupa dari suatu sholat, hendaklah dia mengerjakannya ketika telah teringat, sebab tidak ada kafarat bagi yang demikian, kecuali dengan cara seperti itu." (HR Bukhari dan Muslim)

Masih dari sumber sebelumnya, orang yang tidak memiliki udzur (pingsan atau benar-benar lupa) maka dilarang untuk mengakhirkan waktu sholat Subuh hingga mendekati batas waktu terakhir. Adapun orang yang memiliki udzur, maka ia wajib untuk untuk melaksanakan sholat Subuh begitu sadar atau teringat. Orang yang meninggalkan sholat Subuh secara sengaja, ia wajib untuk bertaubat, karena meninggalkan sholat termasuk dosa besar.

Meski begitu, sholat Subuh lebih utama dikerjakan pada waktu awal. Abdullah bin Mas'ud pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, " Amal apakah yang paling dicintai Allah?" Beliau menjawab, "Amal yang paling dicintai Allah adalah sholat tepat pada waktunya." Abdullah bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab, "Berbuat baik kepada orang tua." Abdullah bertanya lagi, "Lalu apa lagi?" Beliau menjawab, "Jihad fi sabilillah." (HR Bukhari dan Muslim)



(lus/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads