Cara Meminta Maaf yang Benar Saat Halal Bihalal Menurut Islam

Cara Meminta Maaf yang Benar Saat Halal Bihalal Menurut Islam

Tia Kamilla - detikHikmah
Kamis, 26 Mar 2026 14:45 WIB
Cara Meminta Maaf yang Benar Saat Halal Bihalal Menurut Islam
ilustrasi minta maaf. Foto: Getty Images/ferlistockphoto
Jakarta -

Halal bihalal Idul Fitri sudah menjadi tradisi yang melekat di masyarakat Indonesia setelah menjalani puasa Ramadan. Kegiatan ini umumnya dilakukan di bulan Syawal, mulai dari sepekan usai Lebaran hingga menjelang akhir bulan. Dalam momen tersebut, umat Islam saling bersilaturahmi dan bermaafan.

Namun, bagaimana cara meminta maaf yang benar saat halal bihalal menurut Islam? Apakah cukup dengan ucapan "mohon maaf lahir dan batin", atau ada adab tertentu yang perlu diperhatikan? Simak penjelasannya berikut ini.

Arti dan Tujuan Halal Bihalal

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halal bihalal adalah kegiatan silaturahmi untuk saling bermaaf-maafan setelah menunaikan puasa Ramadan. Biasanya dilakukan oleh sekelompok orang dan diselenggarakan di rumah, aula, maupun auditorium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istilah ini dikenal sebagai tradisi khas masyarakat Indonesia. Meski tidak banyak ditemukan di negara lain, nilai yang terkandung di dalamnya tetap sejalan dengan ajaran Islam.

Tujuan halal bihalal adalah menjadi momen untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, menciptakan keharmonisan, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.

ADVERTISEMENT

Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Al-Quran: Kisah dan Hikmah Kehidupan menjelaskan bahwa halal bihalal memang tradisi khas Indonesia. Namun, isinya tetap sesuai dengan ajaran Islam.

Hakikatnya sama seperti makna Idul Fitri, yaitu kembali kepada kesucian dengan saling memaafkan dan melapangkan hati. Oleh karena itu, halal bihalal menjadi kesempatan untuk saling meminta maaf dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Cara Meminta Maaf yang Benar Saat Halal Bihalal

Meminta maaf saat halal bihalal tidak cukup hanya dengan mengucapkan "mohon maaf lahir dan batin" saja. Dalam Islam, permintaan maaf berkaitan dengan tobat yang dilakukan secara sungguh-sungguh.

Mengutip buku 63 Adab Sunnah oleh KH. Rachmat Morado Sugiarto dan buku Mutiara Hikmah Puasa karya B. Wiwoho, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ingin meminta maaf, baik kepada orang tua, keluarga, teman, maupun orang lain.

1. Akui Kesalahan

Permintaan maaf sebaiknya disampaikan secara jelas. Jika pernah berbuat salah atau menyakiti perasaan seseorang, akui dengan jujur dan terbuka agar tidak terjadi salah paham lagi.

2. Berjanji Tidak Mengulangi Lagi

Permintaan maaf harus disertai niat untuk tidak mengulanginya. Selain itu, bertekad untuk berubah menjadi lebih baik karena Allah SWT.

3. Perbaiki dengan Tindakan

Permintaan maaf terkadang tidak cukup hanya dengan ucapan saja. Jika kesalahan menimbulkan kerugian atau melukai perasaan orang lain, perbaiki dengan tindakan nyata.

Misalnya, mengganti barang yang rusak atau menunjukkan perubahan lewat perilaku yang lebih baik. Ini menjadi bukti kesungguhan dalam meminta maaf.

4. Gunakan Kata yang Sopan

Sampaikan permintaan maaf dengan bahasa yang sopan dan baik. Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga lisan agar hati orang yang mendengar bisa luluh.

5. Tunjukkan Sikap Hormat

Saat meminta maaf kepada orang yang lebih tua atau yang dihormati, bisa dilakukan sambil berjabat tangan, mencium tangan, atau sikap santun lainnya.

6. Dengarkan Tanpa Memotong Pembicaraan

Berikan kesempatan kepada pihak yang dimintai maaf untuk menyampaikan tanggapannya.

7. Tidak Membela Diri

Saat orang lain sedang menjelaskan rasa kecewanya, tahan untuk tidak membela diri secara berlebihan.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, halal bihalal tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga menjadi momen memperbaiki hubungan dengan sesama, baik orang tua, keluarga, sahabat, rekan kerja dan lainnya.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads