Ini Waktu yang Dilarang Salat Sunnah dalam Islam, Apa Alasannya?

Ini Waktu yang Dilarang Salat Sunnah dalam Islam, Apa Alasannya?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 25 Mar 2026 14:45 WIB
Niat salat sunnah.
Ilustrasi salat (Foto: Masjid Pogung Dalangan/ Unsplash)
Jakarta -

Ada beberapa waktu terlarang bagi muslim untuk melakukan ibadah salat. Bukan tanpa alasan, pelarangan ini merujuk pada sejumlah dalil hadits Nabi Muhammad SAW.

Terkait salat sendiri disebutkan dalam Al-Qur'an, salah satunya pada surah An Nisa ayat 103. Allah SWT berfirman,

اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا...

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "...Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin."

Menurut pendapat jumhur ulama, waktu terlarang salat ini hanya berlaku bagi salat sunnah mutlak. Jadi, ketentuan tersebut tidak berlaku jika salatnya dilakukan karena sebab tertentu contohmnya seperti salat jenazah.

ADVERTISEMENT

Waktu Terlarang Mendirikan Salat Sunnah bagi Muslim

Dilansir dari Terjemah Fiqhul Islam wa Adillatuhu oleh Wahbah Az Zuhaili terbitan Gema Insani, Nabi Muhammad SAW melarang muslim salat di lima waktu tertentu. Tiga waktu di antaranya disebutkan dalam hadits dari Uqbah bin Amir al-Juhani:

"Tiga waktu yang Rasulullah SAW melarang kami melakukan salat dan menguburkan jenazah, yaitu: ketika matahari terbit hingga naik tinggi, saat matahari tepat di tengah langit hingga tergelincir dan ketika matahari hampir terbenam." (HR Muslim)

Kemudian dua waktu lainnya turut dijelaskan dalam hadits lain dari Abu Sa'id Al Khudri. Berikut bunyinya:

"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak ada salat setelah Subuh hingga matahari terbit dan tidak ada salat setelah Ashar hingga matahari terbenam." (HR Bukhari dan Muslim)

Merujuk pada hadits di atas, maka waktu terlarang mendirikan salat jika dirinci yaitu:

  1. Setelah salat Subuh hingga matahari terbit
  2. Ketika matahari terbit sampai naik setinggi ombak
  3. Ketika matahari berada tepat di tengah langit
  4. Ketika matahari mulai menguning menjelang terbenam
  5. Setelah salat Ashar sampai matahari terbenam

Kenapa Muslim Dilarang Salat pada Waktu Tersebut?

Mengacu pada sumber yang sama, alasan dilarangnya salat sunnah pada waktu tersebut dikatakan karena matahari sedang terbit dan terbenam posisinya berada di antara dua tanduk setan. Saat-saat ini, orang musyrik terdahulu biasanya menyebah matahari.

Karenanya, muslim dilarang salat sunnah pada waktu itu agar tidak menyerupai ibadah kaum yang musyrik. Sementara itu, ketika matahari berada di tengah langit atau posisi istiwa', dikatakan dalam beberapa riwayat menjadi waktu dinyalakannya api neraka Jahannam.

Sebagian riwayat juga menyebut kala itu jadi waktu ketika murka Allah sedang terjadi. Maka, larangan ini dimaksudkan sebagai bentuk kehati-hatian dan perlindungan agar umat Islam tidak melaksanakan ibadah pada waktu yang dinilai tidak mulia.

Sementara itu, larangan melakukan sholat sunnah setelah Subuh dan setelah Ashar memiliki alasan yang berbeda. Waktu-waktu ini tidak dianggap buruk secara mutlak, tetapi lebih kepada pengaturan waktu agar tidak terjadi tumpang tindih antara ibadah wajib dan sunnah.

Setelah Subuh dan Ashar merupakan waktu yang dianjurkan untuk berzikir, beristighfar, dan menanti waktu berikutnya, bukan untuk memperbanyak sholat sunnah yang sifatnya tidak mendesak. Selain itu, larangan ini juga menjaga agar perhatian umat tidak teralihkan dari kewajiban yang lebih utama. Maka, sholat sunnah pada waktu tersebut sebaiknya dihindari dan dialihkan ke waktu lain yang lebih dianjurkan.

Wallahu a'lam.




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads