- Tanda Taubat Diterima Allah 1. Menganggap Bahwa Dirinya Tidak Dilindungi Dari Berbuat Dosa 2. Hatinya Jauh dari Kegembiraan dan Selalu Sedih 3. Dekat Dengan Orang Baik dan Jauh Dari Orang-Orang yang Buruk 4. Selalu Menganggap Banyak Rezeki dari Allah 5. Hatinya Selalu Sibuk dengan Kewajiban-kewajiban dari Allah
Manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna tentu tidak pernah lepas dari dosa, baik yang disadari maupun yang tidak. Namun, kesadaran atas kesalahan tersebut menjadi langkah awal yang penting untuk kembali ke jalan yang benar dan memperbaiki diri.
Dalam ajaran Islam, upaya memohon ampun atas dosa-dosa dikenal dengan istilah tobat, yang menjadi bentuk kedekatan seorang hamba kepada Allah. Lantas, bagaimana ciri-ciri taubat yang benar-benar diterima oleh Allah SWT dan membawa perubahan dalam kehidupan seseorang?
Tanda Taubat Diterima Allah
Dikutip dari buku 10 Amalan Inti Penghapus Dosa oleh Ahmad Dzaky El-Syafa, dalam ajaran Islam, taubat tidak hanya sebatas ucapan istighfar, tetapi harus disertai kesungguhan hati dan komitmen untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahwa ada tanda-tanda atau ciri yang menunjukkan bahwa taubat seseorang benar-benar diterima oleh Allah SWT.
Untuk mengetahui apakah taubat seseorang diterima oleh Allah SWT, terdapat beberapa tanda yang dapat dijadikan pedoman. Tanda-tanda ini sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Nashaih al-'Ibad, berikut penjelasan lengkapnya.
1. Menganggap Bahwa Dirinya Tidak Dilindungi Dari Berbuat Dosa
Seseorang yang taubatnya diterima akan menyadari bahwa dirinya tidak ma'shum atau tidak terjaga dari dosa, sehingga ia tidak merasa paling benar. Kesadaran ini membuatnya selalu waspada dalam setiap ucapan, sikap, dan keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjaga lisannya agar tidak menyakiti orang lain dan berhati-hati dalam setiap tindakan agar tidak melanggar aturan Allah. Ketika terjatuh dalam kesalahan, ia tidak menunda untuk segera bertaubat dengan penuh penyesalan dan kembali memperbaiki diri.
2. Hatinya Jauh dari Kegembiraan dan Selalu Sedih
Orang yang taubatnya diterima tidak terlalu larut dalam kesenangan duniawi karena ia sadar kehidupan dunia hanya sementara. Ia lebih banyak memikirkan kehidupan akhirat dan khawatir terhadap nasibnya di hadapan Allah kelak.
Perasaan tersebut membuat hatinya dipenuhi penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan di masa lalu. Ia pun memperbanyak istighfar, menangis dalam doa, dan berusaha keras menjaga diri dari perbuatan maksiat.
3. Dekat Dengan Orang Baik dan Jauh Dari Orang-Orang yang Buruk
Ciri lainnya adalah memilih lingkungan pergaulan yang baik sebagai bagian dari upaya menjaga taubatnya. Ia cenderung mendekat kepada orang-orang saleh yang dapat memberikan nasihat dan mengingatkannya ketika lalai.
Lingkungan yang baik membantu dirinya tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah dan menjauhi dosa. Sebaliknya, ia berusaha menjauh dari pergaulan buruk yang dapat menyeretnya kembali ke kebiasaan lama.
4. Selalu Menganggap Banyak Rezeki dari Allah
Orang yang taubatnya diterima memiliki sikap qana'ah, yaitu merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan. Ia tidak mudah mengeluh atau iri terhadap apa yang dimiliki orang lain, meskipun hidup dalam keterbatasan.
Ia meyakini bahwa setiap rezeki adalah bentuk kasih sayang Allah yang harus disyukuri. Dengan rasa syukur tersebut, hatinya menjadi lebih tenang dan terhindar dari sifat kufur nikmat.
5. Hatinya Selalu Sibuk dengan Kewajiban-kewajiban dari Allah
Ciri terakhir adalah hatinya selalu terpaut dengan ibadah dan kewajiban kepada Allah sebagai bukti kesungguhan taubatnya. Ia berusaha memperbaiki kualitas ibadah dan tidak lagi menyepelekan perintah agama.
Selain menjalankan kewajiban seperti shalat dan puasa, ia juga memperbanyak amalan sunnah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Semua itu dilakukan agar hatinya tetap hidup dalam ketaatan dan tidak kembali pada perbuatan dosa.
Wallahu a'lam.
Baca juga: 10 Pembatal Keislaman yang Harus Dihindari |
(hnh/lus)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Hasil Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2026 Diumumkan Jam Berapa?