Korban Banjir Aceh Menangis Haru Bisa Penuhi Panggilan Haji

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Korban Banjir Aceh Menangis Haru Bisa Penuhi Panggilan Haji

Rachmatunnisa - detikHikmah
Jumat, 15 Mei 2026 13:00 WIB
Hartati Musirun Mukmin asal Aceh Tamiang, tetap berhaji. (Media Center Haji 2026)
Foto: Media Center Haji 2026
Jakarta -

Air mata Hartati Musirun Mukmin tak terbendung saat menceritakan rumahnya yang hancur diterjang banjir bandang di Aceh Tamiang akhir tahun lalu. Tatapannya menerawang, mengingat kembali kejadian yang akan diingat selamanya.

Hingga kini, perempuan 56 tahun itu mengaku belum tahu bagaimana nasib rumah warisan orang tuanya yang tertutup material banjir dan longsor setinggi leher orang dewasa. Namun di tengah musibah itu, Hartati tetap bersyukur bisa memenuhi panggilan Allah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

"Uang nggak ada untuk perbaiki rumah. Tapi dengan izin Allah, karena panggilan Allah, berkat anak-anak saya, saya bisa kemari," tutur Hartati sembari terisak, bercerita kepada tim Media Center Haji (MCH) di hotel Burj Alwahda Almutamayiz, di kawasan Jarwal, Makkah, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hartati berterus terang dirinya nyaris tak memiliki apa-apa setelah banjir besar melanda kampungnya di Aceh Tamiang. Rumah rusak, barang-barang hanyut, sementara biaya memperbaiki rumah pun tak dimilikinya.

"Karena Allah, kalau saya sendiri nggak ada (uang). Rumah aja dikasih warisan sama orang tua belum bisa saya perbaiki," ujar perempuan yang telah menjadi orang tua tunggal sejak ditinggal wafat suaminya pada 2014 itu.

ADVERTISEMENT

Perjalanan Hartati menuju Tanah Suci juga bukan hal mudah. Ia awalnya mendaftar haji bersama sang suami, Muhammad Sofyan. Namun sebelum sempat berangkat, suaminya meninggal dunia. Sejak saat itu, Hartati membesarkan ketiga anaknya seorang diri.

Kini, perjuangannya berbuah keberkahan. Ketiga anak Hartati bergotong royong membantu melunasi biaya haji sang ibu sebesar Rp17 juta agar ia bisa berangkat tahun ini. Meski rumahnya rusak dan hidup dalam keterbatasan, Hartati yakin keberangkatannya adalah penghiburan dan pertolongan dari Allah.

"Saya bersyukur mungkin ada di balik itu Allah berikan rezeki buat saya. Hanya itu. Entah mungkin saya pulang dari sini saya dapat rezeki, entah rezeki apa saya nggak tahu, rahasia Allah. Cuma saya yakin saya pulang dari sini saya dapat rezeki dari Allah," katanya lirih.

Tak hanya kehilangan rumah, Hartati juga sempat kehilangan seluruh dokumen penting akibat banjir. KTP, kartu keluarga, hingga dokumen pendaftaran haji ikut hanyut terbawa arus.

"Air itu tiba-tiba langsung sreeet (menerjang) gitu naik. Jadi kami nggak bisa lagi sempat nyingkirkan (menyelamatkan). Barang tuh udah langsung habis, jadi nggak bisa diamankan lagi," katanya.

Beruntung, data Hartati masih tersimpan di sistem Kementerian Haji dan Umrah serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sehingga dokumen-dokumen pentingnya bisa diterbitkan kembali.

Kini, Hartati menjadi salah satu dari 5.426 jemaah haji asal Aceh yang telah tiba di Tanah Suci tahun ini. Di tengah kehilangan dan cobaan berat yang dialaminya, ia hanya ingin bisa menyempurnakan ibadah hajinya dengan lancar. Baginya, perjalanan ke Makkah bukan sekadar ibadah, tetapi bukti bahwa harapan bisa tetap hidup bahkan setelah musibah besar datang menerjang.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads