Menjelang akhir Ramadan, perbedaan prediksi Idul Fitri kembali mengemuka di berbagai negara. Variasi letak geografis, waktu terbenam matahari, hingga kondisi atmosfer membuat peluang visibilitas hilal berbeda-beda di tiap kawasan.
Akibatnya, sejumlah negara memprediksi Idul Fitri jatuh pada 20 Maret, sementara lainnya mengarah ke 21 Maret. Perbedaan ini bukan sekadar soal metode hisab dan rukyat, tetapi juga konsekuensi langsung dari dinamika posisi bulan yang tidak seragam jika dilihat dari berbagai titik di permukaan Bumi.
Dilansir dari Morocco World News (17/3), para ahli astronomi di Maroko akan melakukan pengamatan hilal pada 19 Maret 2026. Namun demikian, pengamatan hilal di Rabat dengan mata telanjang diperkirakan sulit dilakukan dan membutuhkan kondisi atmosfer yang sangat jernih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, ahli astronomi Ibrahim Akhyam telah memperkirakan Ramadan tahun ini di Maroko akan berlangsung selama 30 hari, sehingga Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026.
Dalam rangka perayaan Idul Fitri 2026, pemerintah Maroko telah menetapkan Senin, 23 Maret 2026, sebagai hari libur khusus bagi seluruh administrasi negara dan pemerintah daerah.
Langkah ini bertujuan untuk memungkinkan pegawai dan pejabat sektor publik memperpanjang perayaan Idul Fitri mereka, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan.
Sementara itu di Indonesia, analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memprediksi Idul Fitri 1447 H di Indonesia pada 21 Maret.
BMKG memperkirakan ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. Namun, posisi hilal saat matahari terbenam di Indonesia masih berada di bawah kriteria visibilitas MABIMS (tinggi minimal 3° dan elongasi 6,4°), sehingga Ramadan berpotensi digenapkan 30 hari. Peneliti BRIN juga menilai hilal pada tanggal tersebut belum memenuhi kriteria, sehingga 1 Syawal kemungkinan jatuh pada 21 Maret 2026.
Hasil analisis astronomi tersebut akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh Tim Rukyat dan Hilal Kementerian Agama Republik Indonesia. Adapun keputusan resmi penetapan Idul Fitri 1447 H di Indonesia akan disampaikan dalam sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026 di Kantor Kementerian Agama, Thamrin, Jakarta Pusat.
(inf/lus)

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam