Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Sesuai Sunnah dan Niatnya

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Sesuai Sunnah dan Niatnya

Tim detikHikmah - detikHikmah
Selasa, 03 Mar 2026 18:28 WIB
Sejumlah masjid di Jakarta dijadwalkan menggelar sholat sunah kusuf atau sholat gerhana matahari selepas Dzuhur. Salah satunya di Masjid Istiqlal.
Ilustrasi sholat gerhana bulan. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Umat Islam Indonesia dianjurkan mendirikan sholat gerhana bulan hari ini. Berikut panduan tata cara sholat gerhana bulan sesuai sunnah Rasulullah SAW lengkap bacaan niat dan doanya.

Gerhana bulan total hari ini akan dimulai pukul 18.03 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 18.33 WIB, menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam Islam, gerhana bulan termasuk tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam mendirikan sholat saat terjadi gerhana. Nabi SAW bersabda dalam hadits shahih:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

إِنَّ الشَّمْشَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبَّرُوا وَصَلُّوْا وَتَصَدَّقُوْا .

Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda kekuasaan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya mengalami gerhana bukan karena kematian atau kelahiran siapa pun. Jika kalian melihat hal itu, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, sholatlah, dan bersedekahlah." (HR Bukhari dan Muslim dari Aisyah)

ADVERTISEMENT

Sholat gerhana bulan dikerjakan dalam dua rakaat. Berikut tata cara dan bacaan niatnya sesuai sunnah, sebagaimana panduan sholat gerhana dari Kementerian Agama RI.

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

  1. Berniat sholat gerhana
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca taawudz dan surah Al Fatihah
  5. Membaca surah yang cukup panjang, seperti surah Al Baqarah atau surah lainnya
  6. Rukuk sambil memanjangkannya
  7. Iktidal
  8. Setelah iktidal tak langsung sujud tetapi membaca surah Al Fatihah kembali dan membaca surah yang lebih pendek dari sebelumnya
  9. Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama)Bangkit dari rukuk (iktidal)
  10. Sujud
  11. Duduk di antara dua sujud
  12. Sujud kedua
  13. Berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama, tetapi bacaan lebih ringkas
  14. Tasyahud akhir
  15. Salam
  16. Mendengarkan khutbah gerhana

Niat Sholat Gerhana Bulan

صَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT."

Doa Setelah Sholat Gerhana Bulan

Sholat gerhana bisa diiringi dengan doa sebagaimana anjuran Rasulullah SAW agar memperbanyak doa dan dzikir saat gerhana. Salah satu dzikir utama yang bisa diamalkan sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Subhânallâh, walhamdulillâh, wa lâ-ilâha illallâh, wallâhu akbar, walâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyil adzîm.

Artinya: "Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar."

Apakah Boleh Sholat Gerhana Sendiri?

Menurut penjelasan dalam Terjemahan Kitab Rahmatul Ummah Fi Ikhtilafil A'Immah susunan Muhammad bin 'Abdurrahman bin A-Husain, Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat sholat gerhana bulan (khusuf) dilakukan sendiri-sendiri.

Sementara itu, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat sunnahnya tetap dilakukan berjamaah seperti halnya sholat gerhana matahari dan bacaannya dikeraskan.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads