- Hukum Sholat Gerhana Bulan
- Waktu Sholat Gerhana Bulan Hari Ini Gerhana mulai terlihat samar (penumbra/P1) Gerhana mulai terlihat sebagian (U1) Gerhana total dimulai (U2) Puncak gerhana (Bulan tertutup paling maksimal) Gerhana total berakhir (U3) Gerhana sebagian berakhir (U4) Gerhana benar-benar selesai (penumbra/P4)
- Niat Sholat Gerhana Bulan
- Tata Cara Sholat Gerhana Bulan
- Bolehkah Sholat Gerhana Sendiri?
- Doa Gerhana Bulan
Gerhana bulan total akan terjadi hari ini. Umat Islam dianjurkan sholat gerhana sebagaimana sunnah Nabi Muhammad SAW. Jam berapa sholat gerhana?
Anjuran sholat gerhana bulan mengacu pada hadits dari Al-Mughirah ibn Syu'bah RA seperti disebutkan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Bulughul Maram:
الْكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ فَقَالَ النَّاسُ : اِنْكَسَفَتِ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيْمَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوْهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوْا حَتَّى تَنْكَشِفَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Pada zaman Rasulullah SAW pernah terjadi gerhana matahari, yaitu pada hari wafatnya Ibrahim. Lalu orang-orang berseru, Terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya (mengalami gerhana), berdoalah kepada Allah dan sholatlah hingga kembali seperti semula." (HR Bukhari dan Muslim)
Hukum Sholat Gerhana Bulan
Para ulama berpendapat hukum sholat gerhana bulan adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan berdasarkan hadits shahih. Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الشَّمْشَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبَّرُوا وَصَلُّوْا وَتَصَدَّقُوْا .
Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda kekuasaan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya mengalami gerhana bukan karena kematian atau kelahiran siapa pun. Jika kalian melihat hal itu, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, sholatlah, dan bersedekahlah." (HR Bukhari dan Muslim)
Kesunnahan juga mengacu pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Fussilat ayat 37:
وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُۗ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Artinya: "Sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan. Bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
Waktu Sholat Gerhana Bulan Hari Ini
Sholat gerhana dikerjakan ketika gerhana berlangsung. Waktu pelaksanaannya menyesuaikan fase gerhana yang terlihat di masing-masing wilayah Indonesia. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan total akan dimulai pukul 18.03 WIB/19.03 Wita/20.03 WIT. Berikut fase lengkapnya:
Gerhana mulai terlihat samar (penumbra/P1)
- Pukul 15.42.44 WIB
- Pukul 16.42.44 Wita
- Pukul 17.42.44 WIT
Gerhana mulai terlihat sebagian (U1)
- Pukul 16.49.46 WIB
- Pukul 17.49.46 Wita
- Pukul 18.49.46 WIT
Gerhana total dimulai (U2)
- Pukul 18.03.56 WIB
- Pukul 19.03.56 Wita
- Pukul 20.03.56 WIT
Puncak gerhana (Bulan tertutup paling maksimal)
- Pukul 18.33.39 WIB
- Pukul 19.33.39 Wita
- Pukul 20.33.39 WIT
Gerhana total berakhir (U3)
- Pukul 19.03.23 WIB
- Pukul 20.03.23 Wita
- Pukul 21.03.23 WIT
Gerhana sebagian berakhir (U4)
- Pukul 20.17.33 WIB
- Pukul 21.17.33 Wita
- Pukul 22.17.33 WIT
Gerhana benar-benar selesai (penumbra/P4)
- Pukul 21.24.35 WIB
- Pukul 22.24.35 Wita
- Pukul 23.24.35 WIT
Niat Sholat Gerhana Bulan
صَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
Artinya, "Saya niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT."
Tata Cara Sholat Gerhana Bulan
Tata cara sholat gerhana bulan sama dengan sholat gerhana matahari, dilakukan dalam dua rakaat. Bacaannya dibaca dengan suara keras (jahr) sebagaimana hadits Aisyah RA, "Nabi SAW membaca dengan suara keras bacaan dalam sholat gerhana bulan." (Shahih Bukhari)
Berikut tata cara sholat gerhana bulan mengacu panduan Kementerian Agama RI:
- Membaca niat sholat gerhana
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Dilanjutkan dengan membaca taawudz dan surah Al Fatihah
- Membaca surah yang cukup panjang, seperti surah Al Baqarah atau surah lainnya
- Rukuk sambil memanjangkannya
- Iktidal
- Setelah iktidal tak langsung sujud tetapi membaca surah Al Fatihah kembali dan membaca surah yang lebih pendek dari sebelumnya
- Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama)
- Bangkit dari rukuk (iktidal)
- Melakukan sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Melakukan sujud kedua
- Berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama, tetapi bacaan lebih ringkas
- Tasyahud akhir
- Salam
- Mendengarkan khutbah setelah sholat gerhana yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristighfar, bersedekah
Bolehkah Sholat Gerhana Sendiri?
Hukum salat gerhana sendirian sah-sah saja, tetapi disunnahkan dilakukan secara berjamaah sebagaimana dijelaskan dalam Fiqh Al-'Ibadah, 'Ilmiyyan 'Ala Mazdzhabi Al-Imam Asy-Syafi'i Ma'a Mutammimat Tanasub Al-'Ashr karya Syekh Alauddin Za'tari yang diterjemahkan Abdul Rosyad Shiddiq.
Doa Gerhana Bulan
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا دَائِمًا طَاهِرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ وَ كُنَّا لَكَ عَبْدٌ
Alhamdulillah hamdan daaiman thaahiran thayyiban mubarakan fiih. Mil'ussamawati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa bainahumaa, wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du. Ahaqqa maa qaalal 'abdu, wa kunna laka 'abdun.
Artinya: "Segala puji bagi Allah, pujian murni, baik dan diberkati-Nya. Yang memenuhi langit dan memenuhi bumi dan memenuhi apa yang ada di antara mereka dan mengisi apa pun yang Anda inginkan. (Dia) yang paling berhak memanggil hamba dan kami semua adalah hamba."
Dianjurkan memperbanyak doa memohon ampun dan dzikir ketika melihat gerhana bulan. Bisa juga mengamalkan dzikir berikut:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Subhânallâh, walhamdulillâh, wa lâ-ilâha illallâh, wallâhu akbar, walâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyil adzîm.
Artinya: "Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar."
(kri/erd)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026