5 Amalan Sunnah Saat Gerhana Bulan, Salah Satunya Sholat

5 Amalan Sunnah Saat Gerhana Bulan, Salah Satunya Sholat

Tia Kamilla - detikHikmah
Senin, 02 Mar 2026 16:15 WIB
5 Amalan Sunnah Saat Gerhana Bulan, Salah Satunya Sholat
ilustrasi gerhana bulan Foto: Getty Images/iStockphoto/Onkamon Buasorn
Jakarta -

Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang menjadi tanda kebesaran Allah SWT. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah saat itu.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan total diprediksi terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026. Momen ini dapat dimanfaatkan umat Islam untuk semakin meningkatkan keimanan dan menyadari bahwa kekuasaan Allah SWT tidak terbatas.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah." (HR. Bukhari)

Lalu, apa saja amalan-amalan saat gerhana bulan yang dianjurkan Rasulullah SAW? Simak penjelasannya berikut ini.

ADVERTISEMENT

Amalan-amalan saat Gerhana Bulan

Dalam Al-Umm: Kitab Induk Fiqih Islam, Imam Syafi'i menerangkan bahwa ketika gerhana terjadi, umat Islam dianjurkan melakukan sejumlah ibadah. Anjuran ini berlaku sama, baik untuk gerhana matahari maupun gerhana bulan.

1. Memperbanyak Berdoa

Saat gerhana berlangsung, umat Islam dianjurkan untuk lebih banyak berdoa. Memang, doa bisa dipanjatkan kapan saja. Namun pada momen gerhana, doa menjadi bentuk ketundukan dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT.

Sebuah hadits dari Ahmad yang diceritakan dari Abu Musa,

"Pernah terjadi gerhana matahari dan bulan, maka bangkitlah Nabi SAW sholat, dan bersabda: Apabila kamu saksikan hal yang serupa itu, maka segeralah kamu kerjakan sholat dan panjatkan doa dan mohon pengampunan-Nya." (HR Bukhari dan Muslim).

2. Memperbanyak Taubat dan Mengingat Allah

Imam al-Ghazali dalam Majmu'ah Rasail al-Imam menjelaskan adab saat gerhana, yakni menghadirkan rasa takut kepada Allah, memperlihatkan kerendahan hati, serta segera bertaubat. Gerhana hendaknya menjadi pengingat agar manusia tidak lalai.

"Senantiasa memiliki rasa takut, menampakkan rasa haru, segera bertobat, tidak bersikap mudah bosan, segera melaksanakan sholat, berlama-lama dalam sholatnya dan merasakan adanya peringatan," tulis Imam al-Ghazali.

3. Memperbanyak Zikir

Selain berdoa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir. Dengan berzikir, seorang hamba mengingat Allah dan menyadari sepenuhnya bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 152:

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Arab latin: Fażkurūnī ażkurkum wasykurū lī wa lā takfurūn(i).

Artinya: "Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."

4. Bersedekah

Gerhana juga menjadi waktu yang baik untuk bersedekah. Dalam sebuah hadits dari 'Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat, dan bersedekahlah." (HR Bukhari).

5. Melaksanakan Sholat Gerhana

Amalan yang paling utama ketika gerhana bulan terjadi adalah menunaikan sholat gerhana. Ibadah ini menjadi bentuk kepatuhan seorang hamba saat menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Pengertian dan Dalil Sholat Gerhana Bulan

Menukil buku Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam Syafi'i dan Lukman Hakim dijelaskan bahwa sholat gerhana merupakan sholat sunnah yang dikerjakan ketika terjadi gerhana, baik gerhana matahari (kusuf) maupun gerhana bulan (khusuf).

Hukum melaksanakan sholat gerhana adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Jumlah rakaatnya mengikuti waktu sholat fardhu yang sedang berlangsung saat gerhana terjadi. Jika gerhana terjadi setelah Dzuhur dan sebelum Ashar, maka sholat gerhana dilakukan empat rakaat seperti sholat Dzuhur. Jika terjadi setelah Ashar dan sebelum Maghrib, maka dilaksanakan empat rakaat sebagaimana sholat Ashar, dan demikian seterusnya menyesuaikan waktunya.

Adapun dalil mengenai sholat gerhana sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut,

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua diantara tanda-tanda keagungan Allah. Allah menakut-nakuti hamba-Nya dengan keduanya. Matahari dan bulan tidak terkena gerhana karena meninggal dan lahirnya seseorang, karena itu apabila kamu melihatnya maka segeralah sholat dan berdoalah sampai terang kembali."

Niat Sholat Gerhana Bulan

Dikutip dari buku Praktis Ibadah karya Irwan, Ahmad Jafar, dan Husain, berikut bacaan niat sholat Gerhana Bulan,

أُصَلَّى السُنَّةَ لِحُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: "Ushalla sunnatal khusufil qamari rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahita'ala."

Artinya: "Aku niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat menghadap kiblat karena Allah."

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

Adapun langkah-langkah pelaksanaan sholat Gerhana Bulan adalah sebagai berikut:

1. Mengucapkan niat sholat gerhana.

2. Takbiratul ihram.

3. Membaca doa iftitah.

4. Membaca taawudz, lalu dilanjutkan dengan surah Al Fatihah.

5. Membaca salah satu surah yang panjang, misalnya Surah Al Baqarah atau surah lainnya.

6. Rukuk.

7. I'tidal.

8. Sujud pertama dengan durasi yang cukup lama.

9. Duduk di antara dua sujud.

10. Melakukan sujud kedua dengan waktu lebih singkat dari sujud pertama.

11. Berdiri kembali untuk rakaat kedua dengan gerakan yang sama, namun bacaannya lebih pendek.

12. Mengakhiri sholat dengan salam.

13. Setelah sholat, dianjurkan mendengarkan tausiyah atau khutbah.




(dvs/dvs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads