Apa Itu Sifatul Huruf? Ini Pengertian dan Jenis-jenisnya

Apa Itu Sifatul Huruf? Ini Pengertian dan Jenis-jenisnya

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 26 Feb 2026 12:30 WIB
Ilustrasi seorang anak sedang membaca Al-Quran
Ilustrasi Membaca Al-Qur'an (Foto: Pexels/Abdullah Ghatasheh)
Jakarta -

Sifatul huruf merupakan salah satu pembahasan penting dalam ilmu tajwid yang perlu dipahami oleh setiap muslim. Dalam kajian tajwid, pembahasan utama terbagi menjadi dua, yaitu makhorijul huruf dan sifatul huruf.

Makhorijul huruf adalah tempat keluarnya huruf ketika dilafalkan, sedangkan sifatul huruf adalah karakter atau sifat bunyi yang melekat pada setiap huruf dalam bahasa Arab. Pemahaman terhadap kedua aspek ini membantu pembaca melafalkan huruf secara tepat sesuai kaidah tajwid.

Ilmu tajwid sangat penting dipelajari karena berperan besar dalam menjaga ketepatan bacaan Al-Qur'an. Dengan memahami tajwid, kesalahan pengucapan yang dapat mengubah makna ayat dapat dihindari sehingga bacaan menjadi lebih benar dan sempurna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Sifatul Huruf

Pengertian sifatul huruf dijelaskan dalam buku Panduan Lengkap Belajar Ilmu Tajwid karya Siti Nur Aidah sebagai karakter pengeluaran huruf dari tempat keluarnya. Artinya, setiap huruf memiliki sifat tertentu yang memengaruhi cara bunyi tersebut terdengar ketika dilafalkan.

Sifat huruf tidak dapat dipisahkan dari makhorijul huruf karena keduanya saling melengkapi dalam pelafalan huruf Arab. Makhorijul huruf menentukan lokasi keluarnya huruf, sedangkan sifatul huruf menentukan bagaimana karakter bunyi huruf tersebut terdengar.

ADVERTISEMENT

Dalam kitab al-Burhan fi at-tajwid al-Quran, Al-Qamhawi menjelaskan bahwa sifatul huruf adalah tata cara yang jelas mengenai sifat-sifat huruf sesuai ketentuannya. Penjelasan ini menegaskan bahwa setiap huruf memiliki aturan bunyi yang harus dijaga agar bacaan tetap benar.

Para ulama qiraat memiliki perbedaan pendapat mengenai jumlah sifatul huruf yang diakui dalam ilmu tajwid. Perbedaan ini muncul karena adanya variasi metode klasifikasi sifat huruf yang digunakan dalam masing-masing kajian.

Sebagian ulama berpendapat bahwa jumlah sifatul huruf adalah empat belas dengan mengurangi sifat idzlaq dan lin serta menambahkan sifat ghunnah. Pendapat ini menekankan bahwa beberapa sifat dianggap turunan sehingga tidak dihitung sebagai sifat utama.

Kelompok ulama lainnya berpendapat bahwa jumlah sifatul huruf adalah enam belas sifat sebagaimana diikuti oleh As-Syathibi. Pendapat ini banyak dijadikan rujukan dalam berbagai kitab tajwid klasik.

Pendapat berikutnya menyatakan bahwa jumlah sifatul huruf mencapai tujuh belas sifat sebagaimana diikuti oleh al-Jazari, bahkan ada yang menyebut hingga dua puluh empat sifat. Perbedaan tersebut menunjukkan luasnya kajian tajwid serta kekayaan khazanah keilmuan dalam memahami karakter huruf-huruf Al-Qur'an.

Jenis-jenis Sifatul Huruf

Berikut beberapa contoh sifatul huruf menurut pendapat al-Jazari dan As-Syathibi, yaitu:

  • Hams dan Jahr adalah sifat huruf yang berkaitan dengan aliran udara saat huruf diucapkan, di mana hams menunjukkan keluarnya udara, sedangkan jahr menunjukkan tertahannya udara. Contoh huruf hams ف ح ث هـ ش خ ص س ك ت sisanya adalah jahr.
  • Syiddah dan Rakhawah menggambarkan kondisi suara ketika dilafalkan, yaitu syiddah berarti suara tertahan kuat, sedangkan rakhawah menunjukkan suara yang mengalir. Contoh huruf syiddah ء ج د ق ط ب ك ت sisanya adalah rakhawah.
  • Isti'la dan Istifal berkaitan dengan posisi lidah, di mana isti'la menunjukkan lidah terangkat saat pengucapan huruf tertentu, sedangkan istifal menunjukkan posisi lidah yang merendah. Contoh huruf isti'la خ ص ض ط ظ غ ق sisanya adalah istifal.
  • Ithbaq dan Infitah menjelaskan kondisi langit-langit mulut, yaitu ithbaq terjadi ketika lidah terangkat hingga menutup langit-langit mulut, sedangkan infitah berarti lidah tidak menutup seluruh langit-langit mulut. Contoh huruf ithbaq ص ض ط ظ sisanya adalah infitah.
  • Shafir adalah sifat huruf yang menghasilkan bunyi desisan ketika dilafalkan. Contoh huruf shafir ص ز س
  • Tafassyi dan Istithalah menunjukkan penyebaran dan panjang makhraj suara, di mana tafassyi berarti udara menyebar luas dari mulut, sedangkan istithalah menunjukkan makhraj yang memanjang dari satu sisi lidah ke sisi lainnya. Contoh huruf tasysyi ش sisanya adalah istithalah.
  • Inhiraf dan Takrir berkaitan dengan gerakan suara, yaitu inhiraf berarti bunyi yang sedikit menyimpang dari makhraj utama, sedangkan takrir adalah getaran atau pengulangan bunyi pada huruf tertentu. Contoh huruf inhiraf ل ر sisanya adalah takrir.
  • Qalqalah merupakan sifat huruf yang menimbulkan bunyi pantulan atau gema ketika huruf diucapkan. Contoh huruf qalqalah ق ط ب ج د
  • Idzlaq dan Ishmat menggambarkan kemudahan pengucapan huruf, di mana idzlaq berarti huruf mudah diucapkan karena dekat dengan ujung lidah, sedangkan ishmat menunjukkan huruf yang lebih sulit diucapkan. Contoh huruf Idzlaq فر من لب. sisanya adalah ishmat.
  • Ghunnah adalah sifat dengung yang khusus terdapat pada huruf Nun dan Mim ketika sukun atau bertasydid. Contoh huruf ghunnah ن م
  • Al-Hawi menunjukkan huruf yang memiliki ruang makhraj lebih leluasa sehingga suara yang dihasilkan dapat terdengar lebih kuat. Contoh huruf Al-Hawi Alif (ا).
  • Mad wal Lin adalah sifat huruf Alif, Wawu, dan Ya yang dibaca panjang atau lembut ketika didahului harakat tertentu seperti fathah, kasrah, atau dhammah. Contoh huruf mad wal lin Alif (أ), Wawu (و), Ya' (ي)




(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads