Sebagai umat Islam, membaca Al-Qur'an adalah kewajiban yang tidak hanya dilakukan secara rutin, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas bacaan. Ketika melantunkan Al-Qur'an, setiap Muslim dianjurkan memperindah suara sekaligus memastikan pelafalan setiap huruf dilakukan dengan benar agar maknanya tetap terjaga, tidak melenceng dari arti yang sebenarnya.
Karena itu, setiap Muslim perlu memahami Makhorijul huruf, yaitu ilmu yang membahas tentang tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah. Lalu, apa sebenarnya pengertian Makhorijul huruf dan bagaimana pembagiannya dalam ilmu tajwid?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Makhorijul Huruf?
Mengutip Modul Tajwid Al-Qur'an karya Sutarto Hadi, dkk., Makhorijul huruf berasal dari bahasa Arab yang tersusun dari dua kata, yaitu "مخارج" (makhraj) dan "حُرُوف" (huruf). Secara etimologis, istilah ini berarti tempat-tempat keluarnya huruf.
Adapun secara terminologis, Makhorijul huruf adalah tempat atau posisi keluarnya huruf-huruf hijaiyah saat dilafalkan. Huruf hijaiyah sendiri merupakan huruf yang digunakan dalam membaca dan mengeja Al-Qur'an, sehingga mempelajari bahasa Arab pada dasarnya juga mempelajari huruf-huruf Al-Qur'an.
Tujuan mempelajari Makhorijul huruf adalah agar umat Islam mampu melafalkan huruf-huruf Arab secara fasih dan benar. Dengan begitu, setiap huruf dapat diucapkan secara tepat serta dapat dibedakan satu sama lain tanpa menimbulkan kekeliruan.
Dalam ilmu tajwid, Makhorijul huruf menjadi materi dasar yang sangat penting dalam membaca Al-Qur'an. Pasalnya, kesalahan dalam melafalkan huruf hijaiyah dapat menyebabkan perubahan makna atau arti dari ayat yang dibaca.
Pembagian Makhorijul Huruf
Mengacu pada buku Modul Tajwid Al-Qur'an Konten Aplikasi Kampung Mengaji Digital karya Sutarto Hadi, dkk, Makhorijul huruf terbagi ke dalam lima bagian utama, yaitu:
1. Asy-Syafatain
Asy-Syafatain berarti dua bibir, yaitu tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah yang dilafalkan melalui bibir. Makhorijul huruf pada bagian ini mencakup empat huruf, yaitu:
Huruf fa' (ف) dilafalkan dari bagian dalam bibir bawah yang bersentuhan dengan ujung dua gigi seri atas.
Sementara itu, huruf wawu (و), ba' (ب), dan mim (م) keluar dari pertemuan bibir atas dan bawah, dengan posisi bibir terbuka saat melafalkan wawu serta tertutup ketika mengucapkan ba' dan mim.
2. Al-Halq
Al-Halq berarti tenggorokan, yaitu tempat keluarnya bunyi huruf-huruf hijaiyah yang dilafalkan melalui bagian tenggorokan. Makhorijul huruf pada bagian ini terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:
- Aqshal Halqi (pangkal tenggorokan), meliputi huruf hamzah (ء) dan ha' (هـ).
- Wasthul Halqi (tengah tenggorokan), mencakup huruf ha' (ح) dan 'ain (ع).
- Adnal Halqi (ujung tenggorokan), terdiri dari huruf ghain (غ) dan kho' (خ).
3. Al-Jauf
Al-Jauf berarti rongga mulut, yaitu tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah yang dilafalkan melalui rongga mulut. Huruf-huruf yang berasal dari Al-Jauf terdiri atas tiga jenis, yaitu alif (ا), wawu (و), dan ya' (ي).
4. Al-Khaisyum
Al-Khaisyum berarti pangkal hidung, yaitu tempat keluarnya bunyi huruf hijaiyah melalui jalur hidung yang menghasilkan suara dengung (ghunnah). Huruf-huruf yang termasuk dalam Al-Khaisyum adalah huruf ghunnah, yaitu mim dan nun, dengan ketentuan sebagai berikut:
- Nun bertasydid (نّ)
- Mim bertasydid (مّ)
- Nun sukun (نْ) yang dibaca idgham bighunnah, iqlab, dan ikhfa' haqiqi
- Mim sukun (نْ) yang bertemu dengan mim (م) atau ba' (ب)
5. Al-Lisan
Al-Lisan berarti lidah, yaitu tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah yang diucapkan melalui bagian lidah. Makhorijul huruf pada Al-Lisan terbagi menjadi sembilan bagian, yaitu:
- Sisi atau tepi lidah, yaitu huruf dho' (ض). Huruf ini diucapkan dari salah satu sisi lidah (kanan atau kiri) yang bersentuhan dengan geraham dan berdekatan dengan makhraj huruf lam.
- Pangkal lidah, terdiri atas dua bagian: Pangkal lidah yang bersentuhan dengan langit-langit mulut bagian belakang menghasilkan huruf qof (ق) dan pangkal lidah bagian depan yang bersentuhan dengan langit-langit mulut bagian tengah menghasilkan huruf kaf (ك).
- Tengah lidah, yaitu tempat keluarnya huruf jim (ج), syin (ش), dan ya' (ي), yang diucapkan dengan menempelkan bagian tengah lidah ke langit-langit mulut di atasnya.
- Ujung tepi lidah, yaitu huruf lam (ل), yang dilafalkan dari tepi lidah hingga ujungnya dengan menyentuh langit-langit mulut atas.
- Bagian ujung lidah, yaitu huruf nun (ن), yang diucapkan dari ujung lidah sedikit lebih ke dalam dibandingkan makhraj lam dan bersentuhan dengan langit-langit mulut atas.
- Ujung lidah tepat, yaitu huruf ro' (ر), yang keluar dari ujung lidah setelah makhraj nun dan sedikit lebih masuk ke dasar lidah dengan menyentuh langit-langit mulut atas.
- Pangkal gigi seri atas, yaitu huruf dal (د), ta' (ت), dan tho' (ط), yang diucapkan dari ujung lidah yang menyentuh pangkal gigi seri bagian atas.
- Ujung lidah yang meruncing, yaitu huruf shod (ص), sin (س), dan za' (ز), yang dilafalkan dari ujung lidah dengan menyentuh ujung dua gigi seri bagian bawah.
- Pertemuan ujung lidah dengan gigi seri atas, yaitu huruf dho' (ظ), tsa' (ث), dan dzal (ذ), yang diucapkan dari ujung lidah yang menyentuh ujung dua gigi seri atas.
(hnh/lus)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Akan Salat Idul Adha di Prancis, Kurban 1.098 Sapi Tetap Jalan
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha
Jadwal Libur Idul Adha 2026 Berdasarkan SKB 3 Menteri