Sudah Witir Setelah Sholat Tarawih, Bolehkah Tahajud Lagi?

Langkah Emas Raih Kemenangan

Sudah Witir Setelah Sholat Tarawih, Bolehkah Tahajud Lagi?

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 23 Feb 2026 03:00 WIB
Sudah Witir Setelah Sholat Tarawih, Bolehkah Tahajud Lagi?
ilustrasi sholat tahajud Foto: Michael Burrows/Pexels
Jakarta -

Pertanyaan ini kerap muncul setiap Ramadan, seseorang telah melaksanakan sholat Tarawih berjamaah di masjid dan menutupnya dengan witir bersama imam. Namun di sepertiga malam terakhir ia ingin bangun untuk tahajud. Apakah masih boleh? Perlukah mengulang witir? Atau justru tidak boleh sholat lagi karena sudah witir?

Sholat malam merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Isra' ayat 79,

ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų ŲŲŽØĒŲŽŲ‡ŲŽØŦŲ‘ŲŽØ¯Ų’ Ø¨ŲŲ‡ŲÛĻ Ų†ŲŽØ§ŲŲŲ„ŲŽØŠŲ‹ Ų„Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØšŲŽØŗŲŽŲ‰Ų°Ų“ ØŖŲŽŲ† ŲŠŲŽØ¨Ų’ØšŲŽØĢŲŽŲƒŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ Ų…Ų‘ŲŽØ­Ų’Ų…ŲŲˆØ¯Ų‹Ø§

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."

Dalam ayat lain Allah SWT memuji hamba-Nya yang bangun malam hari untuk beribadah. Termaktub dalam surah As-Sajdah ayat 16,

ADVERTISEMENT

ØĒŲŽØĒŲŽØŦŲŽØ§ŲŲŽŲ‰Ų° ØŦŲŲ†ŲŲˆØ¨ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų ŲąŲ„Ų’Ų…ŲŽØļŲŽØ§ØŦŲØšŲ ŲŠŲŽØ¯Ų’ØšŲŲˆŲ†ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ØŽŲŽŲˆŲ’ŲŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØˇŲŽŲ…ŲŽØšŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ…Ų‘ŲŽØ§ ØąŲŽØ˛ŲŽŲ‚Ų’Ų†ŲŽŲ°Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŲ†ŲŲŲ‚ŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan."

Dalam hadits sahih, Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan sholat malam, "Sebaik-baik sholat setelah sholat wajib adalah sholat malam." (HR Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa sholat malam, termasuk tahajud, memiliki keutamaan besar dan boleh dilakukan kapan saja setelah sholat Isya hingga terbit fajar.

Kedudukan Sholat Witir

Mengutip buku Pintar Shalat karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, witir artinya ganjil. Sholat witir adalah sholat sunnah yang bilangan rakaatnya ganjil.

Sholat witir ditunaikan sebagai penutup sholat. Biasanya dikerjakan setelah sholat tahajud atau tarawih.

Dalam hadits, Rasulullah SAW sangat menganjurkan sholat witir. Beliau bersabda, "Jadikanlah akhir sholat kalian di malam hari adalah witir." (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan, "Sesungguhnya Allah itu Maha Witir (ganjil) dan menyukai yang ganjil, maka lakukanlah witir wahai ahli Al-Qur'an." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Mayoritas ulama menyatakan hukum witir adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan).

Di bulan Ramadan, witir biasanya dikerjakan bersama Tarawih secara berjamaah, sebagaimana yang dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA.

Jika Sudah Witir, Bolehkah Tahajud Lagi?

Merujuk buku Umat Bertanya Ustadz Adi Hidayat Menjawab yang ditulis Ust. Adi Hidayat dijelaskan, dalam Shahih Muslim dan Sunan Abu Dawud, suatu ketika Nabi SAW sholat dan ditutup dengan sholat witir. Lalu beliau menduga fajar telah muncul, seketika itulah beliau melihat keluar ternyata fajar belum muncul, maka beliau menunaikan sholat dua rakaat lagi. Padahal beliau sudah menutup sholat sunnah malam itu dengan sholat witir. Begitu beliau selesai sholat dua rakaat, maka Bilal mengumandangkan azan Subuh.

Dari peristiwa ini, Imam Ahmad bin Hanbal mengambil kesimpulan bahwa boleh melaksanakan sholat tahajud atau sholat sunnah lainnya setelah melaksanakan sholat witir, tanpa harus mengulang witirnya, karena pada peristiwa itu Nabi SAW tidak melakukan sholat witir lagi.

Hal ini dipertegas dengan hadits yang menyebutkan, "Tidak ada dua witir dalam satu malam." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa'i)

Hadits ini menjadi dasar bahwa jika seseorang sudah witir, maka ia tidak boleh mengulang witir lagi pada malam yang sama. Namun hadits ini tidak melarang sholat setelah witir, melainkan hanya melarang mengulang witir dua kali.

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa khawatir tidak bangun di akhir malam, maka hendaklah ia witir di awal malam. Dan barang siapa yakin bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah ia witir di akhir malam. Karena sholat di akhir malam itu disaksikan (oleh malaikat) dan itu lebih utama." (HR Muslim)




(dvs/kri)
ramadan penuh hikmah
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads