Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan yang Dianjurkan Ulama

Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan yang Dianjurkan Ulama

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 17 Feb 2026 05:00 WIB
Hijab women and a man pray together before meals, a fast breaking meal served on a table in backyard
Ilustrasi membaca niat puasa Ramadan. Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto
Jakarta -

Niat puasa Ramadan adalah hal penting untuk menentukan sah tidaknya ibadah. Sering kali, umat Islam ragu kapan waktu membaca niat yang tepat.

Pentingnya niat dijelaskan dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya." (HR Bukhari dan Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam puasa Ramadan, niat umumnya dibaca pada malam hari. Namun, ada perbedaan pendapat terkait hal ini.

Berikut penjelasan lengkap mengenai cara dan waktu membaca niat puasa Ramadan menurut para ulama.

ADVERTISEMENT

Cara Membaca Niat Puasa Ramadan

Para ulama sepakat mengenai pentingnya membaca niat sebelum melakukan puasa Ramadan. Akan tetapi, para ulama berselisih pendapat terkait dengan cara membaca niat tersebut, apakah dijelaskan (ta'yin) atau tidak.

Dijelaskan dalam buku Tafsir Ayat Ahkam oleh Kadar M. Yusuf, Imam Maliki dan Imam Syafi'i dan Maliki berpendapat dalam membaca niat puasa umat Islam diwajibkan untuk menjelaskan (ta'yin) puasa tersebut, apakah puasa Ramadan, nazar, dan lainnya.

Sementara Abu Hanifah berpendapat, sah puasa Ramadan umat Islam meski membaca niat secara mutlak, tanpa menjelaskan atau menyebutkan Ramadannya. Bahkan menurutnya, puasa Ramadan sah meski bukan dengan niat puasa tersebut, terkecuali bagi orang musafir.

Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan

Masih dinukil dari sumber sebelumnya, selain perbedaan pendapat terkait cara membacanya, para ulama juga berselisih terkait waktu membaca niat puasa Ramadan.

Menurut Imam Maliki, niat puasa wajib dilakukan di malam hari sebelum fajar, baik itu puasa Ramadan maupun sunnah. Begitu pun Imam Syafi'i, menurutnya niat puasa Ramadan wajib dilakukan pada malam hari sebelum fajar dan niat puasa sunnah boleh dilakukan setelah fajar.

Sementara Abu Hanifah berpendapat, niat puasa wajib maupun sunnah boleh dilakukan setelah fajar dengan syarat jika puasa tersebut mempunyai waktu yang telah ditentukan, seperti puasa Ramadan atau puasa nazar pada waktu tertentu.

Bacaan Niat Puasa Ramadan

Niat puasa Ramadan dapat dibaca setiap harinya atau selama satu bulan penuh. Dinukil dari Buku Praktis Ibadah susunan Irwan dkk, berikut bacaan niat puasa Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adaa-i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis-sanati lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Sementara niat puasa Ramadan satu bulan penuh, sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma jamii'i syahri ramadhaani haadzihis-sanati fardhan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala."




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads