Sholat Hajat untuk Memohon Rezeki dan Kelancaran Urusan

Sholat Hajat untuk Memohon Rezeki dan Kelancaran Urusan

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Sabtu, 14 Feb 2026 20:00 WIB
Shot of a Muslim young man worshiping in a mosque
Ilustrasi sholat hajat. Foto: Getty Images/Hammarby Studios
Jakarta -

Sholat hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar suatu keinginan, kebutuhan, atau urusan dapat dimudahkan dan dikabulkan. Ibadah ini dianjurkan bagi muslim yang sedang berharap pertolongan Allah SWT, baik dalam hal rezeki, jodoh, kesehatan, maupun kelancaran berbagai urusan kehidupan.

Dalam ajaran Islam, sholat hajat termasuk amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menjadi sarana berdoa dengan penuh kerendahan hati. Melalui sholat ini, seorang hamba dianjurkan memohon dengan sungguh-sungguh agar diberikan kemudahan, keberkahan rezeki, serta kelancaran dalam menghadapi setiap urusan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Sholat Hajat

Dikutip dari buku Fasholatan Lengkap: Tuntunan Sholat Lengkap yang diedit oleh Cepi Burhanudin, sholat hajat adalah salah satu sholat sunnah yang dikerjakan sebagai sarana atau perantara bagi seorang hamba untuk memohon kemudahan dan terkabulnya kebutuhan kepada Allah SWT.

Ibadah ini biasanya dilaksanakan ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan atau memiliki keinginan tertentu, baik yang berkaitan dengan urusan agama maupun kehidupan dunia.

ADVERTISEMENT

Anjuran untuk menunaikan sholat hajat juga bersumber dari hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abi Aufa.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللهِ حَاجَةً أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأُ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ، وَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

Artinya: "Dari Abdillah bin Abi Aufa, bersabda Nabi Muhammad SAW: Barang siapa yang mempunyai hajat pada Allah atau terhadap salah satu pada bani Adam (manusia) maka lebih baik wudhu dengan baik wudhunya kemudian sholat dua rakaat."

Tata Cara Sholat Hajat

Berikut tata cara sholat hajat:

1. Niat sholat hajat di dalam hati (aku niat sholat sunnah hajat karena Allah)

اصَلَّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatal ḥājati rak'ataini lillāhi ta'ālā

Artinya: "Aku niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Taala."

2. Takbiratul ihram

3. Membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan surah Al-Fatihah, kemudian membaca salah satu surah di dalam Al-Qur'an

4. Rukuk sambil membaca tasbih tiga kali

5. Itidal sambil membaca doanya

6. Sujud yang pertama sambil membaca tasbih tiqa kali

7. Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya

8. Sujud yang kedua sambil membaca tasbih tiga kali

9. Setelah menyelesaikan rakaat pertama, dilanjutkan rakaat kedua dengan tata cara yang sama. Setelah itu, membaca tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam dua kali.

10. Apabila sholat hajat dilaksanakan empat rakaat dengan satu salam, maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa membaca tasyahud awal, kemudian melanjutkan rakaat ketiga dan keempat. Setelah selesai, membaca tasyahud akhir dan salam dua kali.

Setelah menyelesaikan sholat hajat, dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa. Salah satunya dengan membaca istighfar minimal 100 kali, yaitu:

اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ رَبِّيْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahal 'azhim rabbi min kulli dzanbin wa atûbu ilaih

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung atas segala dosa dan aku bertaubat kepada-Nya."

Selanjutnya, dianjurkan untuk memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW setidaknya sebanyak 100 kali. Berikut bacaannya:

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاةَ الرِّضا وَارْضَ عَنْ اَصْحَابِه رِضَاءَ الرِّضا

Allâhumma shalli 'alâ Sayyidinâ Muhammadin shalâ-tar-ridha wardha 'an ashhabihir-ridhâr-ridha

Artinya: "Wahai Tuhanku, limpahkan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, kesejahteraan yang diridhai, dan ridhailah sahabat-sahabat beliau semuanya."

Setelah melaksanakan sholat hajat, dianjurkan menyampaikan segala keinginan dan harapan kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan dan ketulusan. Dengan izin dan kehendak-Nya, doa yang dipanjatkan diharapkan dapat dikabulkan serta hajat yang diinginkan dapat terwujud.

Imam Al-Hakim dalam sumber yang sama juga menjelaskan seseorang dianjurkan membersihkan diri dengan mandi dan mengenakan pakaian yang bersih sebelum menunaikan sholat hajat. Sholat hajat disarankan dikerjakan menjelang waktu fajar dengan niat yang tulus dan penuh harap. Apabila Allah SWT berkehendak, maka setiap doa dan permohonan yang dipanjatkan oleh hamba-Nya akan dikabulkan.

Bacaan Doa Sholat Hajat

Dikutip dari buku Shalat Hajat karya Ghaida Halah Ikram, terdapat doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah menunaikan sholat hajat sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar keinginan dan kebutuhan yang diharapkan dapat dikabulkan.

لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْعَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَوعزائم مغفرَتِكَ وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبِ وَالْغَيْمَةَ مِنْ كُلِّ بر وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَأَسْأَلُكَ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ لَا تدع لي ذنبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمَا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا دَيْنَا إِلَّا قَضَيْتَهُ وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا قَضَيْتَهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Lā ilāha illallāhul 'alīmul karīm, subḥānallāhi rabbil 'arsyil 'aẓīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil 'ālamīn. As'aluka mujibāti raḥmatik, wa 'azā'ima maghfiratik, wal-'iṣmata min kulli dzanb, wal-ghanīmata min kulli birr, was-salāmata min kulli itsm. Wa as'alukal 'ulā minal jannah. Lā tad'a lī dzanban illā ghafartah, wa lā hammā illā farrajtah, wa lā daynan illā qaḍaytah, wa lā ḥājatan min ḥawā'ijid-dunyā wal-ākhirah illā qaḍaytah, yā arḥamar-rāḥimīn.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia. Mahasuci Allah, Tuhan pemilik 'Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu segala hal yang mendatangkan rahmat-Mu, dan sebab-sebab ampunan-Mu, serta kebaikan dari setiap kebajikan dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan Engkau biarkan satu dosa pun padaku kecuali Engkau ampuni, tidak pula suatu kesedihan kecuali Engkau lapangkan, tidak pula suatu utang kecuali Engkau lunasi, dan tidak pula suatu hajat dari urusan dunia dan akhirat kecuali Engkau kabulkan. Wahai Yang Maha Pengasih di antara para penyayang."




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads