Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan permohonan maaf terkait adanya kendala dalam proses pemulangan jemaah haji Indonesia. Kemenhaj menerima laporan bahwa sejumlah bagasi atau koper milik jemaah tertinggal di Arab Saudi dan tidak terangkut bersama pesawat asalnya.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa akibat kendala teknis tersebut, ada beberapa jemaah yang sudah mendarat di Tanah Air namun kopernya masih tertahan di Arab Saudi.
"Kami juga masih menerima beberapa laporan terkait dengan jumlah bagasi jemaah yang belum terangkut bersama penerbangan asalnya. Akibat kondisi tersebut, terdapat beberapa jemaah yang kemudian tiba di Tanah Air sementara bagasi masih dalam proses pengangkutan dari Arab Saudi," ujar Maria dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemenhaj, Minggu (7/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Kemenhaj mengaku sangat memahami kekhawatiran para jemaah haji beserta keluarga mengenai kondisi barang-barang mereka yang tertinggal.
"Atas ketidaknyamanan tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para jemaah dan keluarga. Kami tentu memahami bahwa bagasi merupakan bagian terpenting bagi jemaah dan dapat menimbulkan kekhawatiran," tuturnya.
Meski begitu, Maria memastikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bergerak cepat. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pihak maskapai Saudi Airlines agar koper jemaah bisa segera diterbangkan ke Indonesia.
"Sejak menerima laporan tersebut, PPIH Arab Saudi melalui daker bandara terus bergegas intensif dengan pihak Saudi Airlines untuk mempercepat proses pengiriman bagasi yang belum terangkut. Kami terus mengawal proses ini secara serius sampai seluruh bagasi bisa sampai ke tangan jemaah dengan aman," tegas Maria.
Puluhan Ribu Jemaah Sudah Tiba di RI
Di luar kendala bagasi tersebut, Maria memaparkan bahwa proses pemulangan jemaah haji Indonesia secara umum terus berjalan lancar dan masif. Hingga saat ini, puluhan ribu jemaah tercatat sudah kembali ke Tanah Air.
"Hingga hari ini sebanyak 95 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah dengan jumlah 37.078 jemaah dan 381 petugas. Jadi total jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan menuju Indonesia mencapai 37.459 orang," rincinya.
Dari jumlah yang diberangkatkan tersebut, mayoritas sudah menginjakkan kaki di debarkasi masing-masing.
"Adapun yang telah tiba di berbagai debarkasi di Indonesia sebanyak 87 kloter dengan jumlah 34.140 jemaah dan 348 petugas. Dengan demikian total jemaah dan petugas yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 34.488 orang," sebut Maria.
Selain jemaah reguler, kepulangan jemaah haji khusus juga menunjukkan pergerakan yang signifikan. Hingga hari ini, tercatat ada 11.305 orang jemaah haji khusus yang sudah tiba di Indonesia, dengan rincian 10.765 jemaah dan 540 petugas.
"Kami menyampaikan apresiasi tentunya kepada seluruh petugas Haji Indonesia, Otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, syarikah, dan seluruh pihak yang terus bersinergi dalam memastikan layanan terbaik bagi jemaah dapat berjalan dengan lancar," pungkasnya.
(hnh/lus)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?
Kenapa Laki-laki Disiapkan Bidadari sedangkan Wanita Tak Disiapkan Bidadara?
Mengapa Indonesia Tak Dapat Labbaytum Award, Penyelenggara Haji Terbaik 2026 dari Saudi?