Sebagai harta yang berharga, tanah memiliki peran penting dalam kehidupan, mulai dari tempat bernaung hingga aset turun-temurun. Sayangnya, tidak jarang tanah justru menjadi pemicu perselisihan akibat tumpang tindih klaim atau perebutan hak.
Sengketa ini biasanya muncul ketika ada pihak yang nekat menguasai lahan orang lain secara sepihak, yang pada akhirnya memicu permusuhan di masyarakat. Islam sendiri mengatur urusan kepemilikan harta dengan sangat ketat dan melarang keras pengambilan hak secara zalim.
Lalu, seperti apa sebenarnya ancaman bagi mereka yang merampas tanah orang lain dalam sudut pandang Islam?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum Merebut Tanah dalam Islam
Islam menjadikan keadilan sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surah An-Nahl ayat 90.
ØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŖŲŲ ŲØąŲ Ø¨ŲØ§ŲŲØšŲدŲŲŲ ŲŲØ§ŲØĨŲØŲØŗŲاŲŲ ŲŲØĨŲŲØĒŲØ§ØĄŲ ذŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲبŲŲŲ° ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ° ØšŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØŲØ´ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲŲŲŲŲØąŲ ŲŲØ§ŲŲØ¨ŲØēŲŲŲ ŲŲØšŲظŲŲŲŲ Ų ŲŲØšŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØĒŲØ°ŲŲŲŲØąŲŲŲŲ
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS. An-Nahl [16]: 90)
Rasulullah SAW juga menegaskan larangan mengambil hak milik orang lain, termasuk tanah, dengan cara yang zalim. Nabi Muhammad SAW bersabda,
Ų ŲŲŲ Ø¸ŲŲŲŲ Ų ŲŲŲØ¯Ų Ø´ŲØ¨ŲØąŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØŖŲØąŲØļŲ ØˇŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØŗŲØ¨ŲØšŲ ØŖŲØąŲØļŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲØ§Ų ŲØŠŲ
"Barang siapa yang mengambil sejengkal tanah secara zalim, maka ia akan dikalungkan (hukuman) dari tujuh lapis bumi pada hari kiamat." (HR. Bukhari dan Muslim).
Termasuk Perbuatan Ghasab
Dalam buku Fiqh Kontemporer (Contemporary Studies of Fiqh) karya Sudirman, perbutan merampas harta atau tanah orang lain termasuk perbuatan ghasab. Ghasab diartikan sebagai tindakan menguasai atau mengambil harta milik orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan.
Tindakan ini bersifat terang-terangan, berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara diam-diam. Sebagai bentuk ketidakadilan nyata, ghasab dilarang keras dalam Islam dan pelakunya diwajibkan untuk mengembalikan harta tersebut sepenuhnya. Penguasaan tanah tanpa hak pun termasuk dalam kategori ghasab karena merupakan pengambilan aset secara ilegal yang melanggar prinsip keadilan.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 188, Allah SWT berfirman,
ŲŲŲŲØ§ ØĒŲØŖŲŲŲŲŲŲŲØ§Û ØŖŲŲ ŲŲŲŲ°ŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲąŲŲØ¨ŲŲ°ØˇŲŲŲ ŲŲØĒŲØ¯ŲŲŲŲØ§Û بŲŲŲØĸ ØĨŲŲŲŲ ŲąŲŲØŲŲŲŲØ§Ų Ų ŲŲØĒŲØŖŲŲŲŲŲŲØ§Û ŲŲØąŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲŲ ØŖŲŲ ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲąŲŲŲŲØ§ØŗŲ بŲŲąŲŲØĨŲØĢŲŲ Ų ŲŲØŖŲŲØĒŲŲ Ų ØĒŲØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲ
Artinya: "Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui."
Oleh karena itu, penyerobotan lahan milik pihak lain dalam perspektif Islam dikategorikan sebagai tindakan nista, haram, serta tergolong dosa besar karena mencederai hak orang lain dan menciptakan kezaliman. Konsekuensi dari perbuatan ini tidak hanya terbatas pada sanksi hukum di dunia, melainkan juga mencakup balasan setimpal di akhirat kelak berdasarkan prinsip keadilan absolut Allah SWT. Wallahu a'lam.
Baca juga: Siapa Ahli Ibadah yang Bangkrut di Akhirat? |
(hnh/lus)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya