Tata cara sholat Isyroq penting diketahui umat Islam yang ingin menghidupkan amalan sunnah di waktu pagi. Sholat Isyroq dikerjakan setelah matahari terbit dan biasanya dilakukan setelah berdzikir usai sholat Subuh.
Dalam sejumlah riwayat, sholat sunnah ini disebut memiliki keutamaan besar bagi orang yang menjaga ibadah pagi hari.
Selain tata cara pelaksanaannya, banyak Muslim juga mencari bacaan doa mustajab yang dapat diamalkan setelah sholat Isyroq.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Sholat Isyroq?
Dalam buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah dijelaskan bahwa sholat Isyroq merupakan bagian dari sholat Dhuha. Sholat ini disebut sholat Isyroq apabila dilaksanakan sesaat setelah matahari terbit atau pada awal waktu dhuha.
Sementara itu, jika dikerjakan pada akhir waktu dhuha, sholat tersebut tetap disebut sholat dhuha. Bahkan, waktu menjelang siang ini dinilai sebagai waktu paling utama untuk melaksanakannya.
Dalam beberapa riwayat, sholat dhuha yang dikerjakan pada waktu tersebut disebut sebagai sholat awwabin, yaitu sholat bagi orang-orang yang gemar kembali kepada Allah.
Perlu diketahui, terdapat waktu-waktu tertentu yang dilarang untuk melaksanakan sholat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:
Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu, ia berkata,
"Ada tiga waktu di mana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang kami untuk melaksanakan sholat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: [1] ketika matahari terbit sampai tinggi, [2] ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan [3] ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam." (HR. Muslim)
Oleh karena itu, sholat Isyroq tidak dilakukan tepat saat matahari terbit, melainkan setelah matahari mulai naik dan keluar dari waktu terlarang.
Bacaan Niat Sholat Isyroq
Berdasarkan sumber yang sama, berikut merupakan bacaan niat sholat Isyroq.
أُصَلَّى سُنَّةَ الْإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal Isyroqi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala
Artinya: Aku niat Sholat Sunnah Isyroq dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah.
Tata Cara Sholat Isyroq
Tata cara sholat Isyroq atau sholat syuruq tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan sholat sunnah pada umumnya. Sholat ini dilakukan sebanyak dua rakaat.
Perbedaannya terletak pada niat yang dibaca serta waktu pelaksanaannya, yaitu setelah matahari terbit. Sebelum memulai, umat Islam dianjurkan membaca niat sholat Isyroq terlebih dahulu.
Adapun urutan pelaksanaan sholat sunnah Isyroq adalah sebagai berikut:
- Membaca niat sholat Isyroq
- Melakukan takbiratul ihram
- Membaca surah Al Fatihah
- Membaca salah satu surah pendek Al-Qur'an
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah
- Sujud kedua
- Berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua
- Membaca surah Al Fatihah
- Membaca surah pendek Al-Qur'an
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah
- Sujud kedua
- Duduk tasyahud akhir
- Mengucapkan salam
Doa Setelah Sholat Isyroq
الْحَمْدُ لِلَّهِ جَعَلَ الْيَوْمَ عَافِيَةً وَجَاءَ الشَّمْسُ مِنْ مَطْلَعِهَا. اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ وَادْفَعْ عَنِّي شَرَّهُ اللَّهُمَّ نَوَرٌ قَلْبِي بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ الْأَرْضَ بِنُوْرِ شَمْسِكَ أَبَدًا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Alhamdu lillaahi ja'alal yauma 'aafiyatan wa jaa-'asy syamsyu min mathla-'ihaa. Allahummarzuqnii khaira haadzal yaumi wadfa' 'annii syarrahu. Allahumma nawwir qalbii binuuri hidaayatika kamaa nawwartal ardha binuuri syamsyika abadan birahmatika yaa arhamar raahimiin
Artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan hari ini sejahtera dan telah terbit matahari dari tempatnya. Ya Allah, berilah aku kebaikan hari ini dan jauhkan-lah dariku keburukan hari ini. Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya hidayah-Mu, sebagaimana telah Engkau terangi bumi dengan cahaya matahari-Mu terus menerus. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara semua yang mengasihi.
اللَّهُمَّ يَا نُورَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابِ مَسْطُورٍ فِي رِقٍ مَنْشُورٍ وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي نُورًا أَسْتَهْدِي بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ وَيَصْحَبُنِي فِي حَيَاتِي وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظَلَامِ مِشْكَاتِي وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَنَفْسِ مَا سِوَاهَا أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِي لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ وَلَا يَعْتَرِبُهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الْوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التَّمَامِ بَلْ أَدِمْ لَهَا الْإِشْرَاقَ وَالظُّهُورَ عَلَى مَمَرٌ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ،اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِإِخْوَانِنَا فِي اللَّهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِينَ
Latin: Allaahumma yaa nurran nuuri biththuuri wa kitaabim masthuur fii riqqim mansyuur wal baitil ma'muur as-'aluka an tarzuqanii nuuran astahdii bihi ilaika wa adullu bihi 'alaika wa yashhabunii fii hayaatii wa badal intiqaali min zhalaami misykaatii wa as-'aluka bisy syamsyi wa duhaahaa wa nafsi maa siwaaha an taj'ala syamsya ma'rifatika musyriqatan bii laa yahjubuhaa ghaimul auhaami wa laa ya'tariihaa kusuufu qamaril waahidiyyati 'indat tamaami bal adim lahal isyraaqa wazh zhuhuura 'alaa mamarril ayyaami wad duhuuri wa shalli, allaahumma 'alaa sayyidinaa Muhammadin khaattimil ambiyaa-'i wal mursaliin, wal hamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. Allaahummaghfir lanaa wa liwaalidiina wa li-'ikhwaaninaa fillaahi ahyaa-'an wa amwaatan ajma'iin
Artinya: "Ya Allah, Wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah bukit Thur dan Kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah Baitul Makmur, aku meminta kepada-Mu agar Engkau memberiku cahaya, yang dengannya aku dapat mencari petunjuk-Mu, dan dengannya aku menunjukkan tentang-Mu. Dan yang terus-menerus mengiringiku dalam kehidupanku dan setelah berpindah (ke alam lain; bangkit dari kubur dari kegelapan liang (kubur) ku. Dan aku meminta kepada-Mu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan kemuliaan yang wujud pada selain matahari, agar Engkau menjadikan matahari makrifat pada-Mu (yang ada padaku) bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemahaesaan di kala purnama. Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Dan berikanlah rahmat takzim wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan rasul. Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan penguasa alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal"
Keutamaan Sholat Isyroq
Dikutip dari buku Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh karya Ustadz M. Kamaluddin, terdapat hadits yang menjelaskan keutamaan melaksanakan sholat sunnah Isyroq setelah sholat Subuh berjamaah.
Berdasarkan riwayat dari Anas bahwa Rasulullah berkata,
من صلى الغداة في جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة
"Siapa yang mengerjakan shalat subuh berjemaah, kemudian dia tetap duduk sambil dzikir sampai terbit matahari dan setelah itu mengerjakan shalat dua rakaat, maka akan diberikan pahala haji dan umrah," (HR At-Tirmidzi).
Menurut penjelasan Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam sumber yang sama, sholat sunnah Isyroq pada dasarnya merupakan bagian dari sholat Dhuha. Jika dikerjakan sesaat setelah matahari terbit dan mulai meninggi setinggi tombak, maka sholat tersebut disebut sholat Isyroq.
Sementara itu, apabila dilaksanakan pada pertengahan hingga akhir waktu Dhuha, maka disebut sebagai sholat Dhuha. Walaupun memiliki penyebutan yang berbeda berdasarkan waktunya, keduanya tetap termasuk dalam rangkaian sholat Dhuha.
Para ulama juga menerangkan bahwa waktu sholat Dhuha dimulai sejak matahari naik setinggi tombak hingga sebelum masuk waktu Zuhur atau sebelum matahari tergelincir.
Doa Mustajab Pagi Hari
Dari 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dan setiap petang: Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa laa fis samaa'i wa huwas samii'ul 'aliim sebanyak tiga kali, melainkan tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan hadis ini hasan sahih. Juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah).
Berikut bacaan doa lengkapnya:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026