Bacaan Ayat Seribu Dinar untuk Rezeki dan Ketenangan Hati

Bacaan Ayat Seribu Dinar untuk Rezeki dan Ketenangan Hati

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 12 Mei 2026 20:45 WIB
Photo of open Holy Book Koran on table by hourglass.  No people are seen in frame. Shot indoor with a full frame mirrorless camera.
Al-Qur'an yang di dalamnya memuat ayat seribu dinar. Foto: Getty Images/iStockphoto/selimaksan
Jakarta -

Setiap orang pasti mendambakan kelancaran rezeki dan ketenangan hati dalam menjalani kehidupan. Salah satu ikhtiar yang sering diamalkan oleh umat Islam adalah membaca ayat seribu dinar.

Ayat ini dipercaya memiliki fadhilah yang luar biasa bagi siapa saja yang mengamalkannya dengan penuh keyakinan dan ketakwaan. Lantas, bagaimana bacaan dan cara mengamalkannya yang benar? Simak ulasan lengkap berikut ini.

Bacaan Ayat Seribu Dinar

Ayat seribu dinar terdapat dalam Al-Qur'an surah Ath-Thalaq ayat 2-3, berikut bacaannya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلُ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Wa may yattaqillāha yaj'al lahū makhrajā, wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal 'alallāhi fahuwa ḥasbuh, innallāha bālighu amrih, qad ja'alallāhu likulli syai'in qadrā.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."

Cara Mengamalkan Ayat Seribu Dinar

Dinukil dari buku Shalat Dhuha Untuk Wanita karya Zakiyah Ahmad, cara mengamalkan ayat seribu dinar tidak hanya dengan dibaca saja, melainkan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Selain itu, terdapat cara khusus dalam mengamalkan ayat seribu dinar, antara lain sebagai berikut:

  • Baca surah Al-Fatihah di setiap malam pertama bulan Hijriah sebanyak 1000 kali.
  • Baca surah Al-Maidah ayat 114 sebanyak 21 kali.
  • Baru kemudian baca ayat seribu dinar sebanyak 21 kali.
  • Lalu baca Asma Allah SWT sebanyak 10 kali, berikut bacaannya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِسْمِكَ يَا فَتَّاحُ يَا رَزَّاقُ يَا كَرِيمُ يَا غَنِي يَا كَافِي يَا بَسِيطُ

Allāhumma innī as'aluka bismika, yā Fattāḥu, yā Razzāqu, yā Karīmu, yā Ghaniyyu, yā Kāfī, yā Basīṭu.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Mu dengan nama-Mu, wahai Yang memberi rezeki, wahai Yang membuka, wahai yang memberi karunia, wahai Yang Maha Kaya, wahai Yang mencukupi, wahai Yang membentangkan."

Setelah selesai, umat Islam dapat memanjatkan doa sesuai dengan hajatnya masing-masing.

Keutamaan Membaca Ayat Seribu Dinar

Dijelaskan dalam buku 10 Cara Ampuh Menarik Rezeki karya Zulfan Arif, dalam ayat seribu dinar, Allah SWT menjelaskan bahwa orang yang bertakwa akan mendapatkan dua hal. Pertama, Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari setiap kesusahan baik di dunia maupun di akhirat. Kedua, Allah SWT akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, "Maknanya, barang siapa yang bertakwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkannya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rezeki dari arah yang tidak disangka sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya."

Kisah di Balik Penamaan Ayat Seribu Dinar

Penamaan ayat seribu dinar merujuk pada kisah tentang seorang pedagang yang bermimpi didatangi Nabi Khidir AS.

Diceritakan dalam buku Rahasia Jalur Langit karya Fitri Anggraini, dalam mimpinya tersebut, Nabi Khidir AS meminta agar si pedagang mengeluarkan sedekah 1.000 dinar emas untuk fakir miskin. Si pedagang pun akhirnya menunaikan permintaan Nabi Khidir AS.

Nabi Khidir AS kembali datang dalam mimpi selanjutnya. Ia meminta agar si pedagang membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an untuk diamalkan, tujuannya untuk keselamatan dia di dunia agar terhindar dari marabahaya.

Setelah sekian lama mengamalkannya, si pedagang mendapatkan manfaat dari ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacanya. Ketika pergi berlayar ke tanah seberang, kapal yang ditumpanginya hancur. Si pedagang menjadi satu-satunya orang yang selamat bersama harta kekayaan yang dibawanya. Ia pun terdampar di sebuah daratan hingga akhirnya si pedagang menjadi raja di tempat tersebut.



(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads