Siapakah Orang yang Sukses Menurut Islam?

Siapakah Orang yang Sukses Menurut Islam?

Hanif Hawari - detikHikmah
Sabtu, 14 Feb 2026 08:00 WIB
Ilustrasi muslim, orang sholeh.
Ilustrasi orang sholeh (Foto: Rawpixel/Freepik)
Jakarta -

Setiap orang pasti menginginkan kesuksesan dalam hidupnya, karena keberhasilan sering dianggap sebagai tujuan utama perjalanan manusia.

Namun, tidak sedikit orang yang menilai keberhasilan semata-mata dari aspek duniawi, seperti kekayaan berlimpah, kedudukan tinggi, atau memiliki pasangan yang dinilai ideal.

Dalam perspektif Islam, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh capaian materi, tetapi lebih menitikberatkan pada mutu keimanan, amal perbuatan, serta kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Islam pun memiliki ukuran tersendiri untuk menilai siapa saja yang pantas disebut sebagai sosok yang benar-benar berhasil dalam menjalani kehidupan.

Al-Qur'an dan hadits menggambarkan orang yang sukses sebagai mereka yang meraih keberuntungan sejati, yang dikenal dengan sebutan Al-Muflihun.

ADVERTISEMENT

Lalu, apa saja sebenarnya karakteristik orang-orang yang dinilai berhasil dalam Islam menurut Al-Qur'an dan sunnah Nabi Muhammad SAW?

Ciri Orang yang Sukses dalam Islam

Dalam pandangan Islam, orang yang dinilai sukses memiliki sejumlah karakteristik yang menjadikannya meraih keberuntungan hakiki.

Menukil buku Doa-doa Sukses for Teens karya Aep Kusnawan Ash-Shiddieq, berikut beberapa ciri orang sukses menurut Islam yang bersumber dari Al-Qur'an:

1. Cerdas

Kecerdasan seseorang membuatnya lebih mudah untuk meraih kesuksesan, Islam pun berkata demikian. Seseorang yang cerdas akan mampu menyadari tujuan hidupnya dan mengambil keputusan yang memberi kemaslahatan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Melalui kecerdasannya, ia terdorong untuk terus berbuat kebajikan serta menghindari berbagai bentuk kemungkaran. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an dalam Surah Ali Imran ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Waltakum minkum ummatuy yad'ūna ilal-khairi wa ya'murūna bil-ma'rūfi wa yanhauna 'anil-munkar(i), wa ulā'ika humul-mufliḥūn(a).

Artinya: Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung..

2. Menaati Allah dan Mengikuti Rasulullah

Ciri lain dari orang yang dianggap berhasil dalam Islam adalah ketaatan kepada Allah SWT serta kesungguhannya dalam meneladani Rasulullah SAW.

Dengan berpegang teguh pada kedua prinsip tersebut, seseorang diyakini akan meraih kesuksesan dan keselamatan, baik di kehidupan dunia maupun di akhirat.

Al-Qur'an menegaskan bahwa keberuntungan yang sejati diberikan kepada mereka yang taat menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Hal ini dijelaskan dalam Surah An-Nur ayat 51 yang menyebutkan:

اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Innamā kāna qaulal-mu'minīna iżā du'ū ilallāhi wa rasūlihī liyaḥkuma bainahum ay yaqūlū sami'nā wa aṭa'nā, wa ulā'ika humul-mufliḥūn(a).

Artinya: Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, "Kami mendengar, dan kami taat." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

3. Disiplin

Dalam perspektif Islam, tingkat kedisiplinan dan ketekunan seseorang menjadi faktor penting dalam meraih keberhasilan. Mereka yang dinilai sukses adalah orang yang istiqamah dalam menjalankan ibadah, khususnya dalam menunaikan perintah Allah dengan tertib dan penuh tanggung jawab.

Salah satu wujud disiplin yang paling utama ialah menjaga pelaksanaan salat pada waktunya, karena hal tersebut mencerminkan ketaatan serta kekuatan iman. Al-Qur'an menjelaskan bahwa mereka yang memelihara salatnya termasuk golongan orang-orang yang beruntung, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Mukminun ayat 1-3:

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ

Qad aflaḥal-mu'minūn(a). Allażīna hum fī ṣalātihim khāsyi'ūn(a). Wal-lażīna hum anil-lagwi mu'riḍūn(a).

Artinya: Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.

4. Peduli Sesama

Mereka yang menaruh kepedulian terhadap sesama manusia tergolong sebagai orang yang berhasil dan memperoleh keberuntungan di sisi Allah SWT.

Seorang mukmin yang meraih kesuksesan tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga memperhatikan kebutuhan keluarga, kerabat, dan masyarakat di sekitarnya.

Wujud kepedulian tersebut tampak dari kesediaannya menunaikan hak orang lain, seperti membayar zakat serta gemar bersedekah. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an, sebagaimana termaktub dalam Surah Ar-Rum ayat 38 yang berbunyi:

فَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَ اللّٰهِ ۖوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Fa āti żal-qurbā ḥaqqahū wal-miskīna wabnas-sabīl(i), żālika khairul lil-lażīna yurīdūna wajhallāh(i), wa ulā'ika humul-mufliḥūn(a).

Artinya: Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

5. Bertanggung Jawab

Manusia yang mampu menjaga amanah dan setia menepati janji kepada Allah SWT termasuk ke dalam golongan yang dijanjikan surga. Sikap tanggung jawab ini mengantarkan seseorang pada kedudukan yang mulia di hadapan Allah SWT.

Hal tersebut menegaskan bahwa kejujuran serta komitmen dalam memegang amanah merupakan salah satu karakter orang yang meraih keberuntungan menurut Islam. Hal ini disebutkan dalam Surah Al-Ma'arij ayat 32-35 yang berbunyi:

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَۖ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِشَهٰدٰتِهِمْ قَاۤىِٕمُوْنَۖ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُوْنَۖ اُولٰۤىِٕكَ فِيْ جَنّٰتٍ مُّكْرَمُوْنَ ۗ ࣖ

Wal-lażīna hum li'amānātihim wa 'ahdihim rā'ūn(a). Wal-lażīna hum bisyahādātihim qā'imūn(a). Wal-lażīna hum 'alā ṣalātihim yuḥāfiẓūn(a). Ulā'ika fī jannātim mukramūn(a).

Artinya: Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya, dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya, dan orang-orang yang memelihara salatnya. Mereka itu dimuliakan di dalam surga.

Setelah mengetahui lima ciri tersebut, sudah sepatutnya kita berusaha secara bertahap untuk menumbuhkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menjaga komitmen dan sikap istiqamah, semoga kita tergolong sebagai hamba yang meraih keberhasilan di sisi Allah SWT.




(hnh/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads