Tata cara sholat jenazah jadi hal yang harus diketahui muslim. Dalam Islam, menyolatkan jenazah jadi kewajiban bagi sesama muslim yang dihukumi fardhu kifayah.
Artinya, kewajiban tersebut gugur jika sudah ada orang yang melakukannya. Apabila tak ada yang melakukannya, maka seluruh muslim yang berada di wilayah tersebut berdosa.
Sayyid Sabiq melalui kita Fiqh As-Sunnah yang diterjemahkan Khairul Amru Harahap menyebut ada empat kewajiban bagi muslim terhadap jenazah saudaranya. Kewajiban itu adalah memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan jenazah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tata Cara Sholat Jenazah dan Bacaannya
Dilansir dari buku Risalah Jenazah susunan Baihaqi Nu'man dan Muhammad Shonhaji serta buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa tulisan Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah berikut tata cara sholat jenazah yang benar.
1. Membaca niat sholat jenazah
2. Takbiratul ihram
3. Membaca surah Al Fatihah
4. Takbir kedua
5. Membaca sholawat nabi dengan bunyi berikut,
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ
Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin wa 'ala aali Muhammadin kamaa shallaita 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiima, wa baarik 'alaa Muhammadin wa 'alaa aali Muhammadin kamaa baarakta 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiima fill 'aalamiina innaka hamiidun majiidun.
Artinya: "Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan kesejahteraan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berikanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya di seluruh alam semesta. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Mahamulia."
6. Takbir ketiga
7. Membaca doa jenazah, berikut bunyinya:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ (هَا) وَارْحَمْهُ (هَا) وَعَافِهِ (هَا) وَاعْفُ عَنْهُ (عَنْهَا) وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ (هَا) وَوَسِعْ مَدْخَلَهُ (هَا) وَاغْسِلْهُ (هَا) بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِهِ (هَا) مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ (هَا) دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ (هَا) وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ (هَا) وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ (هَا) وَأَدْخِلْهُ (هَا) الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Allaahummaghfir lahu (haa) warhamhu (haa) wa'aafihii (haa) wa'fu 'anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wa wassi' madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa-i wats-tsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal khathaayaa kamaa naqqaytats-tsaubal abyadha minad-danasi wa abdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul (hal) jannata wa a-'idzhu min 'azaabil qabri wa min 'azaabin nar
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan gantilah pasangan hidupnya yang lebih baik daripada pasangan hidupnya yang dahulu, masukkanlah ia ke dalam surga, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka."
8. Takbir keempat
9. Membaca doa setelah takbir keempat, berikut bunyinya:
أَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتَنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ
Allaahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinnaa ba'dahu wagfirlanaa wa lahu.
Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia."
10. Salam
Niat Sholat Jenazah Laki-laki dan Perempuan
Merujuk pada buku yang sama, berikut niat sholat jenazah laki-laki dan perempuan.
1. Niat Salat Jenazah untuk Mayat Laki-laki
أُصَلَّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَات فَرْضُ كِفَايَةِ إماما/مَأْمُوماً لله تَعَالَى
Ushalli 'ala hadzal mayyiti arba'a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi Ta'ala. Allahu akbar.
Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allah Mahabesar."
2. Niat Salat Jenazah untuk Mayat Perempuan
أُصَلَّى عَلَى هَذا الْمَيِّت أَرْبَعَ تَكْبِيرَات فَرْضُ كِفَايَةِ إماما/مَأْمُوماً لله تَعَالَى
Ushalli 'ala hadzihil mayyitati arba'a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi Ta'ala. Allahu akbar.
Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allah Mahabesar."
Keutamaan Menyolatkan Jenazah
Allah SWT memberi ganjaran kebaikan bagi muslim yang menyolatkan jenazah. Hal ini diterangkan dalam hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda:
"Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud dua qiroth?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas menjawab, "Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar." (HR Bukhari)
Syarat Sah Sholat Jenazah
Dikutip dari buku Panduan Praktis Shalat Jenazah & Perawatan Jenazah karya Ahmad Fathoni El-Kaysi, berikut beberapa syarat sah sholat jenazah.
- Jenazah sudah dimandikan
- Orang yang menyolatkan jenazah sudah memenuhi syarat sah sholat
- Apabila jenazah hadir, imam berdiri sejajar posisi kepala mayat laki-laki. Jika mayatnya perempuan, maka imam berdiri di posisi pertengahan mayit wanita atau pinggangnya
- Tak ada penghalang antara keduanya, jika jenazah berada di dalam keranda maka keranda tersebut tidak boleh dipaku
Orang yang Berhak Menyolatkan Jenazah
Berikut beberapa orang yang berhak menyolatkan jenazah seperti dikutip dari kitab kitabal-Fiqhu al-Madzahib al-Arba'ah al-Juz' al-Awwal Kitab Ash-Shalah susunan Syeikh Abdurrahman Al-Jaziri terjemahan Syarif Hademasyah dan Luqman Junaidi.
- Ayah dari jenazah dan terus ke atas
- Putranya dan terus ke bawah. Saat terjadi kesamaan derajat antara dua anak laki-lakinya, hendaklah yang paling dahulu masuk Islam, yang lebih pandai, dan lebih fasih bacaannya
- Saudara laki-laki sekandung
- Saudara laki-laki sebapak
- Keponakan sekandung
- Keponakan sebapak dan seterusnya sesuai dengan waris
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026